Langsung ke konten utama

Menuju 1.000.000 Pengunjung



Banyak orang yang jago SEO di luar sana yang pastinya setiap hari mendapatkan banyak pengunjung. Sejak awal saya membangun blog ini sama sekali tidak mempelajari bagaimana caranya membangun SEO yang baik. Bahkan saya sama sekali tak tahu apa itu SEO awalnya. Begitupula dengan Alexa Rank yang tiba-tiba menjadi sesuatu yang harus saya perhitungkan apabila memang ingin blog ini menghasilkan uang.

Berawal dari Page Rank 2 dibulan-bulan pertama dan setahun pertama akhirnya meningkat menjadi 3. sekarang pengunjungnya mencapai ratusan ribu. Padahal awalnya blog ini benar-benar sepi pengunjung. Sebenarnya sih kalau hanya berniat menulis tak ada masalah pengunjungnya ada atau tidak, tapi beda cerita apabila ingin membuat blog ini sebagai bagian pencetak uang. Butuh pengunjung dong ya biar orang rame datang buat pasang iklan.

Alhamdulillah awalnya pengunjung harian hanya 50-100 sekarang berkisar 1.000-4.000 dalam sehari. Alexa Rank yang awalnya puluhan juta bisa dirampingkan menjadi 300ribuan. Bahkan sempat 200ribuan beberapa bulan yang lalu. Alexa Rank sepertinya memang bisa mengalami pasang surut. Tapi tetap senang tanpa memahami SEO dengan baik apalagi menerapkannya, ternyata tetap bisa membuat orang berkunjung ke sini. Tidak tahu kata kunci apa yang membuat mereka kesasar kemari. Tak sedikit pula yang memang datang karena bantuan tautan blog yang saya sebar di beberapa media sosial.

Tak terasa pengunjungnya beberapa waktu lagi, tak tahu tepatnya kapan akan genap bahkan lebih dari satu juta. Blog yang lahir 2 Mei 2011 ini, masih mampu saya rawat setiap hari dengan mengisinya dengan banyak tulisan. Semoga saya masih bisa melihat blog ini saat pengunjungnya genap 1.000.000.

Tentu saja keberhasilan seorang blogger membangun blog itu bukan dilihat dari seberapa banyak orang yang mengenal blognya. Seberapa mampu dia menempatkan blognya di peringkat pertama di mesin pencari. Menerapkan SEO terbaik di tulisan-tulisannya. Setiap orang punya cara mengukur keberhasilannya masing-masing. Ada blogger yang merasa berhasil dengan kemampuannya menemukan SEO yang tepat dan membuatnya berada di posisi teratas mesin pencari. Ada blogger yang merasa berhasil dengan mendapatkan banyak komentar yang mampir di blognya setiap hari. Ada pula blogger yang merasa berhasil dengan kemampuannya merampingkan Alexa Rank. Banyak pula yang merasa bangga dengan Page Rank yang tinggi.

Tak ada yang salah dengan tolak ukur setiap orang.

Tolak ukur saya sendiri sebenarnya sederhana. Ketika saya tahu tujuan saya menulis untuk meninggalkan sejarah pada anak cucu saya nantinya, saya sudah merasa berhasil hanya dengan menulis setiap hari di blog ini. Mendapatkan penghasilan dari blog adalah bonus. Teman-teman sesama blogger yang setia mampir juga bonus tak ternilai harganya. Sama dengan ilmu yang setiap hari saya dapatkan dengan membaca blog orang lain. Semuanya menjadi menyenangkan.

Menuju satu juta pengunjung di blog ini bukanlah cita-cita atau impian saya, tetapi saya menulis ini hanya karena ingin menghargai semua orang yang telah membuat angka tersebut tercapai. Terima kasih karena sudi berkunjung ke sini. Tak ada yang bisa saya berikan selain postingan-postingan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan