Langsung ke konten utama

Galaxy Express (Bagian 4)



Kereta berhenti di sebuah stasiun beberapa belas menit kemudian. Aku bangkit dari dudukku. Lalu berjalan menuju pintu keluar yang segera terbuka. Aku melewati laki-laki tukang cat itu yang kuamati diam-diam sejak tadi. Renno mengikuti dari belakang. Kami berjalan dalam diam. Aku terus saja menundukkan kepalaku. Sejak dulu aku selalu kesulitan untuk mengeluarkan ekspresiku yang sebenarnya. Aku terlalu tak percaya diri. Ada rasa rendah diri yang menggangguku. Tukang cat itu masih berdiri di sana. Dia belum turun.


Kamu baik-baik saja?” Renno menggandengku.

Iya, aku baik-baik saja.”

Kamu pemalu sekali orangnya, aku rasa kamu pasti tak pernah punya kekasih sebelumnya.”

Memangnya salah tak pernah pacaran sebelumnya?” aku berang seketika.

Hey, jangan marah dong Sofia. Aku cuma ingin tahu.”

Memangnya apa urusanmu aku pernah punya pacar atau tidak?”

Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu. Aku hanya ingin bekerja dengan seseorang yang mau lebih terbuka denganku. Kamu pasti dekat dengan Rita. Apa salahnya bercerita juga tentang kehidupanmu padaku?”

Rita dan aku sudah bersahabat sejak lama. Dia tahu aku. Kamu kan baru kutemui hari ini, bagaimana mungkin aku menceritakan kehidupanku padamu?”

Kalau kamu tak ingin kehidupan pribadimu diketahui orang selain Rita, kamu harus mulai bisa menunjukkan sikap ceria dong.”

Ceria?”

Kamu murung sekali sejak tadi pagi. Kamu ada masalah apa?”

Tidak ada.”

Belajarlah untuk tersenyum dan hidup ini akan terasa lebih ringan. Tertawalah Sofia. Aku yakin senyummu akan membuat kamu terlihat manis.”

Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya. Tak pernah ada seorang lelaki pun yang mengobrol sepanjang ini denganku. Aku terlalu malu untuk menjawab setiap pertanyaan yang datang padaku. Tetapi Renno terus saja mengejarku dengan banyak pertanyaan. Bahkan dia tak berhenti bertanya meskipun jawabanku sepotong-sepotong.

Angin dingin menyergapku lagi. Aku merapatkan jaket Renno yang kukenakan sejak tadi. Renno semakin dekat denganku, seakan-akan dia ingin membagi hangat tubuhnya denganku. Aku berdebar tak menentu. Aku baru saja bertemu dengannya hari ini, tapi mengapa dia begitu memperhatikanku? Tangannya yang besar berada di bahuku. Tangan yang setiap hari bergumal dengan tepung dan gula. Bahkan harum tubuhnya terasa seperti gula, manis. Aku tersenyum. Apakah tukang roti semuanya akan tercium seperti ini? Apakah aku juga memiliki aroma seperti itu?

Nah sekarang kamu tersenyum, terlihat sangat cantik, Sofia.”

Aku berdebar tak karuan. Selama ini tak ada yang memujiku seperti itu. Aku menatap wajahnya lekat-lekat. Dia tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ke bibirku. Saat bibirnya menyentuh bibirku, tubuhku kaku. Aku tak pernah dicium siapa pun sebelumnya sebagai seorang perempuan dewasa. Aku memejamkan mataku dan menunggu ciuman itu berakhir. Renno menutupnya dengna kecupan di dahiku. Aku membuka mataku dan mata kami bertatapan. Aku semakin salah tingkah.

Maaf aku tak bisa menahan diriku, kamu sangat manis kalau sedang tersenyum.” Renno membelai pipiku dengan tangan kirinya.

Terima kasih.” Hanya itu yang bisa aku ucapkan.

Renno langsung menarikku ke dadanya. Menenggelamkanku ke dalam dadanya yang bidang. Harum tubuhnya semakin tercium olehku. Memelukku erat tanpa kata-kata. Aku mendengarkan detak jantungku dengan telinga kananku yang menekan dada kirinya. Kami berdiri di jalanan yang semakin sepi. Lampu-lampu jalan menjadi saksi bisu. Aspal yang kami pijak diam saja. Semilir angin dingin masih saja menggoda. Berada di dalam dekapannya sangat nyaman. Hangat dan harum.

Di mana rumahmu?” Renno akhirnya melepaskanku dari pelukannya.

Di ujung jalan ini.”

Masih jauh?”

Kamu capek?”

Bukan aku yang capek Sofia, tapi aku takut kamu yang capek.”

Aku sudah terbiasa kok, tak begitu jauh lagi.”


Kami mulai berjalan lagi. Langkah kami sangat pelan. Kali ini Renno menggenggam tanganku lagi. Aku merapatkan lenganku ke lengannya dan tersenyum. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan