Seandainya Saya Tidak Ngeblog [Bagian 9]


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.


Seandainya saya tidak ngeblog? Masih banyak sekali yang bisa saya ceritakan untuk mengatakan bahwa saya sangat beruntung telah mengambil keputusan untuk ngeblog dan menjadi blogger.


Pernah membayangkan ada yang menelpon kita di sebuah hari yang cerah dan meminta kita untuk menulis? Lalu dibayar pula? Saya pernah ditelpon oleh pihak Panasonic yang waktu itu sedang gencar mengadakan promosi kamera Lumia.


Saya ingat sekali hari mereka menelpon saya. Saya di Bali, sedang mengikuti acara Asean Blogger 2011. Pikiran saya waktu itu bisa jadi ini sebuah penipuan bisa jadi pula benar-benar kenyataan. Maklum saya belum pernah sekali pun dihubungi oleh sebuah perusahaan besar untuk menulis.


Rupanya lomba foto estafet yang diadakan oleh Panasonic sedikit terbentur masalah informasi foto yang diberikan nantinya oleh peserta dari Pontianak. Jadi banyak hal yang tidak mereka ketahui melalui foto-foto yang akan peserta kirimkan. Selain itu mereka juga meminta saya menyeleksi foto yang sebaiknya saya jagokan dari tiap peserta. Kompensasi yang mereka tawarkan adalah satu tulisan dihargai 100.000IDR. Satu tulisan maksimal 200 kata. Sangat pendek bukan? Saya diminta menulis empat penjelasan dari empat foto yang saya pilih nantinya. Bahkan saya mendapatkan uang tambahan senilai 100.000IDR sebagai pengganti uang bensin. Soalnya waktu itu saya memang datang menggunakan kendaraan bermotor dari rumah ke Jalan Penjara, untuk mengambil foto dari semua peserta.


Rasa di dada bergemuruh tetapi rasanya menyenangkan. Bukan uangnya yang membuat saya bergemuruh tetapi perasaan diakui oleh perusahaan sebesar Panasonic untuk menulis itu rasanya menyenangkan. Berarti mereka mengakui bahwa tulisan saya bisa digunakan oleh mereka bukan?


Nilai uangnya untuk blogger yang baru mulai menulis beberapa bulan memang sangat besar. 500.000IDR untuk 4 tulisan + jalan ke kantor Panasonic. Selama ini niat saya ngeblog hanya karena ingin menulis saja. Tetapi tiba-tiba hamparan uang menghampiri saya. Buat sebagian orang mungkin 500.000IDR kecil nilainya tapi setidaknya uang tersebut bisa saya tabung untuk membayar tagihan domain blog Honeylizious hingga beberapa tahun ke depan.


Seandainya saya tidak ngeblog, saya tak akan terlibat dalam lomba foto estafet yang diadakan oleh Panasonic. Lomba yang beberapa waktu sebelumnya hanya saya baca dan saya tidak mendaftar untuk menjadi peserta soalnya saya tidak cukup percaya diri untuk menjadi fotografer. Sekarang posisi saya malah tidak disangka-sangka. Bukan menjadi peserta tapi tetap saja bagian dari perlombaan tersebut.


Foto yang diberikan peserta memang indah-indah. Mereka mem-frame-kan Pontianak dari sudut pandang mereka. Semuanya tersaji di depan mata. Seandainya saya tidak ngeblog saya tidak akan menjadi orang yang pertama melihat foto tersebut sebelum akhirnya dipajang di halaman facebook lomba foto estafet tersebut. Lalu saya perasaan saya menghangat saat membaca tulisan saya yang dipajang oleh pihak Panasonic di bagian bawah foto peserta dari Pontianak.


Seandainya saya tidak ngeblog, kejadian ini tidak akan pernah saya alami. Bahkan di dalam mimpi pun saya tak berani memasukkannya. Rasanya saya tidak cukup layak untuk menjadi bagian dari hal-hal sebesar itu. Tapi tentu saja apa yang kita anggap pada diri kita berbeda dengan anggapan orang lain. Dengan mudahnya kita mengecilkan kemampuan kita padahal bisa jadi orang melihat kita lebih dari penilaian kita sendiri.


Seandainya saya tidak ngeblog saya sendiri tidak tahu ada banyak orang yang ingin saya menulis untuk mereka. Panasonic adalah awal dari itu semua.
Share:
Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes