24 Juli 2013

Aki (Bagian 5)


Pernah suatu malam saya memimpikan Aki. Mimpi itulah yang akhirnya membuat saya tak begitu sedih lagi kehilangannya. Di dalam mimpi itu saya melihat Aki salat dengan sarung dan kopiahnya. Wajahnya bersih dan berseri. Mimpi itu juga sangat lucu. Aki ngomel sama saya.


Tang makan tallok tolen? Cobelah sesekali makan yang laing.” (Kok makan telur terus? Coba sesekali makan yang lain.)

Pagi harinya saya terbangun dan merasa mimpi itu sangat aneh. Tapi dengan hadirnya Aki dalam mimpi saya malam itu membuat saya sadar. Saya harus merelakan kepergiaannya. Satu hal yang bisa saya lakukan adalan mendoakannya. Semoga Allah selalu melindunginya di alam kubur sana.

Dia baik-baik saja. Seharusnya saya tak perlu tenggelam dalam kesedihan. Walaupun sebenarnya saat menuliskan ini tak henti-hentinya saya menghapus air mata saya. Saya mencoba untuk terus kuat dan mewujudkan semua impian saya yang belum saya capai. Karena saya ingin menjadi 'anak kesayangannya' selamanya.


Dia memang telah pergi. Tapi di hati saya, dia tetap menyala. Sebagai api penyemangat yang tak akan pernah padam. Memang kami tak lama bersama. Namun itu sudah lebih dari cukup untuk mengisi cinta di dalam kehidupan saya.

Related Posts

Aki (Bagian 5)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.