Let's Talk About Pontianak (7): Bubur Pedas/Bubor Paddas


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.


Jangan bayangkan apa yang saya ceritakan ini adalah makanan yang terbuat dari cabai dan butuh usaha keras termasuk keringat di dalamnya untuk menghabiskan semangkuk saja. Bubur pedas atau lebih dikenal dengan sebutan 'bubor paddas' adalah panganan yang terbuat dari beragam sayuran. Jadi 'paddas' yang dimaksudkan adalah banyak campurannya. Bukan rasanya yang pedas cetar membahana. *eh

Awalnya bubor paddas ini adalah makanan khas yang berasal dari Sambas. Bukan Pontianak. Tetapi karena ibukota provinsi Kalimantan Barat adalah Pontianak, makanya orang akan mengenal bubor paddas sebagai makanan khas dari Pontianak. Sama dengan jeruk yang dikenal di daerah luar Kalimantan Barat sebagai jeruk Pontianak. Sebenarnya jeruk-jeruk itu dibawa dari sambas dan dipasarkan di Pontianak. Jadi kalau bertanya di Pontianak jeruk yang mereka jual dari mana, jangan ragu untuk membelinya saat mereka menjawab jeruk tersebut berasal dari Sambas, karena memang dari Kabupaten Sambas-lah jeruk tersebut berasal. Tepatnya Kecamatan Tebas yang menjadi penghasil jeruk paling besar di Sambas.

Kemudian jeruk tersebut disebut orang sebagai jeruk Pontianak.


Kembali lagi ngomongin soal bubor paddas. Ini adalah panganan yang sangat sehat. Di daerah Sambas biasanya kalo ada acara kumpul-kumpul keluarga besar, bubor paddaslah yang akan dibuat. Selain karena rasanya yang enak dan sehat karena terdiri dari beragam sayuran segar, bubor paddas juga membuat anggota keluarga bergotong-rotong membuatnya. Beragam sayuran akan dipotong sesuai selera. Ada juga yang akan dilepas dari batangnya, hanya diambil daunnya untuk pakis-pakis yang batangnya keras. Bumbu-bumbu juga akan dihaluskan setelah disangrai.

Bubor paddas selain mudah dibuat beramai-ramai juga tidak butuh banyak biaya, kecuali jika memang ingin menambahkan daging sapi yang dicincang ke dalamnya. Biasanya untuk taburan di atasnya cukup daun bawang, daun seledri, ikan teri, kacang tanah, dan bawang yang telah digoreng.


Bubur ini sepintas memang mirip bubur manado. Tetapi jumlah sayurannya lebih banyak dan lebih beragam dibandingkan bubur manado. Waktu perpisahan SMP dulu kelompok saya membuat bubor paddas karena memang lebih gampang. Bumbu bisa disiapkan sehari sebelumnya di rumah. Jadi saat di sekolah kami hanya tinggal memasaknya di dalam panci. Tidak ribet memasaknya yang ribet itu menyiangi sayurnya. Maklum masih anak-anak. Maunya main-main malah diminta masak buat perpisahan dan sekaligus mengambil nilai ekstrakurikuler.

Kalo kangen pengen makan bubor paddas ini saya punya warung favorit yang menyediakan bubor paddas dengan harga sangat miring. Semangkuk hanya dihargai Rp6.000 untuk bubor paddas biasa. Jadi tidak ada daging sapinya. Hanya diberi kacang tanah dan ikan teri goreng beserta taburan bawang goreng.

Tapi tentu saja tak semua orang bisa memakannya karena tampilannya yang kadang membuat orang tidak selera. Sepintas memang tidak karuan. Apalagi untuk orang yang bukan dari Kalimantan Barat. Tapi kalau sudah suka pasti akan ketagihan untuk merasakan nikmatnya bubor paddas ini.

Bubor paddas pertama yang saya kenal tentu saja dari rumah nenek. Nenek memang koki terhebat sepanjang masa. Semua masakan daerah dia bisa. Masih banyak masakan daerah yang dia perkenalkan di keluarga besar kami. Nanti saya akan tuliskan masakan lainnya yang masuk ke mulut saya dari tangan hebat nenek.

Bubor paddas ini cocok sekali disajikan untuk anak-anak yang sulit untuk makan sayur. Rasanya yang bercampur dengan bumbu khas tentunya membuat anak-anak suka. Soalnya saya mengenal makanan ini saat masih anak-anak dan waktu itu masih suka pilih-pilih jika diminta makan sayur.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes