8 Desember 2012

Modus Penipuan



Hadeh, beberapa waktu yang lalu hampir saja saya ditipu oleh dua orang yang berkomplot untuk menipu saya. Apakah saya harus mengatakan pada mereka bahwa modus mereka itu, so laaaaast year!

Kita ulang dari awal ya, akhir bulan November saat kami semua di Radio Volare dalam masa berkabung atas meninggalnya pimpinan Radio Volare, Pak Amir yang telah memimpin Radio Volare selama lebih dari 39 tahun diusianya yang ke-63. Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang beliau karena saya jarang bertemu dengannya. Tapi yang selalu saya lihat dari dirinya adalah bagian dirinya yang selalu terlihat sebagai pemimpin yang berwibawa.

Tentu saja itu tidak ada kaitannya dengan penipuan yang terjadi pada saya.

Waktu itu siang. Tiba-tiba saya mendapatkan telpon dari seseorang yang katanya dari Surabaya dan ingin membeli 10 loyang lapis legit dan 10 kilogram stik keladi. Terdengar sangat menguntungkan bukan. Kalau untuk satu paket saya bisa untung 10.000IDR, berarti total saya mendapatkan 200.000IDR. Dalam satu hari mendapatkan uang sebanyak itu tentunya menyenangkan. Siapa yang tidak suka dapat uang halal bukan?

sumber gambar: metrotvnews

Tidak ada kecurigaan sama sekali hingga saya mengirimkan pesan singkat untuk mengabarkan total uang yang harus mereka bayar. Saya masih berpikiran positif bahwa akan ada orang yang memborong sebanyak itu untuk oleh-oleh Pontianak. Harusnya saya sadar sejak awal saya mengirimkan jumlah yang harus mereka bayar dengan rincian lengkap. Harga barang perkilo dan perloyang. Total ongkos kirim ke alamat yang dituju.

Beberapa jam kemudian mereka mengatakan sudah mengirimkan uang dan meminta saya mengecek saldo rekening saya. Karena saya mengaktifkan internet banking di rekening Bank Mandiri saya, bukan hal yang sulit untuk mendapatkan total uang yang ada di rekening saya. Saat saya memeriksanya uangnya sama sekali tidak bertambah satu rupiah pun. Sementara saya sendiri sudah memesan 10 loyang lapis legit.

Orang yang tadinya memesan ini mengatakan saya harus memeriksanya langsung melalui mesin ATM. Padahal apa bedanya mesin ATM dengan internet banking? Dua-duanya berada di jaringan yang sama. Mengapa harus memeriksa di mesin ATM lagi untuk memastikan uangnya sudah masuk atau belum? Kalau di internet banking tidak ada pertambahan saldo, itu artinya sama saja jika memeriksanya melalui mesin ATM. Bahkan akan sama hasilnya di meja teller.

Saya yang masih setengah mengantuk karena baru bangun dari tidur siang, tidak begitu curiga. Masih 90% yakin orang ini benar-benar akan membeli. Hingga akhirnya ketika saya berada di depan mesin ATM sang pembeli yang mulai sebagai musang berbulu domba. Dia mengatakan bahwa dia mengirim uang dari bank yang berbeda sehingga harus melakukan langkah-langkah yang dia berikan.

Semua langkah yang dia berikan benar-benar sebuah langkah yang akan kita lakukan untuk mengirim uang ke rekening yang lain. Mereka secara tidak langsung menipu saya untuk mengirim uang yang ada di rekening saya hingga tersisa uang minimal di sana. Menyedot habis tanpa sisa. Katanya dengan nada suara yang meyakinkan bahwa apa yang dia minta untuk saya lakukan adalah langkah untuk membuat uang yang mereka kirim masuk dengan berhasil ke rekening saya.

Bukankah yang namanya menerima uang yang ditransfer dari rekening yang lain tak ada kaitan dengan langkah yang mereka berikan?

Seumur hidup saya penerima uang hanya perlu menunggu uang masuk ke rekeningnya. Tak ada cerita harus membuat sukses uang tersebut masuk ke rekeningnya dengan mengirim uangnya ke rekening orang lain.

Apabila ada orang dengan modus yang sama meminta kita melakukan langkah seperti pengiriman uang untuk 'katanya' menerima uang, itu adalah total penipuan. Tidak ada cerita seperti itu untuk menerima uang. Apalagi jika dia menanyakan jumlah saldo yang tersisa di rekening kita. Itu adalah modus untuk menyedot uang dari rekening kita dengan menempatkan uang yang harus ditransfer itu dengan jumlah akhir yang akan tersisa di rekening kita 100.000IDR. Meskipun dia dengan mudah menyebutkan sederet angka yang mirip dengan kode, itu tak jauh dari jumlah uang yang akan mereka terima jika kita melakukan persis seperti yang mereka minta.

Menggunakan jemari kita sendiri untuk mengkhianati kita. Mereka pikir apa yang mereka lakukan adalah langkah yang cerdas dengan berpura-pura menjadi teller bank yang mengatakan sedang mencoba untuk membuat uang masuk ke rekening kita, padahal sebenarnya sedang melakukan sebaliknya, itu langkah yang sangat bodoh untuk menipu seseorang. Apalagi sebenarnya saya jarang menyisakan banyak uang di rekening Bank Mandiri saya.

Buat siapa pun yang berdagang secara online berhati-hatilah, karena di luar sana ternyata penipu tidak hanya berpura-pura sebagai pedagang tetapi juga sebagai pembeli. Clever enough? Menurut saya yang namanya penipu itu tak lebih dari sekumpulan orang bodoh yang tak tahu caranya menghasilkan banyak uang dengan halal.

Penipu saya kemarin mengaku namanya Haji Lukman. Tetapi ketika meminta saya memeriksa uang yang masuk ke rekening mereka menyebut nama 'Edy S'. Alamatnya Jl. Raya Rungkut Menanggal no. 47 Kelurahan Penjaringansari Kecamatan Rungkut, Surabaya. Paling penting nomor telpon yang digunakan adalah 082333321774. Mungkin mereka selalu mengganti nomor ponselnya. Setidaknya nomor yang digunakan sebelumnya untuk menipu saya mengindikasikan lokasi mereka ada di mana. Nomor tersebut bukan area Kalimantan Barat sih, ada yang tahu?

Related Posts

Modus Penipuan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).