26 Juli 2013

Travel: Trip To Sayang Sedayu (1)

Pemandangan sungai yang kami sebrangi menuju Desa Sayang Sedayu

Pagi itu, belum lagi pukul 8, Mbak Yuyun sudah sibuk menghubungi saya dan menanyakan apakah saya ingin dijemput untuk kumpul di Indosat. Memang kami semua diharapkan datang ke Galeri Indosat pukul 8 pagi. Karena tak ada yang mengantar saya menerima tawarannya untuk menumpang di mobil suaminya.


Sebelum pukul 8, kurang beberapa menit, kami tiba di Galeri Indosat. Semuanya sudah berkumpul di sana. Semua orang yang akan berangkat ke Desa Sayang Sedayu, Kabupaten Sambas, yang akan mendapatkan pelayanan pengobatan gratis. Kerja sama antara Indosat dan Rumah Zakat. Sementara teman-teman dari Indosat terlihat sibuk mempersiapkan barang yang harus dibawa ke lokasi acara. Saya hanya bisa duduk di kursi dan memperhatikan kesibukan mereka.

Maklum, tugas saya hanya menjadi pembawa acara. Memandu warga desa. Saya diminta untuk membantu di sana karena saya bisa berbahasa Melayu Sambas yang sangat berbeda dengan bahasa Melayu Pontianak. Supaya tak ada kesulitan untuk berkomunikasi dan membuat warga juga mudah memahami kami, saya pun dihadirkan di sana.

Begitu mendapatkan penawaran menjadi pembawa acara di sana, tentu saja saya senang bukan kepalang. Sebab itu sama saja saya mendapat kesempatanliburan gratis ke tempat yang belum pernah saya tuju sebelumnya. Sebenarnya Desa Sayang Sedayu satu tanah dengan desa tempat keluarga saya berada, tetapi dipisahkan oleh jalanan yang jelek sekitar 3 jam.


Sepanjang perjalanan kami semua mengobrol untuk saling mengenal sayu sama lain. Maklum, saya tak mengenal semua orang kecuali Mbak Yuyun yang memang teman bersiaran saya di Radio Volare. 

Related Posts

Travel: Trip To Sayang Sedayu (1)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.