Langsung ke konten utama

Review Kuliner: Cafe & Resto Kapulage

Beberapa kali merencanakan akan makan di sini sebenarnya, tapi karena arah jalan yang jarang ke arah BLKI Pontianak jadinya Cafe & Resto Kapulage ini pun terlupakan. Sebelum membahas makanan dan pelayanannya, kita bahas dulu namanya yuk. Kapulage sendiri dalam bahasa Indonesia disebut dengan Kapulaga. Bumbu masakan yang sudah sangat dikenal para ibu. Dari Wikipedia penjelasannya seperti ini.


 
Kapulaga adalah sejenis buah yang sering digunakan sebagai rempah (bumbu) untuk masakan tertentu dan juga untuk campuran jamu. Ada dua macam kapulaga yang banyak digunakan di Indonesia, yakni kapulaga Jawa (Amomum compactum) dan kapulaga sabrang atau kapulaga India (Elettaria cardamomum); kedua-duanya termasuk ke dalam suku jahe-jahean atau Zingiberaceae.

Dari namanya saja sudah menggunakan nama bumbu yang sering digunakan dalam masakan yang menggunakan banyak rempah, pemilihan nama yang menarik menurut saya. Walaupun tidak tahu sejarahnya bagaimana. Tapi yang jelas Kapulage nama yang cukup unik. Dibandingkan dengan banyaknya Cafe & Resto yang menggunakan nama pemilik atau nama anaknya. Terlalu mainstream dan bisa jadi akan sangat pasaran, sebab nama bisa jadi serupa dengan nama orang lain.

 

Sekarang kita bahas makanannya. Saya memesan sate ayam satu porsi, isi 10  tusuk harganya 20.000IDR. Tahu goreng satu porsi 8.000IDR. Minumnya es jeruk 8.000IDR. Mr. Achan memesan nasi goreng dan es cincau susu.

 
Dari banyak sate yang saya makan, sate yang ini cukup istimewa sebab disediakan dalam potongan yang lumayan besar dibandingkan sate yang biasa. Mereka juga memanggangnya tidak terlalu lama sehingga tidak banyak bagian sate yang hitam-hitam. Daging yang dipilih untuk membuat sate pun tidak mengandung lemak sehingga satenya terasa sekali dagingnya.
 
Nasinya seperti biasa, pada umumnya nasi yang ada di rumah makan di Pontianak ya jenis yang tercerai-berai dan kering. Jenis nasi yang paling saya sukai. 



Nasi gorengnya juga enak dan tidak terlalu asin. Acar timunnya membuat sate dan nasinya menjadi lebih segar. Tahu gorengnya nikmat, tidak begitu berbumbu tapi gurih sekali.
 
Es jeruk ya sama saja dengan jeruk Pontianak pada umumnya. Saya malah lebih suka es cincau susunya yang ternyata diisi dengan potongan agar-agar. Bukan jelly, sehingga bisa dikunyah.

Kapan-kapan saya mau sih mampir ke sini lagi. Tempatnya oke, pelayanannya oke, makanannya oke. Apalagi yang kita inginkan? Harga, untuk pelayanan, rasa, dan tempat yang disediakan, rasanya harga yang masuk akal dan tidak mahal.

 


Terima kasih untuk Cafe & Resto Kapulage yang ada di Jalan Abdurrahman Saleh atau yang lebih dikenal dengan BLKI. Cari saja Bank Indonesia di Jalan A. Yani, di sebelahnya itulah BLKI.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma