Perempuan Inspiratifku (6): Mbak Temi


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.


Katanya perempuan mahluk multitasking. Bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Tapi bagaimana jika yang dilakukan adalah peran di dalam kehidupan. Kalau saya sendiri sih sejak dulu hingga sekarang ingin berkarir di dalam rumah sebagai seorang ibu. Rasanya tak ingin kehilangan banyak momen yang bisa dihabiskan bersama anak dan suami. Itu baru impian sih. Nikah aja belum ya?

Di Radio Volare ada seorang perempuan yang sangat menginspirasi di dalam kehidupan saya. Dia berperan dengan baik sebagai seorang ibu dua anak. Sibuk pula sebagai dosen di sebuah fakultas di Universitas Negeri. Kemudian menjabat Programme Director pula di Radio Volare. Bahkan kadang bersiaran sesekali dalam seminggu.

Hebat bukan?

Saya sendiri tak pernah membayangkan apa jadinya jika saya memiliki pekerjaan sedemikian banyaknya. Dulu memang saya pernah punya tiga kegiatan yang harus saya lakukan setiap hari. Di tambah melakukan berbagai pekerjaan rumah. Ternyata saya tidak sanggup untuk melakukan semuanya. Banyak hal yang akhirnya terbengkalai bahkan saya sempat jatuh sakit karena kelelahan.

Beberapa hal yang saya rasa bisa saya tinggalkan akhirnya tidak saya lakukan lagi sekarang. Seperti membuat desain kerudung paris. Lalu berhenti mengajar pula di sebuah pusat bimbingan belajar. Memutuskan lebih fokus untuk bersiaran dan ditambah ngeblog sih sekarang. Karena saya memang kesulitan untuk membagi waktu untuk istirahat dan bersenang-senang disela jam kerja. Belum lagi harus mencuci baju dan menyetrikanya. Ternyata sangat melelahkan.

Sekarang kegiatan cuci baju dan setrika sudah diberikan pada laundry. Padahal pekerjaan saya sudah dikurangi. Ternyata saya cukup merasa kesulitan untuk beristirahat apabila harus mencuci baju dan menyetrika.

Kembali lagi pada perempuan yang menginspirasi saya ini. Apa yang saya pelajari dari Ibu Dewi Utami ini adalah beliau menunjukkan pada saya bahwa setiap orang tidak memiliki batas selama dia mau melakukannya. Selama dia mau disiplin dan siap menghadapi segala risikonya. Mbak Temi, demikian saya memanggilnya, dari banyak perempuan yang saya kenal adalah perempuan yang paling multitasking dalam melakukan semua pekerjaannya.

Banyak sekali yang dia lakukan yang kadang-kadang membuat saya merasa terkagum-kagum. Karena selama ini saya lihat semua perannya ternyata bisa dia perankan dengan baik. Menjadi seorang ibu untuk dua anak saja rasanya sudah cukup membutuhkan perhatian dan waktu yang lebih. Belum lagi mengurus suami dan mahasiswa.

Bercermin pada diri sendiri yang pengennya banyak istirahat dan santai dalam sehari memang tidak memungkinkan. Saya termasuk orang yang suka memilih-milih pekerjaan. Kalau saya tidak suka tidak akan saya lakukan. Namun kalau memang saya menyukainya, saya bisa tenggelam di dalam pekerjaan tersebut.

Saya pikir harusnya saya meniru apa yang Mbak Temi bisa lakukan di dalam kehidupannya. Menjalankan tugas sebagai seorang istri, ibu, dosen, penyiar, dan programme director dalam satu tubuh. Satu raga. Setidaknya walaupun saya hanya mengambil beberapa peran, yaitu sebagai istri dan ibu, saya harus bisa mengemban tugas tersebut dengan sebaik-baiknya.

Mungkin banyak di antara teman-teman yang lain sama multitaskingnya dengan Mbak Temi tetapi karena saya bertemunya dengan beliau, maka dialah yang saya tuliskan di dalam postingan ini. Saya yakin di luar sana masih banyak perempuan yang menginspirasi lainnya yang bisa membuat orang di sekitarnya ingin melakukan hal yang sama menginspirasinya atau bahkan lebih.

Kamu, siapa perempuan inspiratifmu?
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes