19 Oktober 2012

Saya Ketua KPK RI: Pemberantasan Korupsi Dimulai dari Sini!

#LombaBlogKPK
Permasalah korupsi di negara kita yang tercinta Indonesia ini semakin lama semakin memuakkan. Seakan-akan tak ada lagi rasa malu dan menyesal saat semua media memberitakan dirinya sebagai pelaku korupsi. Sedemikian pentingnya-kah mendapatkan uang dengan cara apa pun? Memperkaya diri sendiri dengan cara seperti ini seberapa penting sebenarnya? Semua orang butuh uang, saya tahu itu, tapi apakah dengan mengorbankan hak orang lain dan mengambilnya menjadi hak pribadi.

Dulu mungkin saya pernah berpikir untuk menghilangkan anggota tubuh pelaku korupsi satu demi satu sebagai bayaran uang yang dia gelapkan. Tapi untuk apa? Itu tak lebih kejam dari tindakan korupsi itu sendiri. Jadi setelah menimba lebih dalam dan saya memiliki wewenang untuk mengambil keputusan sebagai ketua KPK saya punya ide yang sangat cemerlang.

Coba pikirkan beberapa saat, apa yang paling ditakuti oleh seorang koruptor? Mengapa dia melakukan tindakan korupsi? Apa manfaatnya? Semuanya sangat sederhana, karena seorang koruptor takut dengan kemiskinan. Jadi, sebagai ketua KPK yang baru saya ingin hukuman terhadap koruptor adalah memberikan apa yang mereka takutkan.

Rinciannya sebagai berikut.
  1. Dimiskinkan
Semua kekayaan seseorang yang terbukti melakukan tindakan korupsi akan diambil oleh negara dan tidak akan disisakan satu sen pun. Termasuk rumah dan kendaraan serta harta lainnya. Seorang koruptor juga tidak akan memegang uang dan tidak diperkenankan melakukan transaksi apa pun.

  1. Menjadi Pekerja Sosial
Seseorang yang telah terbukti melakukan tindakan korupsi akan dipekerjakan sebagai pekerja sosial di yayasan yang membutuhkan tanpa digaji.

  1. Mendapatkan Identitas Khusus Koruptor
Apabila kita mengenal e-KTP, seorang koruptor akan mendapatkan e-KTPK. E-KTP khusus untuk koruptor, sehingga seorang koruptor akan tercatat selamanya sebagai seorang koruptor dan tidak diizinkan keluar dari kota tempat dia dihukum dan ditanamkan tanda pengenal di tubuhnya yang akan membuatnya terdeteksi keberadaannya. Tanda pengenal yang ditanam di tubuhnya akan meledak apabila dia mencoba mengeluarkannya. Selain dua tanda pengenal tersebut koruptor akan mendapatkan seragam khusus yang membedakannya dari tahanan atau masyarakat bebas sehingga masyarakat awam bisa mengenalinya dan memperlakukannya sebagai seorang koruptor sesuai dengan aturan negara. Tidak menerima transaksi apa pun darinya.

  1. Mendapatkan Tempat Tinggal dan Makan Khusus
Karena tempat tinggal sebelumnya sudah disita oleh negara, seorang koruptor akan ditempatkan di perumahan khusus koruptor dan mendapatkan jatah makan yang sama dengan koruptor lainnya. Tidak ada pengecualian.

Untuk koruptor yang telah memiliki keluarga, keluarganya boleh memilih untuk hidup bersama di tempat tinggal khusus tersebut atau tinggal bersama keluarga yang lain. Anak-anak orang yang telah melakukan tindakan koruptor akan mendapatkan pendidikan hingga batas yang dia inginkan di dalam negeri dan tidak perlu membayar biaya apa pun sebagai anak seorang koruptor. Ini disebut sebagai beasiswa anak koruptor.


Sayasebagai ketua KPK merasa bangga bisa mengeluarkan aturan seperti ini. Hukuman penjara belum tentu bisa membuat mereka jera. Apalagi grasi yang terkadang diberikan ke orang yang mau memintanya. Kita tidak perlu memasukkan mereka ke dalam penjara untuk mendukung pemberantasan korupsi. Kita berikan apa yang mereka takutkan di dalam hidupnya. Kehidupan yang tak mereka inginkan dan selamanya menyandang predikat koruptor.

Related Posts

Saya Ketua KPK RI: Pemberantasan Korupsi Dimulai dari Sini!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).