Langsung ke konten utama

Kubuntu It Up!

Akhirnya menggunakan Kubuntu 12.04 setelah beberapa hari yang lalu Kubuntu 12.10 tidak bisa digunakan tanpa alasan yang bisa saya ketahui. Mungkin banyak yang akan bilang Kubuntu mirip dengan Win 7. Padahal ketika saya menginstallnya di netbook tampilannya jauh dari Windows. Tapi bukan masalah yang besar selama saya bisa menggunakannya dengan baik dan tidak tertunda menulis postingan yang diwajibkan di blog ini.

Sejak awal saya sudah mengetahui program apa saja yang saya butuhkan di dalam perangkat ngeblog saya. Saya suka menonton film sehingga saya suka menginstall VLC di dalamnya. Saya bahkan sampai hapal cara menginstallnya melalui terminal meksipun Kubuntu telah menyediakan tempat menginstall aplikasi tanpa menghapal perintah di terminal.


Kalau memang ada yang mencari-cari cara menginstall VLC di linux, terutamanya Kubuntu, bisa menggunakan perintah:

sudo apt-get install VLC

Apabila memang belum masuk ke root akan ada permintaan password, tinggal mengetikkan password yang kita buat untuk Kubuntu pada saat menginstall pertama kali.

Selain VLC saya lebih nyaman menggunakan Chromium untuk aktivitas berselancar di dunia maya. Selain saya bisa menautkan akun google saya, saya suka dengan tema dan ekstensi yang ada di Chrome Store. Untuk menginstall Chrome atau Chromium di linux atau Kubuntu bisa menggunakan perintah di bawah ini:

sudo apt-get install chromium-browser chromium-browser-l10n

Terakhir saya membutuhkan Writer dari LibreOffice. Kebetulan memang sudah tersedia di Kubuntu 12.04 sehingga saya tidak perlu menginstallnya lagi. Masih belajar sih menggunakan Kubuntu yang satu ini, semoga aja tidak bosan dan bisa mahir menggambar di sini.

Yap! Saya ingin belajar hal yang baru di sini. Bagaimana dengan komputermu? Pake apa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan