19 Juli 2013

Ini Cerita Fahd


Lain cerita Aat (panggilan adik saya, Syafaat), lain lagi cerita si Fahd yang sekarang usianya hampir 8 tahun. Sudah naik kelas 2 SD. Rangking 1 pulak! Padahal dia malas sekolah dan sering malas disuruh menulis. Alasannya karena dia sudah bisa dan tak ingin mengulang hal yang sama setiap hari. Jadi dia menganggap itu melelahkan. Pantas saja dia ranking 1. Memang sudah jago sekali dia di kelas dan tidak suka menyontek karena dia tak percaya ada orang lain yang lebih bisa dari dia.

Baiklah.


Aat sendiri memiliki banyak hobi, selain menirukan tokoh idolanya Shahrukh Khan. Sedangkan Fahd hobinya cuma satu, minta uang 5.000/hari buat ke warnet. Jadi sejak di Pontianak bersama saya dia memang sudah terbiasa menggunakan netbook milik saya untuk bermain game. Ternyata hal tersebut menjadi kebutuhan baginya. Saat kami terpisah, mau tak mau warnet satu-satunya pilihan baginya menyalurkan hobinya bermain game online.

Waktu kelas 1 dia hanya meminta uang 3.000/hari untuk main game. Sekarang meningkat jadi 5.000 karena dia beranggapan dia sudah kelas 2 SD dan sudah saatnya untuk mendapatkan jatah main lebih lama di warnet. Ibu saya yang tak mau mengecewakannya tentu saja akan mengabulkan permintaannya. Lagipula dia punya 1001 jurus untuk membujuk ibu saya sih.

Sekarang dia juga sudah pintar sekali di warnet. Dia mendaftar menjadi anggota di sebuah warnet langganannya. Sehingga dia mendapatkan username dan password. Jadi saat dia hanya ingin main sebentar dia tak akan menghabiskan saldo yang telah dia bayarkan. Punya akunlah si Fahd ini di warnet tersebut. Apalagi keuntungan menjadi anggota di warnet tersebut bisa mendapatkan berbagai macam bonus. Termasuk bonus saldo untuk bermain game.

Pernah kata ibu saya dia menghilang sampai berjam-jam setelah diberi uang 5.000. Padahal tarif main game di warnet tersebut 3.000/jam. Seharusnya dia sudah kembali dalam waktu paling tidak 2 jam. Tapi bukan Fahd namanya kalau tidak mampu memanfaatkan uang 5.000 untuk bermain berjam-jam di warnet.

Tak dapat saya bayangkan dia menemukan komputer saya yang monitornya sudah besar dan jaringan internet yang mumpuni di kamar saya.


Itu cerita si Fahd.

Related Posts

Ini Cerita Fahd
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.