Langsung ke konten utama

Dapat Ide Menulis dari Mana?



Ini adalah satu di antara banyak postingan yang idenya datang dari orang yang mengajukan pertanyaan pada saya. Dia beranggapan bahwa saya sangat produktif. Saya akui ada beberapa bulan yang saya memang sangat produktif. Namun ada juga bulan-bulan yang saya hanya mampu mengisi satu postingan setiap harinya. Bahkan ada hari yang kosong tanpa tulisan. Saya tak akan menjelaskan alasannya. Tapi tentu saja setiap air pasang akan ada surutnya. Harapan saya terhadap diri saya sendiri adalah, sesurut-surutnya jangan sampai saya tak menghasilkan satu tulisan pun untuk diterbitkan di sebuah tanggal.

Rasanya sayang melewatkan hari tanpa menghasilkan tulisan yang bisa dibaca orang. Setidaknya satu tulisan.

Postingan ini muncul karena ada yang bertanya pada saya. Dari mana datangnya sedemikian banyak ide untuk menuliskan setiap postingan yang ada di blog ini. Datangnya sebenarnya dari mana saja! Bahkan dari pertanyaan orang terhadap saya. Entah yang ada di kotak komentar atau di WhatsApp. Banyak sekali pertanyaan yang saya dapatkan setiap harinya dari banyak orang dan saya bahkan tak menjawab semuanya melalui postingan.

Buat teman-teman yang bertanya-tanya dari mana datangnya semua tulisan ini. Banyak kok yang muncul karena pertanyaan. Bahkan pertanyaan tentang ide itu sendiri bisa menjadi bahan tulisan saya yang baru. Banyak hal kok yang bisa kita tuliskan. Hal-hal kecil yang mungkin luput dari perhatian kita. Kalau teman-teman bingung mau menulis apa coba berinteraksi dengan orang lain atau berinteraksi dengan diri sendiri. Ajukan pertanyaan atau coba buat orang bertanya pada anda. Kemudian tuliskan jawabannya di postingan blog.

Jadi ide tulisan di blog ini datangnya dari mana? Tepatnya dari isi kepala saya yang mengubah semua hal yang ada di sekitar menjadi sesuatu untuk dituliskan dan diceritakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan