Langsung ke konten utama

Kamu Nulis Apa di Blog?


Pertanyaan seperti 'kamu nulis apa di blog?' seberapa sering kamu dapatkan? Tiap hari? Atau setiap kali ada orang yang menganggap kegiatan ngeblog kurang menyenangkan lalu bertanya seperti itu? Bisa jadi karena dia menganggap bahwa ngeblog sepertinya sia-sia dan membuang banyak waktu. Terakhir mungkin juga ada yang masih asing dengan blog. Jadinya bertanya-tanya, apa saja sih yang kita tuliskan di blog?

Saat mendapatkan pertanyaan yang bentuknya kurang lebih sama. Jawaban saya masih tak pernah berubah. Saya menuliskan apa yang saya mau di blog. Kalau lagi mau dapat uang dari blog ya menulis review produk yang diminta pengiklan. Sedang suntuk ya curhat. Apa saja yang lewat di kepala akan saya tuliskan begitu saja. Semakin banyak rasanya 'harta karun' yang akan saya tinggalkan untuk orang lain semakin banyak. Butuh waktu yang panjang pula untuk menyelesaikan semua tulisan yang ada di blog ini.

Semua postingan yang ada di blog ini seperti potongan sebuah gambar yang tak pernah ada habisnya. Wujudnya masih tak jelas di mata. Mungkin butuh lebih banyak tahun untuk menunjukkan warnanya yang sebenarnya.

Mungkin ada orang yang suka menulis itu temanya memang sudah ia pikirkan sejak awal. Di tata rapi dengan baik. Namun harus diakui pula banyak yang seperti saya. Banyak sekali yang dipikirkan, dialami, dilihat, didengar, dan dirasakan. Membagikannya melalui blog hanya agar orang lain seakan merasakan pengalaman yang terjadi pada kita.

Jadi intinya, saya menulis apa saja yang saya mau di blog ini tanpa batasan orang lain, selama tidak melanggar undang-undang negara rasanya itu akan terus aman ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan