Langsung ke konten utama

Bikin SIM, Repot!


Hingga hari ini saya sendiri tidak memiliki SIM apa pun. Awalnya saat punya sepeda motor beberapa tahun yang lalu dan ingin membuat di Pontianak permohonan saya ditolak. Alasannya karena saya bukan penduduk Pontianak dan KTP saya menunjukkan saya penduduk Kabupaten Sambas. Padahal saya pikir bukankah sama saja SIM-nya apabila di buat di Pontianak atau di Sambas? Bahkan saya bisa membuat paspor di Pontianak dengan membawa semua surat yang dibutuhkan.

Untitled
weheartit.com



Tapi ya itulah Indonesia. Jika saya ingin membuat SIM saya harus pulang ke kampung saya yang menyeberang laut itu, tapi tentu saja saya harus datang ke Sambas untuk membuatnya. Jadi desa saya itu di Jawai Selatan dan terpisah sedemikian jauh dari Sambas. Saya harus menyeberangi laut menggunakan motor air dan naik bus ke Sambas.

Repot? Iya!


 -  | via Tumblr
weheartit.com


Sedangkan jadwal siaran saya waktu itu padat sekali dan tidak memungkinkan untuk pulang dan membuat SIM. Sebab jadwal tak siaran saya hari Minggu dan Sabtu. Kalau saya berangkat dari Pontianak ke Jawai, saya harus naik bus sekitar 5-6 jam. Busnya berangkat pukul 5 pagi dan sampai di Pemangkat sekitar pukul 10-11 siang. Anggaplah saya sampai pukul 11 siang, saya harus membeli tiket untuk naik penyeberangan ke Jawai Selatan.

Waktu yang harus ditempuh di tengah lautan sekitar 40-60 menit. Saya tidak bisa berenang, penting untuk diketahui.

Setelah itu saya harus naik angkot buat tiba di rumah. Untuk ke Sambas memang jaraknya tidak sejauh ke Pontianak tapi saya akan menghabiskan banyak waktu di jalan dan itu melelahkan. Hingga akhirnya adik saya dibuatkan SIM oleh ibu saya dengan bantuan seorang polisi yang hanya meminta foto adik saya dalam ukuran jumbo untk difoto lagi dan dicetak menjadi SIM. Jadi ceritanya yang berangkat fotonya bukan orangnya.

 

Jadilah sebuah SIM yang akhirnya kami gunakan berdua. Sebab sepeda motornya hanya satu. SIM dan motornya kami gunakan bergantian. Namun SIM tersebut cukup mengkhawatirkan karena cap jari yang ada di SIM bukan cap jari adik saya dan jenis kelaminnya keliru, tertulis pria. Sehingga adik saya membuat SIM baru lagi. Sedangkan SIM lamanya saya yang memegangnya.

Seumur hidup saya untuk pertama kalinya saya berhasil melewati razia kendaraan bermotor tanpa perlu membayar biaya tilang jika tak ingin diperpanjang urusannya hingga ke pengadilan. Jadi SIM yang tertulis ‘pria’ dan bukan nama saya, melainkan nama adik saya itu, cukup berjasa pada suatu ketika saya terjaring razia.

Soal kemiripan wajah antara saya dan adik saya jangan ditanya. Kami adalah dua orang yang tidak akan pernah dianggap saudara oleh banyak orang karena kami begitu berbeda. Tapi entah mengapa waktu itu polisi yang memeriksa saya tidak mempertanyakan perbedaan wajah saya dan foto yang ada di SIM.

Lucky huh!

Coba ada pembuatan SIM massal seperti nikah massal untuk memberikan kelegalan pada seseorang dalam bertindak di negara ini. Saya rasa saya saya sudah memiliki SIM sejak lama. Tapi banyak sekali kerepotan yang harus saya jalani hanya untuk sebuah kartu yang jarang saya perlihatkan kecuali pada polisi yang ingin menilang.

Beruntungnya saya sewaktu awalnya tidak punya SIM pinjaman tidak pernah bertemu dengan razia. Bahkan beberapa kali saya menabrak orang pun tidak ada yang menanyakan SIM saya. Untungnya saya tidak pernah terluka saat menabrak. Sebab saya akan segera melepaskan sepeda motor yang hampir jatuh dan segera berdiri.

Saya juga akan menatap orang yang saya tabrak dan marah-marah itu dalam diam. Saya tidak akan mengatakan satu apa pun dan membiarkan orang lain membantu menepikan sepeda motor saya yang melintang di tengah jalan. Setelah mereka puas marah-marah saya akan ngeloyor pergi dan tak lupa bilang maaf lalu terima kasih. Saya akan bersikap tenang, berusaha tidak panik dan berkata dalam hati: ‘semuanya akan baik-baik saja mereka tidak akan menanyakan di mana SIM saya’.

Tumblr
weheartit.com


Sekarang saya juga tak ada keinginan untuk membuat SIM karena sepeda motornya sudah adik saya yang menggunakannya dan saya sendiri sekarang menggunakan sepeda.



Entah kapan saya akan benar-benar membuat SIM untuk diri saya sendiri. Apalagi sepeda motor yang saya dapatkan dari LINE EVENT tidak akan saya kendarai. Lebih baik saya jual dan uangnya ditabung buat beli rumah.

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway Kinzihana.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma