Kekuatan Kata-Kata 2



Pernahkah kita berpikir tentang mengakhiri kehidupan kita ini sekali saja? Demikian putus asanya sehingga rasanya mati adalah jalan satu-satunya?


Tentu tak semua orang punya pemikiran yang sama. Tapi bagaimana ceritanya jika ada yang mati karena mendengar perkataan orang lain? Misalnya dicaci-maki oleh orang melalui sosial media. Saat mengeluarkan caci-maki di sosial media yang langsung dilontaskan pada seseorang, apakah kita pernah memikirkan dampaknya? Bagaimana dampaknya terhadap orang yang mendapatkan caci-maki tersebut?


Apa yang akan kamu rasakan ketika orang yang kamu caci-maki itu lantas mati bunuh diri dan meninggalkan keluarganya? Bisa jadi dia adalah seorang ayah dari seorang anak yang lucu dan istri yang cantik jelita. Bisa jadi pula dia adalah seorang guru yang menjadi panutan murid-muridnya. Tidak menutup kemungkinan pula dia adalah seseorang yang tak punya siapa-siapa.


Apa yang akan kamu pikirkan ketika satu kalimat yang kamu lontarkan padanya menjadi gumpalan salju yang menggelinding ke arah orang yang kamu caci-maki tersebut. Lalu gumpalan tersebut makin lama makin membesar karena setiap ia melewati jalur tertentu ada yang berbaik hati menambahkan salju lainnya.


Pada akhirnya satu kalimat itu menjadi gumpalan bola salju yang tak terbendung besarnya. Menghantam orang yang kamu caci-maki tersebut. Lantas apa yang bisa kita ramalkan akan terjadi? Tentu saja bola salju yang sangat besar itu akan meruntuhkan pijakan orang yang dituju. Dia bisa jadi akan berguling, tertimpa tumpukan salju, lalu mati membeku.


Apakah kekuatan kata-kata yang kita miliki kita ragukan kemampuannya untuk membunuh orang lain?


Mungkin jika kalimat tersebut tidak kita sampaikan di ruang publik dan kita lebih memilih untuk menyampaikannya secara langsung pelan-pelan, akan ada jalan keluar dibandingkan umpatan dan cacian yang bermuntahan.


Namun, bisa jadi niatnya untuk menjatuhkan orang lain, makanya kita akan lebih suka menyampaikannya di ruang publik. Berharap orang lain akan menambah cacian lainnya. Barangkali itu tujuan kita mencaci orang di ruang publik secara langsung. Maka saya harus memaafkan nyinyiran yang lebih banyak diajukan #nomention.


Kekuatan kata-kata yang kita gunakan untuk mencaci orang lain, kadang tidak hanya membuat satu orang mati di dalam keputusasaan. Kemudian perkara lainnya akan muncul, bahwa kematian satu orang itu membunuh sebuah 'keluarga'. Membunuh banyak hati orang yang mencintai.


Masihkah kita senang menggunakan kata-kata kita untuk 'membunuh' orang lain?
Share:
Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes