19 Juli 2013

I Love Banjar


Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya menjejakkan kaki di tanah kelahiran Abah saya. Waktu itu kakek masih hidup dan sehat. Saya juga masih sangat kecil. Satu hal yang sangat saya inginkan ketika berada di sana adalah melihat kembali semua foto masa kecil saya yang tersimpan rapi oleh keluarga besar Abah. Peninggalan dari kakek yang ternyata sangat menyayangi 3 cucu perempuannya yang berada di Kalimantan Barat.


Kami jarang mengunjungi kakek di sana karena terbentuk ongkos pulang pergi. Waktu masih kecil entah bagaimana caranya saya pernah ke sana. Tak banyak yang saya ingat. Tapi memang kakek, ayah Abah, selalu membangga-banggakan kami bertiga bersaudara di Kalimantan Selatan. Waktu itu memang Syafaat (Aat) dan Fahd (Apat) belum lahir. Sebab dari banyak cucunya, kami bertiga berjenis kelamin perempuan.


Dari saudara-saudaranya yang lain, Abahlah yang paling banyak anak perempuannya. Berbeda dengan paman yang lain. Ada yang sama sekali tak memiliki anak perempuan. Jadi kakek selalu merindukan untuk bertemu kami. Cucu perempuannya. Sayang saya tak sempat bertemu dengannya saat sudah besar.

Sekarang keluarga besar kami sudah semakin besar di sana. Sepupu saya sudah banyak yang menikah. Ingin sekali bisa mendatangi mereka sebagai diri saya yang sekarang. Saya pikir saya bisa mendatanginya setelah menabung untuk membeli tiket pesawat. Sekarang masih membutuhkan uang untuk membeli rumah, jadi saya urungkan dulu niat untuk ke sana, setidaknya hingga tahun depan.



Memiliki sandal jepit yang bertuliskan 'I love Banjar' sudah cukup membuat saya senang walaupun itu bukan oleh-oleh dari keluarga sana. Malah ini oleh-oleh dari seorang teman yang pulang mengunjungi mertuanya di Banjarmasin. Saya suka sekali sandal ini walaupun kebesaran, sangat nyaman dikenakan untuk bepergian.


I love Banjar!

Related Posts

I Love Banjar
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.