Langsung ke konten utama

Bagaimana Kalau Tak Ada Media Sosial?



Dulu, beberapa tahun yang lalu, rasanya memiliki usaha yang bisa menjangkau seluruh penjuru negeri hanya ada dalam mimpi. Internet 7-8 tahun yang lalu masih menjadi barang mewah bagi mahasiswa seperti saya dan masih ramai orang yang mendatangi warnet sekadar untuk membuka e-mail atau mencari bahan tugas kuliah.

Beberapa tahun berlalu. Facebook tidak dapat kita pungkiri menjadi media sosial yang cukup menghipnotis masyarakat dunia. Banyak sekali di antara kita yang awalnya membuat e-mail masih mengharapkan bantuan teman. Bahkan berpikir apa gunanya memiliki e-mail. Tetapi kemudian semuanya berubah setelah menampakkan wajahnya untuk umum. Untuk masyarakat di seluruh dunia.

Berawal dari facebook saya mengenal yang namanya bisnis online. Saya melihat ada beberapa orang yang menggelar lapak di facebook dan mendapatkan keuntungan. Toko yang dibuka secara gratis di facebook masih belum seramai sekarang. Tak banyak orang yang memiliki facebook memanfaatkannya untuk berdagang.

Saya awalnya membuat facebook karena mendengar teman yang mengatakan ada yang lebih seru dibandingkan friendster. Setelah dibuat bingung harus diapakan. Hingga akhirnya menemukan cara memanfaatkannya. Saya mulai membuka lapak sendiri. Dibandingkan toko jilbab lain yang menawarkan jilbab paris aneka rupa, saya memberikan jilbab paris yang berbeda. Saya belajar menjahir waktu itu untuk menghasilkan desain saya sendiri.

Akun lapak saya yang pertama namanya 'Hani Jualan Kerudung'. Sekitar dua tahun saya berdagang di facebook dan sedikit lelah karena harus mengerjakan semuanya sendirian. Orderan pun mulai sepi karena banyak lapak-lapak yang ikut mengais rezeki di facebook. Saya kemudian mengajar dan siaran di Radio Volare. Sejenak saya melupakan hasrat bisnis online saya.

Lalu pada saat Pesta Blogger 2010 diadakan, saya tertarik untuk membangun blog yang sudah bertahun-tahun saya terlantarkan. Perlahan-lahan saya melanjutkan keinginan saya menulis di blog. Lalu saya sadar saya bisa membuka lapak lagi sekarang. Di tempat yang tak serius facebook yang penuh sesak oleh status, foto, dan tentunya promosi dagangan. Sekarang facebook lebih pada tempat untuk saya membagikan tautan yang akan membawa orang ke blog saya. Membaca tulisan saya lebih intim dibandingkan di facebook yang tentunya bisa saja terganggu oleh notifikasi lain.

Di blog saya mulai mereview produk-produk makanan khas Pontianak. Banyak orang yang ternyata tertarik untuk membeli dan meminta saya mengirimkannya ke alamat mereka.

Saat itu saya berpikir, ini bisa jadi bisnis yang besar jika digeluti dengan serius. Saya pun semakin banyak membuat tulisan tentang makanan yang ada di Pontianak. Tetapi dengan cara yang sama sekali jauh dari mengiklankan agar dibeli. Melainkan lebih pada memperkenalkan makanan khas kota kami. Walaupun di bagian akhir tak lupa menyisipkan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Beberapa bulan setelah itu saya pikir saya harus mulai memisahkan toko online dengan blog personal saya. Jadi saya membuat blog baru dengan tampilan sederhana. Judulnya Oleh-Oleh Pontianak. Setiap bulannya selalu saja ada yang memesan oleh-oleh dari saya. Padahal saya tahu, masih banyak pedagang lain yang lebih dulu menjual dagangan yang sama dibandingkan saya. Tetapi sama seperti orang lain, saya juga membeli barang biasanya bukan harga dulu yang saya lihat tetapi seberapa besar kepercayaan saya terhadap penjual yang saya datangi toko onlinenya tersebut. Baru melihat harga yang ditawarkan.

