10 Hari Menjelang Sotong Pangkong









Banyak sekali hal yang bikin kangen di bulan puasa. Kalau di kampung saya kangen dengan tradisi nenek jaman kakek saya masih hidup dan keluarga besar kami masih sesak di rumah nenek. Kecuali orang tua saya yang sejak kami kecil sudah tinggal di asrama guru yang tak jauh dari tempat mengajar ibunda tercinta.



Ritual tiap sore adalah saya akan disuruh mandi sebelum jam lima sebab jam lima teng adalah jadwal saya dan para sepupu yang masih kecil-kecil berkeliling mengantarkan kue berbuka puasa ke tetangga-tetangga. Biasanya kami akan menebak-nebak dapat balasan apa dari tetangga. Sudah terbiasa mendapat kue balasan juga dari tetangga. Kayak arisan deh saling balas-membalas.

Paling senang kalau kue balasan yang didapat sangat enak. Paling suka biasanya kalau sudah dapat makanan yang asin. Sebab nenek jarang membuat kue berbuka yang asin, selalu manis. Paling sering panganan dari pisang. Segala macam kue yang dibuat dari pisang akan nenek buat setiap hari. Kolak pisang. Nagasari raksasa, sebab pisangnya akan dipotong-potong lebih kecil dan dikukus menggunakan loyang dan tidak dibungkus daun pisang. Saya lupa namanya apa, tapi mirip dengan nagasari bahan dasarnya. Cara membuatnya juga sama. Beda tempat saja.

 

Ritual lainnya adalah kakek akan mengajak kami ikut serta taraweh di mesjid dia bertugas sebagai imam bergantian dengan pemuka agama yang lain. Mendengar suara kakek di dalam mesjid saat menjadi imam sangat menyenangkan. Sewaktu sekolah dasar ada penugasan untuk meminta tanda tangan imam dan saat saya bolos saya sering meminta kakek tetap menandatangani buku taraweh saya.

I really miss that moment!

Sekarang semuanya sudah jauh di sana. Bahkan kakek sudah tak ada lagi di dunia ini. Nenek tinggal di rumah besar yang sekarang sangat sepi. Semua anaknya sudah menikah. Sejak tahun 2005 saya berpuasa di Pontianak dan saat hampir lebaran baru pulang. Jarang sekali saya bisa ikut sahur di rumah nenek dan menemaninya berbuka.

Tahun ini juga seperti ini.

Sejak tahun 2005 pula saya tahu bahwa di Pontianak setiap ramadhan Jalan Merdeka akan dipenuhi oleh pedagang sotong pangkong yang menyediakan sotong pangkong dengan berbagai ukuran. Warungnya meriah, ada yang lesehan, ada yang duduk di kursi.

 

Sekarang tinggal menghitung hari untuk menyambut sotong pangkong itu berjejal di jalanan. Menunggu pembeli datang dan suara orang memangkong sotong itu akan terdengar merdu saat puasa tiba.

Sumber gambar: borneophotography.org
Share:
Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes