Let's Talk About Pontianak (4): Pacri Nanas


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.

Sejak kecil saya memang sudah punya makanan favorit yang dimasak nenek. Banyak sekali makanan khas Kalimantan Barat yang menjadi kesukaan saya. Satu di antaranya adalah Pacri Nanas. Selama ini nanas mungkin hanya dikenal sebagai buah yang bisa dibuat jus atau dirujak. Berbeda dengan yang ada di Kalimantan Barat sendiri. Nanas biasanya dibuat pacri. Terdengar seperti pastri? Namanya mungkin mirip tapi ini jauh sekali dari yang namanya kue atau panganan ringan lainnya.

Pacri nanas sebenarnya adalah sejenis sayur yang biasa dimakan dengan nasi. Banyak sih yang merasa hal ini agak aneh. Ternyata tak banyak yang mengetahui kalo di Kalimantan Barat nanas sering dimasak sebagai sayur. Baik itu sebagai pacri atau sebagai tambahan pada masakan ikan asam pedas dan sejenisnya yang membutuhkan rasa asam. Jadi lupakan sejenak jika ada yang ingin memasak nanas yang tidak termakan di kulkasnya menjadi selai. Mendingan dimasak jadi pacri aja. Selain bisa membuat anak-anak yang malas makan sayur dan buah punya pilihan baru untuk memakan nanas, siapa tahu suaminya tambah senang makan di rumah. *eh




Waktu kecil saya sendiri tidak merasa ada yang aneh dengan pacri nanas. Karena sering sekali ditemukan pada acraa kenduri di kampung saya. Nenek juga sangat jago membuat pacri nanas yang lezat. Jangan takut melihat tampilannya yang merah merona. Masakannya ini jauh dari yang namanya pedas. Warna merahnya berasal dari bumbu dan cabai kering yang digunakan. Biasanya nenek saya memang lebih suka menggunakan cabai kering untuk memasak. Selain rasa pedasnya yang bisa ditelorir oleh anak-anak warnanya juga jauh lebih merah.
Sudah lama sebenarnya masakan ini tidak dibuat nenek saya dan saya sendiri pun jarang pulang kampung. Tapi saya beruntung karena ada rumah makan yang menyediakannya. Hanya rumah makan Melayu sih yang punya pacri nanas di menu mereka.

Dulu waktu kecil saya bahkan bisa makan berkali-kali tanpa lauk apa-apa. Hanya ditemani oleh pacri nanas dan sepiring nasi hangat. Kuahnya dibanyakin. Mantap sudah. Ingat masa-masa itu rasanya menyenangkan sekali. Tanpa tahu betapa istimewanya makanan yang saya santap tersebut. Belum tentu teman-teman yang sekarang baca tulisan ini saat masih kecil dikenyangkan dengan nasi dan pacri nanas bukan?

Cara membuatnya juga mudah banget kok. Yuk intip resepnya di sini.

Bahan:

  1. Nanas 1 buah dikupas dan potong membentuk setengah lingkaran setebal 1cm
  2. Ketumbar 2sendok makan
  3. Dasmanis seujung jari
  4. Kayu manis 2cm
  5. Cengkeh 2biji
  6. Cabe panjang merah bisa bsah atau kering
  7. 4 buah Bawang merah 3siung (2siung untuk dgoreng, 1siung untuk bumbu)
  8. Bawang putih 2 siung
  9. Garam secukupnya
  10. Gula merah 2sendok makan
  11. Pati Santan 1/2liter
  12. Kunyit 1 cm

Cara membuat: Tumbuk semua bumbu sampai halus. Lalu ditumis. Setelah harum masukan potongan nanas. Lalu masukan santan. Aduk-aduk smpai mendidih. Lalu masukan gula merah. Masak sambil diaduk sampai mengental.

Biasanya ada juga yang mencampur sayur terong ke dalam pacri nanas ini dan membuat kuahnya lebih banyak sehingga tidak begitu kental. Semuanya bergantung selera sih. Saya sendiri lebih suka yang kental dan merah. Di Pontianak rumah makan yang menyediakan menu ini adalah Rumah Makan Rio. Satu di antaranya bisa ditemukan di Jalan Merdeka. Jadi kalo mampir ke Pontianak jangan lupa mencoba makanan ini ya. Buat yang ingin mencoba resepnya juga bisa langsung dicatet resepnya.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes