19 Juli 2013

Oh Ternyata


Waktu ibu saya memesan sebuah seruling bambu untuk adik saya, anak ke-4 dari 5 bersaudara, saya sendiri anak ke-2, saya semangat sekali mencarinya keliling Pontianak. Saya pikir ini sesuatu yang menarik, sebab sebelumnya dalam keluarga saya tak ada satu cucu nenek pun yang aktif memainkan sebuah alat musik saat masih kecil. Kebetulan adik saya baru berusia 10 tahun.

Seneng dong, ada juga cucu nenek yang mau memainkan alat musik. Kalau dimulai dari usia 10 tahun pastinya adik saya 10 tahun kemudian sudah sangat jago mainnya.


Ternyata setelah beberapa hari keliling Pontianak tak menemukan suling bambu yang dimaksud. Sebenarnya kalo suling yang bukan bambu di kampung juga ada. Karena adik saya, Syafaat namanya, memesan yang bambu, saya pikir tak apa saya usahakan mendapat sesuai pesanannya. Sayangnya belum menemukan sama sekali. Hingga saya harus melapor pada ibu saya bahwa sulit menemukannya di Pontianak. Jadi pilihan lainnya beli online.

Ketika ngobrol dengan ibu saya, barulah saya tahu alasan sesungguhnya adik saya memaksa saya untuk membelikan suling yang terbuat dari bambu. Alasannya bukan karena dia ingin menjadi pemain suling yang handal. Bukan pula karena dia ingin belajar musik tertentu.

Jawabannya sederhana: karena dia ingin meniru Shahrukh Khan idolanya.


*tepok jidat*

Related Posts

Oh Ternyata
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.