Langsung ke konten utama

Sya’ban Bulannya Makan-Makan


Sebenarnya saya tahu Rasulullah selalu melatih dirinya berpuasa sebanyak mungkin di bulan Sya’ban supaya nanti mudah menghadapi bulan Ramadhan. Tetapi ada yang berbeda di kampung saya. Sebab bulan sya’ban dirayakan dengan cara yang berbanding terbalik dengan yang seharusnya dilakukan oleh banyak orang. Di saat dulunya Rasulullah selalu membiasakan diri untuk berpuasa sebanyak mungkin di bulan Sya’ban sebagai media latihan, di kampung saya, turun-temurun banyak yang mengadakan acara makan besar di rumah masing-masing. Tentunya dengan mengundang penduduk yang rumahnya berdekatan.


Biasanya kami menyebutnya sebagai ‘Sya’banan’ dan itu artinya setiap rumah akan menyediakan banyak sekali makanan, seperti kenduri untuk penduduk yang diundang.

Di bulan ini, karena sekarang sedang Sya’ban, akan meriah oleh kenduri yang khusus diadakan di bulan Sya’ban. Kebiasaan itu sudah berlangsung sejak lama sebab saya sejak kecil sudah mengetahuinya. Saya yang masih sangat kecil yang tak memahami bulan Sya’ban yang sebenarnya, hanya menganggap itu adalah bulan makan-makan sebelum kita berpuasa. Asyiknya lagi makanannya yang hampir sama dengan kenduri pernikahan, tidak ada satu tanjidor pun yang akan diundang.

Makan-makan di bulan Sya’ban ini juga mengingatkan saya pada masa saya KKM beberapa tahun lalu. Jadi kami mendapatkan tugas mengajar di sebuah kampung selama dua bulan. Beberapa minggu terakhir bertepatan dengan bulan Sya’ban dan serunya lagi kami semua bertugas mengajar di Sambas, di desa yang tentu saja punya kebiasaan yang sama dengan di desa kelahiran saya. Karena masih satu kabupaten, yaitu Kabupaten Sambas.

Selama beberapa minggu terakhir itu pula kami dijamu setiap hari, pagi, siang, dan petang, berganti-ganti rumah, dan menunya juga berbeda satu dengan yang lainnya. Satu hal yang pasti, makanannya adalah makanan yang biasanya ada pada pesta pernikahan dan itu menjadi masa-masa yang sangat menyenangkan untuk kami semua. Perbaikan gizi.


Jika di kampung saya, Sya’ban identik dengan kenduri, bagaimana dengan desa kamu?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma