13 Oktober 2012

Menikah Denganmu 9



Tumblr_lnar3cwgio1qeosc5o1_500_large

Milikku selamanya. - Awan, menganggap Clarissya miliknya selamanya.

Malam sudah cukup larut ketika aku berbaring di ranjang pengantinku bersama Awan. Pakaian pengantin yang selama ini aku bayangkan menjadi kenyataan, tetapi berbeda kenyataan dengan pengantinnya. Aku berharap semua ini hanya mimpi. Karena rasanya semuanya berjalan jauh dari perkiraan. Bukankah kita akan menuai apa yang kita tanam? Aku tak pernah menanam benih cinta pada orang lain. Lantas mengapa buahnya dipetik oleh petani yang tak mengerjakan apa-apa?

2012_09_rosa-598732-305-257_large
Tentu saja Diana mengerjakan banyak hal. Apa sih yang aku pikirkan? Kalau dia tak berusaha keras bagaimana mungkin hubungan yang aku pertahankan tujuh tahun terberai. Sekarang aku malah menikah dengan Awan. Ikatan yang ingin segera aku akhiri. Semua sandiwara ini. Aku lelah menjadi pembohong bagi banyak orang. Kebohongan paling besar tentu saja pada diriku sendiri. Sudah tahu ini bukan hal yang benar aku masih tetap melakukannya. Entah bagaimana aku menyelesaikan ini semua.

Awan ikut berbaring di sisiku. Menatap langit-langit berdua. Entah mengapa sudah lama sekali rasanya aku tak lagi begitu dekat dengan Awan. Padahal kami sejak kecil selalu bersama. Dan kali inilah aku baru benar-benar melihatnya tumbuh menjadi seorang lelaki. Aku bahkan tak tahu sejak kapan dia memiliki tubuh setinggi itu. Seingatku dulu dia tak lebih tinggi dariku. Bahkan saat sekolah dasar aku lebih tinggi darinya. Mungkin memang aku terlalu lama berada di sisi Rama. Itup pastinya sangat menyebalkan buat Awan. Sahabat yang selalu ada untuknya tiba-tiba menghilang begitu saja. Memang aku selalu menjadi tetangganya. Menjadi teman sekolahnya tapi aku lupa semua hal itu saat menemukan cinta.

“Kapan ya terakhir kalinya aku benar-benar menjadi sahabatmu?” Aku mendekatkan kepalaku ke dada Awan.

“Sejak kamu menemukan seseorang yang bisa menjadi seseorang yang lebih dari sekadar sahabat.”
Tumblr_mbbbjclazo1qapvcuo1_500_large
“Maafkan aku, Wan. Aku tak bermaksud untuk melupakanmu.”

“Sekarang kamu sudah kembali kok. Milikku selamanya.”

“Apa maksudmu milikmu selamanya?”

“Kamu istriku. Tak ada yang bisa memisahkan kita lagi.”

“Bukankah aku sudah bilang sejak awal kalau aku tak akan melanjutkan semua ini hingga aku menua. Aku ingin mencari seseorang yang benar-benar akan menikah denganmu.”

“Semua ijab kabul itu benar-benar aku ucapkan Sya, kita benar-benar menjadi suami istri. Aku benar-benar menikah denganmu.”

Tumblr_m3ieuvr40y1r00stoo1_400_large

“Tapi bukan seperti ini yang aku inginkan, bukan denganmu.”

“Jadi kamu bahagia jika kamu benar-benar akan menikah dengan Rama. Seandainya Diana tidak ada, apakah kamu akan merasa bahagia melakukan itu?” nada suara Awan meninggi.

“Kamu marah?”

“Aku hanya kecewa kamu begitu buta, Sya.”

“Buta bagaimana? Aku sudah tahu Rama bukan laki-laki baik buatku dan aku akan mencari orang lain.”

“Kamu tidak melihat apa yang sudah ada di depan matamu. Sudahlah, aku lelah. Aku ingin tidur. Aku akan tidur di sofa. Tidurlah.”

Awan mengambil bantal dan selimut. Tidur di sofa dekat pintu. Meninggalkanku sendirian. Aku menatapnya. Berharap dia mau kembali karena kami hanya punya satu selimut di sini.

Tumblr_mbaodxeudr1qgq9nho1_500_large

“Aku kedinginan Wan. Tak maukah kamu berbagi selimut denganku?”

Awan yang baru saja berbaring membuka matanya kembali. Akhirnya dia bangkit dan kembali berbaring di sisiku. Meletakkan bantal guling di antara kami berdua.

“Ini batasnya, aku sudah janji tak akan menyentuhmu. Jadi aku tak akan memindahkan batas tidur kita.”

Aku tersenyum mendengarnya. Awan benar-benar menepati janjinya padaku.

Tumblr_mbmj3q63ix1qcwiu0o1_500_large

Related Posts

Menikah Denganmu 9
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).