The Power of Kepepet



Sering tidak melakukan hal-hal yang mepet banget waktunya. Istilah di kampung saya sedikit kasar mungkin ya, bunyinya: 'Udah nak teberak baroklah nyarek tenggeran'. Kalimat tersebut diterjemahkan sebagai: 'Sudah mau BAB baru nyari WC'.

Jadi ceritanya tadi malam satu jam sebelum deadline saya baru menuliskan postingan yang saya ikutkan dalam kontes Review Buku Cerita di BalikNoda. Batasnya jika memang tidak ada perpanjangan ya tadi malam pukul 23.00. Jadi ceritanya sejak awal tidak ingin mengikuti terlalu banyak kontes, pengen fokus menulis 4 postingan sehari di blog ini. Kalau pengen banyak liburnya ya menulis untuk beberapa hari sekaligus dan membuat postingan berjadwal.

Eh tapi karena banyak Emak2Blogger yang ikutan dan bahkan saya ikutan diajak, tak bisa berkelit lagi, ya sudah saya iyakan saja akan mengikuti kontes tersebut. Tidak berharap akan kemenangannya sih, malah karena ingin menetapi janji saja. Tadi malam benar-benar dilema karena saya sejak awal memang tak menuliskannya sama sekali. Maklum beberapa hari ini banyak sekali kesibukan di luar dan untuk menulis review buku bukanlah keahlian saya. Belum terbiasa aja menuliskan tentang review buku. Dari banyak review dapat dipastikan review buku adalah yang paling sedikit muncul di blog ini.

Ada rasa tidak enak kalau tidak menulis postingan buat kontes dan masih ada waktu untuk menyelesaikannya. Jadilah review yang saya tulis dengan judul Review Buku Cerita di Balik Noda: Ada Hikmah dari SetiapNoda saya ikutkan ke kontes tersebut.

Rasanya itu adalag review yang paling cepat saya selesaikan. Saat memulai menulis saya melihat jam menunjukkan 21.48 dan saya menyelesaikannya 15 menit kemudian. Pukul 22.03 tulisan tersebut rampung. Mungkin inilah manfaat yang akhirnya saya dapatkan karena latihan menulis sebanyak-banyaknya setiap hari. Belum berhenti kalau jari belum pegal dan alhamdulillah belum pernah kehabisan inspirasi untuk dituliskan di blog ini. Bahkan dengan terlalu banyak posting dalam sehari kita akan menggali materi yang sama berulang-ulang dan pada akhirnya kita menulis lebih dalam di satu blog.

Itulah 'the power of kepepet' yang tadi malam saya gunakan untuk menghasilkan tulisan buat lomba. Seandainya jemari saya bisa digunakan semuanya untuk mengetik mungkin saya akan lebih cepat menuliskan postingan untuk blog ini. Antara kewajiban menulis empat postingan sehari di bulan April yang harus diselesaikan dengan kepengen mengetik sepuluh jari yang tak juga tercapai. Dilema.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes