Warna Favorit (2): Merah Jambu


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat.

Merah jambu. Warna yang paling identik dengan cinta dan jatuh cinta. Warna ini juga lebih diarahkan untuk dikenakan oleh perempuan. Walaupun sebenarnya laki-laki mengenakan pakaian dengan warna merah jambu juga bukan masalah. Tapi banyak yang bilang merah jambu memang warna cewek. Memang sih warna merah jambu menampilkan kesan yang manis.


Merah jambu juga satu di antara warna favorit saya. Di bawah warna putih satu tingkat. Banyak benda miliki saya yang berwarna merah jambu. Terutama pakaian. Baik bawahan atau atasan. Termasuk juga jilbab. Saya punya beberapa jilbab dengan variasi warna merah jambu. Merah jambu yang sedikit pucat, terang, hingga yang warnanya menyilaukan saat terkena cahaya matahari.

Banyak sekali versi warna merah jambu yang bisa kita pilih sebagai koleksi. Waktu dulu tak begitu mengenal perbedaan warna untuk jenis kelamin warna merah jambu rasanya warna yang biasa-biasa saja saat dikenakan oleh laki-laki. Tak ada yang salah dengan itu. Tetapi sekarang banyak laki-laki menolak untuk mengenakan pakaian dengan warna merah jambu. Lebih suka menghindari warna yang satu ini. Dari banyak warna memang warna merah jambu yang paling diidentikkan dengan perempuan sehingga laki-laki banyak enggan memilihnya.

Padahal kadang saya menemukan laki-laki yang mengenakan pakaian dengan warna merah jambu dan tetap terlihat 'laki'. Dari banyak ragam warna merah jambu saya palign suka warna merah jambu yang paling pekat. Merah jambu yang akan berkilau saat terkena pancaran matahari. Tetapi warna ini memang terlalu mencolok perhatian. Jadi kalau sedang tak ingin diperhatikan oleh orang saya lebih suka mengenakan warna merah jambu yang sedikit pucat.

Merah jambu juga banyak digunakan pada hal-hal yang berbau cinta. Saat ada bentuk hati biasanya diberi warna merah jambu. Mungkin karena cinta membuat pipi kita bersemu sehingga warna merah jambu melambangkan cinta di antara manusia satu dengan yang lainnya yang berbeda jenis.

Saat kecil saya juga terbiasa menyebut warna yang sekarang lebih banyak disebut pink ini dengan merah jambu. Karena di kampung saya banyak jambu air yang warnanya pink. Jadi saat melihat warna pink ini kami akan menyebutnya merah jambu.

Di kampung saya memang mudah sekali menemukan jambu air. Tidak hanya bisa dibeli dengan harga murah, banyak yang memberikannya secara gratis. Apalagi di kebun belakang rumah sahabat saya yang rumahnya bersebelahan dengan rumah nenek, berdiri tegak sebatang pohon jambu air. Kami akan memanjatnya bersama untuk mengambil jambu yang bergelantungan di rantingnya.

Warna merah jambu selalu mengingatkan saya pada masa-masa kecil yang indah itu di kampung. Meskipun saat itu belum ada listrik. Saat itu tak punya banyak mainan. Tapi berada di tengah keluarga dan teman terbaik saya sepanjang masa adalah hal yang paling membahagiakan dan tak akan tergantikan dengan apa pun. Banyak hal buruk pula di sana yang sekarang tak lagi menyakitkan untuk diingat.

Hari ini, jika menengok ke belakang, saat saya masih belum duduk di bangku sekolah dasar dan hanya bisa berpikir, kapan ya saya akan besar? Kapan saya akan hidup jauh dari keluarga? Hari ini saya benar-benar telah berada di bagian diri saya yang dulu hanya bisa saya pikirkan. Hanya bisa saya bayangkan setiap malam akan tidur. Tetapi ternyata bayangan yang saya idam-idamkan tersebut, malah menginginkan masa-masa saya maish tak tahu apa-apa itu. Diri saya yang masih bergelantungan di pohon jambu air bersama teman masa kecil saya. Merindukan kakek yang sudah tak ada.

Itulah manusia. Kadang-kadang tak benar-benar memahami apa yag dia inginkan di dalam kehidupan ini. Saat kita hanya membayangkan, kita pikir kita menginginkannya. Namun ketika apa yang kita inginkan tersbeut benar-benar di depan mata, ternyata semuanya tak semulus yang kita bayangkan. Itulah kehidupan. Tak akan ada tantangannya bila tak ada masalah di dalamnya.

Merah jambu. Begitu banyak cerita di balik warna yang satu ini. Warna yang mungkin menurut sebagian orang adalah warna yang melambang cinta. Menurut sebagian lainnya warna yang identik dengan perempuan. Apakah karena lipstik banyak yang warnanya merah jambu? Entahlah. Tapi warna merah jambu bagi saya sendiri adalah warna jambu air yang sejak kecil sering saya temukan di kebun belakang rumah sahabat saya.

Mengingatkan pada persahabatan kami berdua. Saya bahkan masih bisa mengingat rasa jambu air yang segar dari pohon yang kami petik itu. Saya hanya lupa apakah saya dulu pernah jatuh dari pohon jambu air itu.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes