Seandainya Saya Tidak Ngeblog [Bagian 5]


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

gambar http://beckinspiration.blogspot.com


Setiap orang punya pikiran masing-masing mengenai bagaimana 'seandainya dia tidak ngeblog' atau masih banyak seandainya lain yang akan kita sebutkan apabila berkaitan dengan kesalahan yang kita perbuat. Baik itu kesalahan yang membuat kita sakit hati dan lantas kita lebih suka memikirkan 'seandainya kita tidak melakukan hal yang menyebabkan semua itu terjadi'.


Tapi jika saya memikirkan 'seandainya saya tidak ngeblog' akan banyak sekali hal yang bisa saya ceritakan. Satu persatu cerita saya hadirkan di sini dan ini sudah seri yang ke-lima. Ini mungkin sudah banyak yang satu ya. Seandainya saya tidak ngeblog tidak akan muncul seorang anonim yang sepertinya membenci saya tapi tidak berani menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.


Seandainya saya tidak ngeblog dia tentunya tak punya tempat untuk memeriksa apa saja yang saya tuliskan. Dia juga tidak tahu apa saja yang saya lakukan karena banyak hal yang berkaitan dengan kegiatan yang bisa saya bagikan akan saya hadirkan di sini sebagai catatan kenangan. Ketika ada hal-hal yang tak ingin saya lupakan saya akan menuliskannya di sini, supaya suatu saat nanti saya masih bisa membacanya dan mengingat kenangan tersebut baik sebagai sesuatu yang menyenangkan atau menyebalkan.


Saya juga tidak akan pernah tahu ada orang yang memikirkan saya dengan sudut pandang yang orang ini gunakan. Maklumlah selama ini saya suka berpikir dengan cara pandang saya sendiri dan beranggapan bisa jadi orang punya pemikiran yang sama. Selama ini kalau saya tidak suka dengan orang saya tidak akan mau tahu apa-apa lagi tentangnya dan lebih suka melupakannya begitu saja.


Tapi 'seandainya saya tidak ngeblog' saya tidak akan tahu bahwa ada beberapa hal yang membuat mata saya terbuka. Bahwa tak semua orang yang tidak suka dengan seseorang akan meninggalka orang yang dia benci tersebut. Malah sebaliknya dia akan berusaha menyerang. Ingin membuat orang yang dia benci itu jatuh. Ingin membuat orang yang dia benci itu gagal.


Hanya dengan tulisan yang bernada menyerang, mencaci, dan memaki yang bisa dia lakukan. Padahal kalau saya pribadi jika tidak suka dengan orang lain saya akan berusaha menunjukkan bahwa diri saya akan jauh lebih baik dari orang yang tidak saya suka tersebut. Meningkatkan kualitas diri bukanlah lebih bermanfaat, lagi-lagi ini menurut pandangan saya saja. Lalu seandainya saya tidak ngeblog saya tidak akan mengenal orang yang semacam ini.


Orang-orang yang hanya berani berkedok dengan nama 'anonim' atau bersembunyi di balik topeng-topeng yang tidak kita kenal. Apakah membenci seseorang membuatnya menjadi penakut dan pengecut? Bisa jadi. Namun seandainya saya tidak ngeblog, dia tidak akan ada, dan tak akan muncullah tulisan ini.


Di balik itu semua, seandainya saya tidak ngeblog, maka semua yang bermula dari sini tidak akan berakhir menjadi tulisan pula.


Seandainya saya tidak ngeblog mungkin saya tidak akan tahu bahwa ada orang yang sedemikian takutnya dengan blog ini dan harus menyerangkanya untuk menjatuhkan semangat saya. Padahal saya sama sekali tidak akan berhenti menulis di sini hanya karena caci-makinya. Bisa jadi dia melihat pada bayangannya sendiri dicermin yang akan berhenti menulis apabila dihina orang lain. Mungkin itu pendapatnya tapi dia lupa bahwa saya bukanlah orang yang akan dengan mudah menyerah hanya karena hinaannya. Terlalu cepat baginya untuk berpikir bahwa saya akan kalah dengan ucapannya. Apalagi saya bahkan tak tahu dia sebenarnya siapa. Seakan-akan dia tak ada di dunia ini.
Share:
Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes