19 Juli 2013

Review Kuliner: Ketupat Udang

Sore tadi saya kebetulan diminta membeli ketupat udang oleh Bang Jaka. Jadi sekalian saja saya membeli empat buah untuk saya berbuka sendiri. Ini jenis ketupat yang jarang ada di kampung saya. Di kampung saya ketupat rata-rata menggunakan daun kelapa yang dibentuk menjadi kantong ketupat. Lalu diisi dengan ketan dan kacang merah. Bumbunya bawnag putih dan garam. Kemudian direbus dengan santan.


Ketupat udang sendiri sebenarnya mirip dengnan lontong, tetapi dibentuk dalam ukuran yang lebih kecil dan dibelah miring lalu diisi dengan sambal udang ebi. Harganya 1.000/biji. Terbuat dari beras biasa bukan ketan.

Saya suka ketupat udang ini karena tekstur ketupatnya lembut dan tawar, kontras dengan udangnya yang asin dan pedas. Pertama kali menemukan ketupan ini di kampus FKIP Untan. Sejak itu saya suka membelinya dan di Pontianak memang banyak pedagang ketupat ini. Saya rasa karena membuatnya mudah dan bahan dasarnya beras saja. Tak perlu dibumbui yang aneh-aneh.


Teman-teman suka juga?

Related Posts

Review Kuliner: Ketupat Udang
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.