25 Juli 2013

Hati-Hati Labeli Anak Kecil


Labeli dia dengan baik. Diri saya yang sekarang adalah diri seorang anak kecil yang diberi sebuah label oleh orang di sekitarnya. Saya sangat bersyukur memiliki keluarga yang lebih banyak memberikan label yang baik untuk saya. Sehingga saya bisa berkembang sesuai dengan label yang mereka berikan.


Sejak kecil, saya yang tak punya banyak rambut di kepala, saya yang gendut dan bulet, saya yang hitam pekat. Mendapatkan label 'si murah senyum' oleh Uwan saya. Sejak hari itu saya selalu suka memberikan senyuman pada orang di sekitar saya. Karena saya percaya pada label yang Uwan berikan. Label bahwa saya memang murah senyum.

Kemudian label yang membuat saya menjadi diri saya yang sekarang adalah label dari Abah, bahwa saya orangnya itu 'rejekian' alias lancar rezekinya. Hingga sekarang saya percaya itu. Selalu meyakini bahwa saya memang lancar rezekinya dan alhamdulillah memang banyak sekali hal yang tak pernah saya duga-duga bisa menjadi milik saya. Walaupun saya tahu dilabeli atau tidak, rezeki tak akan pernah tertukar.


Tapi coba bayangkan jika kita memberikan label yang buruk pada anak-anak usia bawah 10 tahun. Apa yang akan terjadi pada mereka? Bagaimana kalau mereka meyakini label itu adalah milik mereka? Semua pertanyaan yang muncul adalah hal-hal yang harus kita pikirkan ke depannya.

Related Posts

Hati-Hati Labeli Anak Kecil
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.