22 Juli 2013

Review Kuliner: Gunong Melatus


Gunong Melatus atau Gunung Meletus adalah nama kue yang pertama kali saya buat sendiri saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya memang suka berada di dapur bersama Uwan. Saya melihat cara dia memasak. Cara dia membuat kue. Cara dia memotong sayuran. Semuanya akan saya perhatikan. Hingga ada jenis kue yang sangat mudah yang bisa saya buat untuk Aki (kakek) saya tercinta.

Ini gambar bolu kukus dan ukurannya kecil, kalo Gunong Melatus  versi saya lebih besar karena satu resep untuk satu loyang.

Ini jenis kue irit bahan dan bisa jadi dalam waktu singkat. Membuatnya juga sangat mudah. Kebetulan Aki saya alergi dengan telur ayam, kecuali telur ayam kampung, jadi saya harus membuat kue ini menggunakan telur bebek. Untungnya telur bebek banyak di rumah karena ada beberapa bebek betina yang sedang bertelur waktu itu.

Kalau bicara soal Aki, dia alergi telur ayam bukan karena telur ayam akan menyebabkan dia gatal-gatal atau kulitnya merah-merah. Melainkan asmanya akan kambuh apabila dia makan telur ayam. Saya tak memahaminya dari sisi medis tapi yang saya tahu, Aki tidak akan makan sesuatu yang di dalamnya terkandung telur ayam petelur biasa. Kecuali telur ayam kampung.

Waktu itu saya membuat gunung meletus dalam dua versi, versi untuk dimakan orang rumah dan khusus untuk Aki. Jadi Gunung Meletus yang untuk orang rumah dibuat menggunakan telur ayam biasa. Gunung Meletus untuk Aki dibuat dari telur bebek.

Selain membuatnya sangat mudah, bahannya juga tidak banyak. Untuk satu resep saya menggunakan 3 butir telur, 1/2 kilogram gula, 1/2 kilogram tepung, dan segelas minuman bersoda. Ada yang menyebut kue ini sebagai bolu kukus, tapi di tempat saya semua orang menyebutnya sebagai Gunong Melatus.



Related Posts

Review Kuliner: Gunong Melatus
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.