Personal branding memang sangat penting untuk setiap pedagang. Membangun image yang bisa dipercaya oleh pelanggan yang berniat berbelanja di tokonya. Blog personal, facebook, dan twitter termasuk tumblr yang jarang saya buka, ternyata sangat berhasil membuat saya terlihat benar-benar wujud di dunia maya.

Internet hanyalah alat, kita bisa mengambil manfaat darinya atau malah mendapatkan banyak mudarat. Semuanya bergantung pada pilihan kita. Saya memilih internet sebagai media untuk membangun diri saya yang seakan-akan nyata bagi orang lain walaupun sebelumnya tak pernah saling bertemu.

Tak dapat saya bayangkan berapa biaya yang harus saya keluarkan hanya untuk menjadi pedagang oleh-oleh Pontianak tanpa adanya internet. Brosur yang harus disebar ke seluruh penjuru Indonesia. Biaya cetak yang dikeluarkan. Tenaga. Sementara saya membangun semuanya berawal sendirian dan sekarang masih melanjutkannya sendirian.

Bagaimana mungkin saya bisa menjadi seorang pedagang oleh-oleh Pontianak yang dikenal oleh banyak orang yang menjadi pelanggan saya jika mereka tidak menemukan saya di internet? Awalnya kami semua orang asing, tapi sekarang bisnis kecil yang saya jalankan semakin tumbuh besar, saya mendapatkan banyak pelanggan yang akhirnya menjadi teman, dan penghasilan terbesar saya satu di antaranya dari hasil berdagang oleh-oleh Pontianak ini.

Cukup menuliskan beberapa postingan banyak orang bisa membacanya. Kemudian orang yang mencari makanan yang saya jual bisa dengan mudah menemukan tautan blog saya hanya dengan mengetikkan kata kunci yang sesuai. Biaya yang saya keluarkan untuk promosi tak lebih dari 50.000IDR/bulan. Bermodalkan tethering dari ponsel android untuk mengakses internet, tinggal meluangkan sedikit waktu untuk menulis dan mendapatkan foto produk, bisnis saya bisa berdiri. Kemudian yang harus saya lakukan hanya menjaga konsistensi dalam berbisnis. Melayani pelanggan dengan hati.



Semuanya saya pelajari sendiri dengan membaca banyak postingan orang yang merambah dunia bisnis online. Gagal sendiri. Bangkit lagi sendiri. Mencoba lagi. Saya tidak tahu jika saya dididik di Prasetiya MulyaBusiness School. Mungkin saya akan lebih baik dari ini. Semoga suatu hari saya tidak hanya mempelajari bisnis secara otodidak dan mengalami kegagalan sendirian. Alangkah lebih bijak kita belajar dari kegagalan orang lain sehingga kita sendiri tak perlu mengalami banyak kegagalan. Tentu saja semua gagalan adalah proses mematangkan mental kita untuk siap mengemban sesuatu yang lebih besar.

Tak pernah terbayangkan bagi saya kalau saya sebelumnya tak mengenal media sosial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Video dan Lirik Lagu Kamil Onte ft taZki Acapella - Yok Idop Sehat

Musik adalah bahasa yang universal. Lewat lagu kita bisa menyampaikan banyak hal. Tidak hanya mengumandangkan cinta dan lara. Tapi juga nasihat-nasihat baik yang berguna bagi banyak orang terutama masyarakat di sekitar kita. Seperti lagi Yok Idop Sehat ini yang memang dibuat untuk menghimbau orang supaya menjalani hidup yang sehat. Lengkap dengan tips yang bisa kita lakukan untuk menjalankannya.  Lagunya tidak hanya menghibur namun juga bisa untuk mengingatkan kita bagaimana hidup sehat yang seharusnya. Bukankah kesehatan adalah segalanya. Tanpa kesehatan kita tidak bisa beraktivitas dan produktif. Yok idop sehat. Yok Idop Sehat Hei buda' buda', saye punye cerite Cerite tentang hidup sehat bagaimane Rajin olahraga stamina tetap terjage Ayok kite semue jadi warge sehat sentose.. . Reff : Makan buah & sayuran dan cek kesehatan Jangan sampai kite saket kedolo'an Marilah kite terapkan same-same Agar kite tetap sehat semuenye Diri saye

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs