Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Spam di WhatsApp

Sebelum saya bercerita lebih panjang, saya mendapatkan sebuah pesan dari teman saya di WhatsApp. Silakan dibaca di bawah ini. Before you read this, go to your contacts and look at everyones status! Should say error: status unavailable. Hello everyone, it seems that all the warnings were real, the use of WhatsApp cost money from summer 2012. If you send this string to 18 different on your list, your icon will be blue and will be free for you. If you do not believe me see tomorrow at 6 pm ending WhatsApp and have to pay to open it, this is by law. This message is to inform all of our users, our servers have recently been very congested, so we are asking your help to solve this problem. We require our active users forwarded this message to each of the people in your contact list to confirm our active users using WhatsApp, if you do not send this message to all your contacts WhatsApp, then your account will remain inactive with the consequence of losing all their contactsMessage fr

Tidak Ada Pertamax

Memoderasi komentar seperti sebuah mata pisau yang bisa memberikan manfaat atau mudarat. Sejauh ini saya rasa, saya merasakan manfaat yang luar biasa menerapkannya. Harusnya sejak awal saya lakukan untuk memilah komentar yang layak pajang atau tidak. Tapi tak ada kata terlambat untuk memulainya dan saya sudah melakukannya beberapa bulan yang lalu. Bagian yang lucu dari komentator spam adalah mereka dengan bangga mengatakan berhasil menjadi pengomentar pertama di postingan terbaru kita. Pasti semua sudah tahu dia menuliskan apa di kotak komentar. 'Hore Pertamaxxxxxxxxxxxx. Horee jingkrak guling guling' selengkapnya demikian, tidak ada editing hanya penambahan tanda petik di awal dan akhir. Mengapa masih ada orang yang dengan cerdasnya mengeluarkan komentar demikian? Pertama karena dia bukan pembaca tetap, jadi dia tidak tahu sama sekali bahwa di blog ini menerapkan moderasi untuk setiap komentar yang masuk. Kedua, dia tidak membaca tulisan di bagian bawah pos

3 Things You Should Not Do On Twitter

Hey, this is my first post in English. I hope I am doing well in it. Just try my luck to write in English. Althought I am not so good in English. But I hope, it is not that bad to understand. Lets talk about twitter. Maybe you have twitter account or you don't have one. A lot of people out there, so a lot of things will happen between you and another people in twitter. But I hope it is not twitwar. I just wanna share about that I feel bad if strangers twit something that I will not do to strangers. Here they are! 'How are you?' Some people ask me this question lately. Actually they are strangers. I just can't imagine how will you feel if you meet someone, a stranger, and then he ask you this question. 'How are you?'. He didn't ask something more comfortable to answer in first place. Maybe, I am a sensitive person, because I hate it if some strangers ask me that question. Its make me feel like: 'We never met before, why you a

4 Penyebab Bibir Iritasi

Siapa yang sering mengalami masalah pada bibir? Kering, pecah-pecah, terkelupas, bahkan sampai luka dan berdarah. Memang darahnya sih tidak mengalir seperti luka pada umumnya tetapi garis-garis darahnya akan terbentuk di bibir. Apabila sudah begitu mau makan atau minum sangat terganggu. Sariawan saja sudah tidak mengenakkan apalagi sampai bibir iritasi begitu ya? Bibir iritasi tidak hanya pas sariawan lo, banyak orang yang mengalami bibir iritasi meskipun tidak sedang sariawan. Lebih sudah dari enam bulan, saya tidak menderita sariawan, padahal saya termasuk langganan penyakit yang satu ini. Saat saya menuliskan ini saya sedang sariawan. Hanya sariawan. Bibir saya tidak iritasi karena saya selalu minum banyak air putih dan menggunakan pelembab bibir untuk menjaga kelembabannya. Saya rasa karena saya kurang vitamin C saja hingga dihinggapi penyakit ini. Anda sering mengalami masalah pada bibir? Cek beberapa penyebabnya. Dehidrasi Suka minuman manis sehingga jarang

Lipbalm Vs Lipgloss

Dulu saya suka salah membedakan antara lipbalm dan lipgloss. Hasil menggunakan lipbalm dan lipgloss memang tidak jauh berbeda. Bibir menjadi sedikit basah. Tetapi ternyata keduanya sangat berbeda dan fungsinya juga tentu saja tak sama. Lipbalm Lipbalm adalah pelembab bibir yang sebaiknya kita kenakan. Meskipun kita tidak menggunakan lipstik. Bahkan saat tidur saya selalu menggunakan lipbalm atau pelembab karena bibir saya mudah kering dan pecah-pecah. Tendercare, pelembab yang sering saya gunakan untuk bibir. Fungsi lipbalm adalah membentuk lapisan baru di atas permukaan kulit yang akan melindungi kelembaban bibir. Pelembab bibir dan wajah tentu saja berbeda karena bibir dan kulit memiliki lapisan yang berbeda. Bibir lebih rentan terhadap iritasi karena lebih tipis dibandingkan kulit wajah. Sehingga butuh pelembab yang lebih ekstra. Lipgloss Sedangkan lipgloss sendiri digunakan untuk memberikan efek glossy pada bibir. Alias berkilau.  Dare to

7 Langkah Mudah Membuat Sticky Post

Rasanya saya dulu pernah membuat postingan cara membuat sticky post untukblogspot atau blogger . Tetapi setelah saya mencari-cari ternyata tidak menemukan postingan tersebut. Entah sebelumnya saya hanya merencanakannya atau bagaimana saya juga lupa. Tetapi saya mendapatkan cara ini setelah berhari-hari berpikir. Bagaimana caranyamembuat sticky post untuk postingan yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Postingan lebih utama atau paling menarik menurut kita. Bisa juga postingan iklan atau kerja sama yang bisa mengepulkan asap dapur. Biasanya sih banyak blogger membutuhkan sticky post ini untuk mengabarkan tentang lomba atau giveaway di blognya. Masalahnya terkadang kita tidak mungkin membiarkan postingan tidak bertambah hanya agar postingan kita tentang berita penting yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Sebuah postingan yang paling harus dibaca oleh teman-teman yang berkunjung ke blog. Memang sih membuat banner juga bisa jadi pilihan agar ada dan bisa membacanya dengan

4 Alasan Harus Menggunakan Lipbalm Sebelum Lipstik

Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang Wajibkah Kita MemilikiLipstik Lebih dari Satu Warna? Terlepas dari eksperimen atau ingin gonta-ganti warna, yang terpenting, berapa pun jumlah lipstik yang kita miliki tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan. Lantas mengapa harus menggunakan lipbalm sebelum lipstik? Banyak di antara kita mungkin sudah terbiasa menggunakan lipstik begitu saja di bibir tanpa menggunakan pelembab. Saya juga sering begitu dulunya. Saat saya belum memahami fungsi dari pelembab bibir itu sendiri. Saya pikir bibir saya memang mudah kering dan pecah-pecah dulunya. Padahal saat kecil bibir saya tidak demikian. Pastinya ada yang salah di sini. Ternyata kesalahan saya selama ini menggunakan lipstik tanpa melindungi bibir dengan lipbalm terlebih dahulu. Memiliki bibir yang pecah-pecah dan kering tentunya bukan sesuatu yang menyenangkan. Niatnya pengen bibir tampil indah dengan warna yang menawan tetapi ujung-ujungnya bibir malah kering, mengelupas, dan akh

Menuju Alexa Rank 200.000

Beberapa bulan yang lalu sebenarnya sempat mencapai titik teramping dalam sejarah blog ini. Sekitar 200ribuan Alexa Rank-nya. Saya tidak tahu bagaimana bisa mencapai angka tersebut. Saya hanya melakukan hal yang rutin setiap hari. Menulis apa saja yang saya inginkan di blog ini. Kemudian impian saya yang lama tersimpan rapi di postingan, menjadi kenyataan. Saya mendapatkan job review. Tak perlulah saya sebutkan yang mana. Kemudian job review terus berdatangan. Banyak yang menawarkan produk mereka untuk direview. Karena memang niatnya membuat blog ini karena saya sangat mencintai kegiatan tulis-menulis, saya kemudian menerima pembayaran apa saja dari teman-teman yang ingin produknya direview. Pedagang makanan ya memberikan makanan yang mereka jual, pedagang pakaian pun memberikan pakaian untuk saya, ada pula yang memberikan uang sekadarnya, dan masih banyak lagi hadiah yang saya terima. Tidak ada yang tak bisa dinegokan dengan saya. Iklan silih berganti hingga saya sempat k

Menuju 1.000.000 Pengunjung

Banyak orang yang jago SEO di luar sana yang pastinya setiap hari mendapatkan banyak pengunjung. Sejak awal saya membangun blog ini sama sekali tidak mempelajari bagaimana caranya membangun SEO yang baik. Bahkan saya sama sekali tak tahu apa itu SEO awalnya. Begitupula dengan Alexa Rank yang tiba-tiba menjadi sesuatu yang harus saya perhitungkan apabila memang ingin blog ini menghasilkan uang. Berawal dari Page Rank 2 dibulan-bulan pertama dan setahun pertama akhirnya meningkat menjadi 3. sekarang pengunjungnya mencapai ratusan ribu. Padahal awalnya blog ini benar-benar sepi pengunjung. Sebenarnya sih kalau hanya berniat menulis tak ada masalah pengunjungnya ada atau tidak, tapi beda cerita apabila ingin membuat blog ini sebagai bagian pencetak uang. Butuh pengunjung dong ya biar orang rame datang buat pasang iklan. Alhamdulillah awalnya pengunjung harian hanya 50-100 sekarang berkisar 1.000-4.000 dalam sehari. Alexa Rank yang awalnya puluhan juta bisa dirampingkan menjadi

Belajar Dari Kegagalan

Berapa kali dalam hidup ini kita berada di posisi gagal. Sebenarnya gagal itu baik atau buruk tidak sih jika kita alami? Semuanya bergantung sih pada individu masing-masing. Banyak orang di dunia ini kegagalan adalah sebuah pertanda bahwa dia harus berhenti tapi tak sedikit pula yang mengartikan kegagalan sebagai langkah awal untuk dia mencoba kembali. Entah mencoba hal yang sama atau mencoba hal yang baru. Tapi apakah kegagalan membuat kita takut untuk mencoba lagi itu yang perlu kita pikirkan. Coba kita perhatikan diri kita saat kecil. Kita pernah belajar untuk melangkahkan kaki kita yang pertama kali. Apakah begitu kita melangkah satu kali kita bisa langsung berlari? Tentunya kita akan mengalami jatuh berkali-kali hingga akhirnya kita bisa berlarian ke sana kemari. Sama ketika kita belajar menaiki sepeda, kita belajar menyeimbangkan sepeda dengan tubuh kita sampai suatu waktu, kita mengayuhnya sedemikian kencang dan merasa kita telah berhasil menaklukan tantangan. E

Wajibkah Punya Lipstik Lebih dari Satu Warna?

Berapa lipstik yang kamu miliki di dalam dompet kosmetik atau meja tata rias? Satu? Dua? Tiga? Atau bahkan sepuluh? Dulu sebelum menjadi konsultan Oriflame, syukur-syukur punya satu dua lipstik. Itu banyak juga dari hasil minta lipstik milik Umak di kampung. Sekarang sih jangan ditanya berapa banyak lipstik yang saya punya. Saya sebenarnya jarang membeli lipstik. Kebanyakan dari lipstik yang saya miliki adalah lipstik hadiah untuk konsultan yang memiliki poin tertentu. Saya hanya tertarik membeli lipstik yang harganya di bawah 20ribu. Jadi menunggu ada promo khusus konsultan atau diskon gede. Hahahaha.. kadang sayang aja mau beli lipstik sedangkan lipstik hadiah masih ada. Banyak diantaranya diberikan pada Umak, Bi Inah, atau teman yang kebetulan naksir sama warna lipstik tersebut. Meskipun tak jarang itu adalah lipstik kesayangan, tetapi mikirnya, nanti juga dapat hadiah lagi dari Oriflame. Jadilah lipstik itu gampang saja saya berikan pada orang lain. Memiliki lipstik den

Bagaimana Kalau Tak Ada Media Sosial?

Dulu, beberapa tahun yang lalu, rasanya memiliki usaha yang bisa menjangkau seluruh penjuru negeri hanya ada dalam mimpi. Internet 7-8 tahun yang lalu masih menjadi barang mewah bagi mahasiswa seperti saya dan masih ramai orang yang mendatangi warnet sekadar untuk membuka e-mail atau mencari bahan tugas kuliah. Beberapa tahun berlalu. Facebook tidak dapat kita pungkiri menjadi media sosial yang cukup menghipnotis masyarakat dunia. Banyak sekali di antara kita yang awalnya membuat e-mail masih mengharapkan bantuan teman. Bahkan berpikir apa gunanya memiliki e-mail . Tetapi kemudian semuanya berubah setelah menampakkan wajahnya untuk umum. Untuk masyarakat di seluruh dunia. Berawal dari facebook saya mengenal yang namanya bisnis online. Saya melihat ada beberapa orang yang menggelar lapak di facebook dan mendapatkan keuntungan. Toko yang dibuka secara gratis di facebook masih belum seramai sekarang. Tak banyak orang yang memiliki facebook memanfaatkannya untuk berdagang.

