21 Juli 2013

Obrolan Tentang Kecap


Waktu kecil saya sering sekali makan nasi dengan telur yang direbus. Direbusnya pun di dalam panci untuk menanak nasi. Supaya telurnya lebih berasa gurihnya, saat dibelah, Umak akan mengambil kecap asin dan mulai mengecapi telur rebus terutama bagian kuningnya. Telur rebus yang hangat dan ada rasa kecap asinnya adalah satu di antara makanan terenak yang saya dapatkan hampir setiap hari.


Nasi yang hangat, juga diberi sedikit kecap asin. Lalu saya yang masih kecil akan makan dengan lahap. Biasanya saya akan mengambil sedikit kuning telur dan mulai menyuapkan nasi yang ada kuning telurnya itu ke mulut. Kuning telurnya akan digunakan seirit mungkin. Jangan sampai nasinya masih banyak tapi kuning telurnya sudah habis.

Waktu kecil kecap asin selalu ada di rumah. Berbeda dengan keberadaan kecap manis. Saya ingat sekali kecap asin yang kami gunakan itu yang merek cap layang dua. Itu kecapnya gurih dan enak sekali. Saat menuliskan ini saya jadi rindu sekali dengan nasi hangat dan telur rebus yang dulu selalu menjadi makanan favorit saya. Kecap manis tak ada di rumah karena banyak yang tak menyukai kecap manis.

Saya pribadi merasa kecap manis itu mirip lendir karena kental dan itu sedikit menjijikkan. Entah mengapa saya berpikir seperti itu, hingga akhirnya kecap manis berkualitas mulai masuk ke kampung saya. Tentu saja saya tak akan menyebutkan mereknya. Saat itulah kecap manis juga selalu ada di rumah, tak hanya kecap asin yang ada di sana.

Sekarang juga saya tidak jijik lagi dengan kecap manis. Bahkan setiap makan makanan berkuah pasti selalu menggunakan kecap manis dan asin.


Bagaimana denganmu?

Related Posts

Obrolan Tentang Kecap
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.