24 Juli 2013

Galaxy Express (Bagian 7)



Renno mengantarku lagi seperti kemarin. Berjalan di tengah udara dingin. Kali ini aku membawa jaket bersamaku sehingga aku tak perlu mengenakan jaket Renno lagi. Namun dia menggenggam tanganku seperti kemarin. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. Aku seharusnya tidak pulang bersamanya. Selain ini membuat aku tak bisa memberanikan diri untuk mendekati mandor cat itu, aku juga seperti menambah rahasia baru yang tak akan aku bagi pada Rita.


Aku tak mungkin menceritakan betapa baiknya Renno padaku. Aku juga mustahil bisa mengatakan rasanya kecupan pertamaku dan itu berasal dari Renno. Rita akan menganggapku musuhnya. Dia pasti akan meledak. Apalagi kali ini dia terlihat sangat serius pada Renno. Tapi aku juga tak bisa menolak permintaan Rita yang membuatku harus pulang diantar oleh Renno. Seharusnya Rita yang pulang bersamanya. Kalau begini terus akan timbul masalah. Aku yakin itu.

Menurutmu Rita bagaimana?” aku membuka obrolan.

Rita baik. Sangat baik. Dia baik pada semua orang dan selalu tertawa. Pasti kamu senang menjadi sahabatnya.”

Iya, kami memang sudah berteman sejak lama. Dia selalu menjadi temanku.”

Mengapa tiba-tiba membicarakan Rita?”

Aku tidak mau persahabatan kami rusak hanya gara-gara masalah sepele.”

Masalah apa? Kulihat kalian berdua baik-baik saja.”

Masalahnya baru muncul baru-baru ini, aku tak mau kehilangan sahabatku gara-gara satu masalah.”

Masalah apa?” Renno menghentikan langkahnya dan berdiri di depanku.

Kamu.”

Aku masalah kalian? Bukankah aku tak pernah mengganggu persahabatan kalian?”

Kamu tidak tahu tentang perasaan Rita padamu dan setiap kali bersamamu membuatku tidak enak hati padanya.”

Rita suka sama aku?”

Iya.”

Dia bilang begitu?”

Iya tadi pagi dia bilang dia serius dan ingin menjadi istrimu.”

Aku tak ingin peduli tentang perasaan Rita, yang aku pikirkan hanya perasaanku. Aku menyukai orang lain. Sejak lama.”

Kamu sudah punya pacar?”

Aku tak menyebutnya demikian.”

Tapi bagaimana dengan Rita?”

Kita semua sudah dewasa, dia pasti bisa menerimanya.”

Siapa orang yang kamu cintai itu?”

Kamu.”

Aku kaku mendengar jawabannya. Angin dingin melewati leherku yang tidak tertutup jaket. Aku menatap wajahnya lama sekali. Lalu menemukan bahwa dia memang tidak sedang bercanda.

Tidak mungkin, kita baru kenal beberapa hari, bagaimana bisa kamu jatuh cinta padaku.”

Aku akan menceritakannya suatu hari nanti. Tidak untuk sekarang. Sebenarnya aku juga tak ingin mengatakan tentang perasaanku padamu karena kamu baru mengenalku beberapa hari ini. Jangan dijawab dulu. Pikirkan baik-baik.”


Aku membisu.

Related Posts

Galaxy Express (Bagian 7)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.