Menuju 100.000 Komentar

Dulu, jauh sebelum blog ini ada suka nelangsa melihat tak ada komentar yang masuk di blog sendiri. Suka berpikir, blog orang kok rame banget dan blog saya kok sepi ya? Apa masalahnya? Saya sudah rajin menulis, blogwalking jangan ditanya lagi. Belum lagi promosi link di facebook dan twitter. Tapi masih saja sepi. Apa yang salah sebenarnya? Kesalahan saya mungkin karena waktu itu berharap bikin blog langsung dapat banyak pengunjung. Tidak sabaran menunggu. Setiap hari mengecek. Padahal sejatinya, rame tidaknya blog bukan tujuan esensial dari ngeblog itu sendiri. Kalau saya tujuannya sekarang sudah terarah. Membangun sejarah saya sendiri di blog ini. Saya ingin suatu hari nanti anak-cucu saya mendapatkan penggalan kisah saya dari diri saya sendiri. Bukan hanya dari cerita orang lain yang mengenal saya saat saya masih hidup. Kemudian komentar itu mengalir dengan sendirinya. Bahkan banyak yang memang pembaca setia blog ini. Ada yang datang dan pergi. Tapi tak menjadi masalah bu

Mengatur Hidup Sendiri

Hidup itu seperti lilin mainan yang bisa dibentuk sesuka hati oleh anak yang mendapatkannya. Setiap anak punya cara untuk memainkan lilin yang mereka miliki. Dari semua warna pasti ada yang lebih dominan yang mereka pilih untuk digunakan. Apakah anak yang lain berhak menggunakan lilin anak lain dan mengatur anak tersebut membentuk lilin sesuai dengan yang dia mau? Apa yang akan terjadi apabila anak yang 'sok tahu' ini memaksa anak lainnya menuruti apa yang dia yakini? Bahwa cara membentuk lilin harusnya seperti yang dia 'tahu'. Percayalah, anak yang kedua hanya punya dua pilihan, dia akan menangis keras karena merasa miliknya direbut atau dia akan melakukan tindakan kekerasan menghadapi anak yang semaunya mengatur bentuk lilin miliknya. Sebenarnya hidup itu bisa diibaratkan lilin. Setiap orang di dunia ini sudah diberikan 'lilin'-nya masing-masing. Tentu saja setiap orang tak memiliki hak mengatur 'lilin' yang bukan miliknya harus dibentuk sepe

Kerudung di Segala Suasana

Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak perempuan yang mengenakan pakaian lengkap dengan kerudung atau jilbab. Model-model pakaian yang dihadirkan pun banyak sekali. Mulai dari warna-warni beragam, potongan yang mengikuti tren, hingga bahan yang digunakan. Padanan kerudung pun bisa dipilih yang mana saja yang paling sesuai. Biasanya banyak perempuan yang sukanya membeli sesuatu yang berbeda dari orang lain. Sehingga untuk tetap bisa tampil trendy namun berbeda dari banyak orang, toko online menjadi tempat yang tepat untuk memilih pakaian yang diinginkan. Selain itu tentunya membuat perempuan-perempuan karier yang sibuk dengan pekerjaannya tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk memilih pakaian di toko atau butik yang harus dia datangi. Adanya toko online membuat perempuan mana saja memiliki kemampuan untuk mendatangi banyak toko dalam satu waktu dan bahkan berbelanja di luar kota tanpa perlu mengeluarkan ongkos perjalanan. Saya sendiri sering berbelanja di tok

Memburu Cinta 15 [TAMAT]

Memburu Cinta 1 Memburu Cinta 2 Memburu Cinta 3 Memburu Cinta 4 Memburu Cinta 5 Memburu Cinta 6 Memburu Cinta 7 Memburu Cinta 8 Memburu Cinta 9 Memburu Cinta 10 Memburu Cinta 11 Memburu Cinta 1 2 Memburu Cinta 13 Memburu Cinta 1 4 “ Kamu tahu, aku sama sekali tak peduli dengan peluitmu!” - Irina. Aku menutup mulutku yang hampir saja berteriak saat melihat Eri menyelesaikan ijab kabulnya untuk Juli. Semua saksi mengatakan 'sah'. Air mataku hampir membanjir. Sosok Juli terlihat bercahaya saat Eri mengecup dahinya sesaat setelah Eri menyarungkan cincin di jari manisnya. Wajahnya berbeda dengan dulu. Ada kegembiraan di sana. Tidak seperti pertama aku melihatnya. Juli begitu rapuh tapi bertahan dalam ketidakpercayaannya terhadap cinta. Aku yang tadinya sempat untuk berpikir merusak pernikahan ini. Mempertanyakan alasan Eri melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan kemarin aku urungkan. Mungkin memang ini yang harus aku terima. Mu