Langsung ke konten utama

Kulminasi (bagian 6)



19.54
Aku menyeka dahiku yang berkeringat dengan sapu tangan yang aku temukan di saku. Langkahku setengah berlari menuju lobi. Ingin melabrak semua orang yang ada di sana dan meminta uangku kembali. Tapi apa yang harus aku katakan? Bahwa aku masuk ke kamar yang ada isinya dan orang di dalamnya ingin memperkosaku? Apa yang harus aku katakan. Lagi pula bagaimana dia bisa berada di sana?

 lights bedroom | Tumblr


“Saya sudah memesan kamar tersebut jauh-jauh hari tapi bagaimana ceritanya di sana ada orang lain?”

“Orang lain?” perempuan yang tadi memberikan kunci padaku sedikit terkejut.

“Maaf atas ketidaknyamanannya. Barangkali ada kekeliruan di sini. Sebentar.”

Aku mengikuti langkah karyawan hotel bagian keamanan untuk memeriksa kamar yang seharusnya aku tempati. Tangannya dengan terampil membuka pintu yang tadi aku tinggalkan. Kami bertatapan dengan laki-laki yang hampir memperkosaku.

“Maaf soal tadi, ini kamarmu ya?” laki-laki itu sudah mengenakan pakaian dan sepertinya siap untuk pergi.

“Maaf, Pak Ryan, kamar ini sudah dipesan sebelumnya.”

“Iya saya mengerti.”

 Random | via Facebook

Laki-laki muda yang akhirnya aku ketahui namanya itu berlalu meninggalkan kami dan membawa tasnya pergi bersama.

“Maaf sekali lagi, Bu. Silakan beristirahat sekarang. Sebagai gantinya kami akan memberikan paket spa dan makan malam gratis.”

“Tidak apa-apa, saya hanya ingin beristirahat.”

Karyawan hotel yang berseragam hitam itu meninggalkanku sendirian. Pintu tertutup rapat. Apa yang terjadi barusan? Aku tak mengerti. Siapa Ryan? Bagaimana caranya dia masuk kamar ini tanpa ada seorang pun yang tahu. Kuncinya ada dua? Itu artinya tidak aman buatku?

 Verónica Angélica | via Facebook

Buru-buru bangkit dari ranjang. Sekarang bukan saatnya untuk istirahat. Slot rantai bisa sedikit membuatku aman. Belum sempat aku menyentuh slot itu seseorang yang aku pikirkan sejak tadi sudah membukanya. Lagi-lagi, dia sudah punya kunci kamar ini. Mata kami bertatapan beberapa detik hingga akhirnya aku mundur beberapa langkah saat dia masuk dan menutup pintu dengan punggungnya.

“Aku benar-benar minta maaf soal tadi.”

“Bisakah kamu berhenti melakukan ini padaku?”

“Melakukan apa?”

“Bersikap seaneh ini, kamu sadar tidak kamu aneh, kamu terlihat begitu berbeda setiap kali aku bertemu denganmu.”

“Maaf, aku benar-benar tak bisa mengontrolnya.”

“Mengontrol apa?”

“Pernah dengar tentang dissociative identity disorder?”

 Tumblr | via Tumblr

“Maksudmu kepribadian ganda?”

“Aku tidak memaksamu untuk percaya tapi aku butuh kamar ini malam ini.”

“Mengapa tak kau katakan itu pada orang hotel yang datang bersamaku tadi?”

“Karena aku tak mau ayahku mendengar hal ini dan memintaku kembali.”

“Ayahmu?”

“Hotel ini milik ayahku, kamar ini kamar favorit ibuku. Di kamar inilah 15 tahun yang lalu ibuku bunuh diri. Seharusnya kamar ini tidak dibuka untuk umum, tapi sejak dua tahun yang lalu ayah mengizinkan tamu untuk menginap di kamar ini. Memang pemandangannya paling indah dilihat dari sini.”

“Lantas aku harus tidur di mana?”

“Anggap saja aku tidak ada, aku tidak bermaksud untuk tidur, aku hanya ingin duduk di kamar ini, jika kamu mengizinkan.”

 Tumblr

“Kamu tahukan, Ryan. Aku tidak percaya sedikit pun dengan apa yang kamu katakan. Kamu hanya mencari cara supaya bisa dekat denganku kan?”

“Aku menunggu sedemikian lama untuk bisa melihat kamar yang menjadi tempat terakhir yang disinggahi ibuku. Tolong izinkan aku berada di sini.”

Ryan berlutut di kakiku. Aku tahu aku akan luluh dan tak tega melihatnya.

“Lakukan apa saja yang kamu inginkan, aku mau tidur.”

Aku lelah. Lelah terhadap banyak hal yang harus aku hadapi. Sekarang ada orang asing yang sangat aneh di depanku.

“Jangan matikan lampunya jika kamu tak ingin diriku yang lain menguasai tubuhku.”

“Dirimu yang lain? Maksudnya dirimu yang hampir memperkosaku?”

“Dia melakukan itu padamu? Maaf, aku benar-benar tak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Tapi biarkan kamar ini terang. Aku akan tenang dalam keadaan terang begini.”

Aku tak menyahut. Aku benci diriku yang tak tegaan ini. Padahal bisa saja aku meminta pihak keamanan hotel untuk mengusirnya. Tapi matanya yang bening itu seakan-akan mengatakan padaku bahwa apa yang dia ceritakan bukanlah sebuah kebohongan.

 Sleep ~ | via Tumblr

“Baiklah, selamat malam.”


Aku tenggelam dalam selimut yang hangat. Berlayar ke alam mimpi.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma