Langsung ke konten utama

Sang Penasihat (bagian 2)

Pulau ini akan sangat menenangkan. Sepi. Hampir tak ada manusia lain di pulau ini kecuali seorang penjaga pulau dan sebuah rumah singgah yang terletak tak begitu jauh dari pantai. Tentu saja tak akan jauh, pulaunya sangat kecil dan di kelilingi oleh lautan. Aku rasa Tiara sudah sangat kesal padaku, ini bukan liburan. Dia sengaja membuangku ke sini.

 Cualquier Cosa | via Facebook


“Sendirian?”

Aku membalik tubuhku dan menemukan seseorang laki-laki bertubuh basah dan kulit yang agak gelap tersengat matahari. Hanya mengenakan celana sepaha. Sepertinya baru selesai berenang.

 luk3y101

“Yeah, sepertinya aku sendirian jika kamu tak menghitung berapa banyak pasir yang sekarang menemaniku sekarang ini.”

 1994 | via Tumblr

“Fadli.”

Dia mengulurkan tangannya. Wajahnya menarik. Senyumannya mungkin akan meluluhkan banyak hati wanita. Dadanya yang bidang tentu akan sangat memikat diabadikan dengan kamera. Begitu berbeda dengan Danny-ku. Ah lagi-lagi aku mengingatnya.

“Oline.”

Aku menyambut uluran tangannya. Sedetik kemudian pegangan tangan kami terlepas.

“Kamu bukan dari Indonesia?”

 heart me | via Tumblr

Aku menebak, mencoba mencairkan suasana. Dia tersenyum dan menggeleng. Kami mulai melangkah menyisir pantai. Aku menggenggam kayu yang aku gunakan untuk mencoret pasir.

“Saya dari Kuala Lumpur.”

 »« | via Tumblr

Aku sudah bisa memperkirakannya. Bahasa melayunya terdengar masih kental. Wajahnya juga menunjukkan itu. Tipikal wajah orang dari negara tetangga.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Liburan, sama seperti kamu Oline.”

“Kamu tahu dari mana aku liburan? Bisa saja aku dibuang keluargaku di sini.”

“You are so funny.”

 Sundefined | via Tumblr

“Semua orang bilang begitu, tapi aku tidak sedang melucu lo.”

“Itu lebih lucu lagi.”

Aku tersenyum tipis.

“Kamu pasti menginap di rumah yang sama denganku.” Dia menebak dengan tepat.

Fadli, berusaha mengikuti bahasa Indonesiaku dengan bahasanya yang masih patah-patah.

“Cuma ada satu rumah singgah di sini, sempurna bukan? Tak ada orang lain selain kita. Seperti sedang berbulan madu.”

 beauty | Tumblr

“Kamu sudah pernah menikah?”

“Apa aku terlihat seperti seorang perempuan yang baru habis bercerai, stress berat lalu berniat bunuh diri di pulau yang sepi ini?”

“That’s so funny.”

“Tell me Fadli, apa yang kamu lakukan di sini?”

“Seorang jurnalis yang terdampar di pulau yang hampir tak berpenghuni. Tapi sekarang ada kamu di sini, Oline.”

Sempurna, pulau sepi, sekarang bertemu turis yang sendirian, dia merayuku dan berharap aku jatuh cinta padanya. Dia belum tahu betapa aku sedang anti menjalin hubungan dengan laki-laki.

“Are you hitting on me?”

“Oops sorry, didn’t mean to.”

“Terdengar seperti itu.”

“Aku hanya merasa senang ada orang lain yang bisa aku ajak bicara selain penjaga rumah singgah.”

“Memangnya kamu sudah lama di sini?”

“Hampir satu minggu.”

“Masih lama di sini?”

 Tumblr

“Menunggu panggilan selanjutnya.”

“Panggilan apa?”

“Penugasan, tapi aku harap masih lama, aku suka di sini.”

Bayangan Tiara berkelebat. Mengingatkanku tentang deadline yang harus aku selesaikan. Jika Fadli bisa menjadi inspirasi menulisku selanjutnya, mungkin tak apa-apa mengenalinya lebih dekat. Bahkan aku akan membuatnya tergila-gila padaku. Kemudian aku akan membuat novel yang laris manis lagi di pasaran.

“Kamu bisa mengajariku berenang Fadli? Aku tak bisa berenang.”

“Bisa, tentu saja bisa.”

 ... | via Facebook


Senyumannya terlihat sangat lebar. Seperti seekor musang yang menatap anak ayam yang siap menyerahkan dirinya. Maaf Fadli, sekarang kamu hanya cicaknya dan akulah buayanya.

Gambar: Weheartit.com

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma