18 Juli 2013

Review Kuliner: Cucur Daram-Daram


Cucur bukan jenis kue yang baru. Sudah ada sejak lama. Bahkan saat nenek saya masih kecil kue ini juga sudah ada. Tidak tahu sudah berapa tahun usia jenis kue yang satu ini. Kue ini juga dikenal di banyak tempat di Indonesia. Sebab saya tahu teman-teman juga tahu kue tradisional yang satu ini.

http://www.tempatonlineku.com


Tapi bedanya di tempat saya Cucur ada pasangannya. Cucur punya saudara bernama Daram-Daram. Kalau Cucur itu adonannya dibuat cair baru digoreng, Daram-Daram sendiri adonannya lebih keras. Bahkan dicetak menggunakan tangan. Seperti kue kering tapi lebih lembut. Mirip dengan cookies. Sama dengan Cucur, Daram-Daram juga digoreng.

Dua kue ini biasanya dibuat untuk acara selamatan. Termasuk pula Bubor Ayak (Bubur yang diayak). Jadi kalau ada acara khitanan atau tepung tawar, biasanya warga desa akan bergotong-royong membuat tiga panganan. Cucur, Daram-Daram, dan Bubor Ayak. Semuanya mengandung tepung beras dan gula merah. Sayangnya saya tak menemukan gambar Daram-Daram melalui Google.

Jadi seingat saya, adonan untuk membuat Daram-Daram itu tepung beras yang dicampur air dan gula merah. Lalu dibentuk-bentuk seperti bunga dengan empat kelopak. Lalu kelopak itu diberi lubang di semua sisinya. Saya membuat gambar bentuknya. Maafkan gambar amatirnya. Tapi saya kesulitan menggambarkannya dalam kata-kata.


Jadi saat di kampung saya akan menemukan Cucur sekaligus Daram-Daram dalam satu meja. Berbeda dengan di Pontianak. Saya dengan mudah menemukan Cucur, tapi Daram-Daram duhhhh entah di mana tempat yang menyediakannya.


Waktu kecil juga Cucur Daram-Daram adalah istilah yang selalu disebut nenek saya. Jadi saat melihat Cucur akan mengingatkan saya akan pasangannya, Daram-Daram. Di tempat teman-teman ada Daram-Daram juga?

Related Posts

Review Kuliner: Cucur Daram-Daram
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.