5 Oktober 2012

Menikah Denganmu [Bagian 1]




Aku mencintaimu, sepanjang tujuh tahun ini aku tak pernah melihat cinta yang lain. Hanya kamu yang ada di dalam kehidupanku. Aku menginginkanmu sejak tujuh tahun yang lalu dan selamanya. Selamanya! - Clarissya, 24 tahun, menangis di hadapan kekasih yang ingin mengakhiri hubungan mereka, di meja makan rumahnya.

399746_329444343820293_749811415_n_large

Sejak awal harusnya aku sudah menyadari ini akan terjadi. Lelaki yang katanya mencintaiku untuk selamanya ternyata membuat keputusan yang tak akan pernah terlintas di kepalaku sebelumnya. Dia yang selalu memberikan kejutan untukku. Kalimat manis yang seakan tak ada habisnya dan sekarang semuanya akan berakhir? Dia akan menikahi orang lain? Perempuan lain? Bukan aku. Kekasihnya yang setia selama tujuh tahun ini. Tak ada artinyakah semua ini?

Tumblr_mb9mwgb8ce1rqs84qo1_500_large

Mataku membalas tatapan mata dengan alis tebal tersebut. Hidungnya yang mancung membuatku muak. Bibirnya yang dulunya terlihat indah sekarang ingin kujahit agar berhenti mengeluarkan suara. Aku tujuh tahun mendengarkannya dan kali ini pun harus mendengarkan kalimat yang seperti butiran empedu menembus jantungku. Pahit! Pahit! Pahit! Tanpa menggunakan lidah pun aku telah tahu bagaimana rasanya. Bagaimana rasanya dikhianati oleh lelaki yang katanya tak akan pernah menduakanmu.

Sad-girl-crying-love-broken-heart-300x201_large

“Jangan percaya mulut lelaki.”

Itu kalimat yang dikeluarkan oleh lelaki lain yang aku kenal lebih lama. Dia, seorang lelaki juga, mengatakan hal yang sama. Sementara aku selalu mengatakan padanya untuk menjauhi perempuan. Karena perempuan adalah bidadari berair mata buaya. Sekarang, sahabatku, Awan, benar tentang satu hal. Aku harusnya tak mempercayai mulut lelaki, tapi lelaki yang sekarang berada di depanku ini.

“Aku tidak meminta banyak darimu.”

Horriblesubstonarinokaibutsu-kun-01720pmkv_snapshot_0008_20121002_021130_zpse598b57a_large

Mau minta apalagi? Sudah banyak yang aku berikan selama tujuh tahun ini. Masih ada lagi yang belum kamu minta padaku? Aku meremas tisu yang basah di tangan kananku. Air mataku lebih sedikit dibanding cairan yang keluar dari hidungku. Tangisanku tak berarti apa-apa bagimu bukan? Seenaknya saja bicara.

“Mau minta apalagi?”

Digit-art-stuff-gothic-fallen-angels-dark-goth-fantasy_large_255b1_255d_large

Sejak tadi aku menahan mulutku untuk berbicara, sekarang aku tak bisa menahannya lagi. Rama terbelalak. Selama ini aku hanya mendengarkan permintaannya, hari ini aku ingin dia yang memasang telinganya baik-baik untuk menyimak setiap kalimat yang aku ucapkan.

Tumblr_mbahm1hnuu1reibd5o1_500_large

“Aku hanya minta kamu mengatakan pada calon istriku nanti tentang hubungan kita selama ini tak pernah serius. Kita hanya dekat, tak lebih dari itu.”

“Kamu pikir aku akan bangga mengakui pada dunia kalau kita pernah punya hubungan khusus?”

“Berarti tak ada masalah mengatakannya demikian bukan?”

Tumblr_mb7utyinjb1qh3tf0o1_1280_large

“Tak masalah apanya? Orang bodoh saja tahu hubungan kita serius, tujuh tahun dan kamu pikir ini semua main-main?”

“Memangnya selama ini kamu menginginkan hubungan yang serius?”

“Tujuh tahun Rama, menurutmu seharusnya aku bagaimana?”

Tumblr_mb052kldap1qhfvolo1_500_large

Air mata membuncah di kelopak mataku, lagi, lagi, dan lagi. Aku harus menarik tisu dari meja makan dan mengusap wajahku. Tujuh tahun dan dia pikir aku sedang main-main dengannya?

“Kita memulai hubungan kita saat usia kita tujuh belas, aku pikir...”

“Kamu pikir apa Rama? Apa yang kamu pikirkan? Aku hewan peliharaan bagimu? Rela menjilat sepatu tuannya untuk mendapatkan sekeping roti.”

Tumblr_lo481gui8r1qbw5qso1_500_large

“Kita mengawalinya saat kita masih remaja, terlalu muda untuk memahami perasaan kita yang sesungguhnya.”

“Tujuh tahun kamu pikir aku tidak paham apa yang selama ini kita jalani?”

“Kamu tidak pernah mengatakan apa-apa!”

“Baik, sekarang aku katakan, aku mencintaimu, sepanjang tujuh tahun ini aku tak pernah melihat cinta yang lain. Hanya kamu yang ada di dalam kehidupanku. Aku menginginkanmu sejak tujuh tahun yang lalu dan selamanya. Selamanya!”

Tumblr_mapekzpq2c1razvf6o1_400_large

“Jadi kamu ingin aku membatalkan pernikahanku dengan dia?”

“Aku harap begitu jika memang bisa.”

Rama menarik napas. Aku menunggu. Mata kami bertatapan sangat lama. Setelah tujuh tahun berlalu, aku baru sadar satu hal. Bahwa aku sama sekali belum mengenal Rama. Tidak satu inchi dirinya pun yang jelas di mataku. Dia rasanya bukan sosok yang selama ini ada di kepalaku.

“Aku pikir aku bisa membatalkan pernikahanku dengannya kalau kamu ingin kita menikah.”

Aku hampir membalik meja makan saat berdiri. Hampir tak percaya dengan kalimat yang barusan aku dengar. Sedemikian mudahnya untuk membatalkan sebuah pernikahan dan memulai sesuatu yang baru? Begitu saja? Semudah dia meninggalkan aku yang setia selama tujuh tahun untuk perempuan lain. Bahkan perempuan yang aku sama sekali tak tahu siapa. Apakah licin langkahnya untuk menyembunyikan perempuan lain di belakangku. Hingga hari ini aku baru mengetahui kenyataan yang sebenarnya?

Related Posts

Menikah Denganmu [Bagian 1]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).