12 Oktober 2012

Menikah Denganmu 8



“Sejak aku mengijab-kabulmu.” - Awan.

247627679480801720_wsg3gw7c_c_large
Selama ini aku tak pernah membayangkan akan bersanding bersama Awan. Bahkan tidak pernah akan aku bayangkan. Aku dan Awan sahabat selamanya. Tak akan ada kemungkinan aku akan menikah dengannya dan bersanding di sini bersama dua orang lainnya. Rama dan Diana. Mereka duduk di sana dengan pakaian pengantin yang hampir serupa dengan yang kami kenakan. Pengantin kembar? Kecuali di bagian cincinnya. Milikku tentu saja lebih indah dan ada berlian di atasnya.

“Kamu cantik sekali, Sya.”

“Berhentilah memujiku, Wan. Aku merasa itu aneh.”

“Memangnya seorang suami tidak boleh memuji istrinya?”

“Bisakah sekali saja, jangan ingatkan aku kalau kita suami istri?”

“Bagaimana mungkin, Sya. Kita sedang duduk di pelaminan dengan banyak tamu yang tersenyum pada kita. Jika kamu merasa tidak nyaman harusnya kamu melihat cermin. Kamu jauh lebih cantik dari Diana dan aku yakin Rama sangat iri denganku.”

Bv9wjlx2nim_large

“Bagian itu juga harusnya tidak perlu kamu ingatkan.”

“Berita baiknya adalah kita akan bulan madu jauh dari sini. Tak akan melihat Rama dan Diana yang pengantin baru juga.”

“Bulan madu? Sejak kapan aku mengizinkanmu untuk membawaku pergi jauh?”

“Sejak aku mengijab-kabulmu.”

“Tidak akan ada bulan madu. Tidak!”

“Kamu minta aku tak akan menyentuhmu, sekarang aku hanya mengajakmu jalan-jalan. Anggap saja ini liburan. Kamu harus membuka hati untuk ikhlas menerima apa yang sekarang sudah bukan milikmu lagi.”

62546_538986239451722_1576630427_n_large
“Apa maksudmu?”

“Bahagialah, Sya. Jadilah Clarissya yang dulu aku kenal. Tidak peduli apa pun demi mengejar kebahagiaannya.”

“Itu dulu, aku masih kecil, waktu aku sangat egois. Sekarang aku sudah dewasa. Mencoba untuk menjadi orang dewasa yang sesungguhnya.”

“Kamu sekarang juga egois. Membuatku ikut tersiksa melihatmu begini.”

“Harusnya kamu mengingatkanku lebih awal. Saat aku belum jatuh terlalu lama pada Rama. Sekarang sudah sangat terlambat untuk melupakan bahwa aku pernah sakit hati dan melihat orang yang aku cintai selama tujuh tahun menikah dengan sepupuku sendiri.”

Tumblr_mbmzf15uk11r8l59ho1_500_large

“Kalau kamu ingin menangis kamu bisa memelukku.”

“Setelah ciuman itu? Tentu saja tidak akan ada pelukan lagi di antara kita.”

“Aku bukan laki-laki mesum yang kamu kira, Sya.”

“Mesum!”

“Aku bisa jadi benar-benar mesum kalau kamu memanggilku begitu terus.”

“Baiklah, otak mesum!”

“Satu kali lagi kamu memanggilku mesum, malam ini kamu siap-siap dengan seranganku.”

“Kamu bilang kamu tidak akan melanggar janjimu.”

247698048225954483_r4ieeq4d_c_large

“Makanya jangan panggil aku mesum.”

“Terus aku panggil apa dong, Wan?”

“Suamiku. Harusnya kamu memanggilku begitu.”

“Suamiku?”

“Tuh kan, gampang menyebutnya. Mulai hari ini kamu harus terbiasa memanggilku begitu.”

546938_452127308159342_499353965_n_large

Related Posts

Menikah Denganmu 8
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).