Langsung ke konten utama

Belajar Dari Kegagalan



Berapa kali dalam hidup ini kita berada di posisi gagal. Sebenarnya gagal itu baik atau buruk tidak sih jika kita alami? Semuanya bergantung sih pada individu masing-masing. Banyak orang di dunia ini kegagalan adalah sebuah pertanda bahwa dia harus berhenti tapi tak sedikit pula yang mengartikan kegagalan sebagai langkah awal untuk dia mencoba kembali. Entah mencoba hal yang sama atau mencoba hal yang baru.

Tapi apakah kegagalan membuat kita takut untuk mencoba lagi itu yang perlu kita pikirkan.

Coba kita perhatikan diri kita saat kecil. Kita pernah belajar untuk melangkahkan kaki kita yang pertama kali. Apakah begitu kita melangkah satu kali kita bisa langsung berlari? Tentunya kita akan mengalami jatuh berkali-kali hingga akhirnya kita bisa berlarian ke sana kemari. Sama ketika kita belajar menaiki sepeda, kita belajar menyeimbangkan sepeda dengan tubuh kita sampai suatu waktu, kita mengayuhnya sedemikian kencang dan merasa kita telah berhasil menaklukan tantangan.

Entah mengapa anak kecil yang dulunya tak takut untuk mencoba apa pun walau kegagalan berkali-kali menyapanya. Dia tetap saja meneruskan apa yang ingin dia lakukan, kemudian dia berhasil melakukannya. Bagaimana dengan diri kita yang sekarang? Apakah kita masih anak kecil yang dulu itu, anak kecil yang apabila telah jatuh mau bangkit lagi untuk mencoba kesekian kalinya?

Atau kita lalu memutuskan untuk meninggalkan ketidakamanan tersebut dan lebih memilih melakukan sesuatu yang memiliki tingkat risiko lebih rendah. Lebih suka dengan kepastian. Sesuatu yang terjadwal dan tidak berniat melakukan 'petualangan' yang lebih berbahaya. Setiap orang berhak melakukan apa pun yang dia inginkan. Sesuai dengan apa yang dia percaya. Namun kita harus ingat, ketika kita sama-sama masih belajar berjalan, kita semua sama-sama tidak takut untuk bangkit setelah jatuh. Semangat yang sama. Kemampuan yang sama. Seharusnya.

Ketika mengalami kegagalan, jadikanlah hal tersebut sebagai pelajaran bahwa apa yang kita lakukan harus kita ulang lagi dengan cara yang lebih baik. Pasti ada sebuah formula yang benar untuk membuatnya berhasil. Kegagalan artinya kita belum menguasai ilmu untuk mencapai keberhasilan di dalamnya. Sama seperti ilmuwan yang ada di dunia ini. Mereka mencoba berkali-kali, bahkan ribuan kali hanya untuk membuat penemuannya berhasil.

Tak dapat dibayangkan apabila tak ada orang yang berani belajar dari kegagalannya dan menemukan jalan yang benar untuk tiba di tonggak keberhasilan. Jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada jika kita masih mau terus mencoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan