11 Oktober 2012

Menikah Denganmu 7



Kamu laki-laki. Aku baru menyadari itu. - Clarissya, menatap Awan dengan seksama.

Aku melihat sosok kami berdua di video yang diputar di ponsel Awan. Aku yang masih sangat kecil. Gigiku ada beberapa yang lepas dan belum tumbuh. Ompong di mana-mana. Awan memegang tanganku. Aku sedang memegang bunga yang dia berikan untukku.

Kissing_large

“Clarissya kalau sudah besar mau menikah dengan siapa?” terdengar suara ibunya yang sedang sibuk merekam kami berdua.

“Clarissya ingin menikah dengan Awan.” Aku yang begitu polos menjawab begitu saja.

“Awan mau menikah dengan Clarissya?” ibunya bertanya sambil menahan tawa.

“Tentu saja, kalau Clarissya maunya begitu.”

“Janji?” itu suaraku yang masih kecil.

“Iya janji, kita kan teman baik selamanya.”

Ponsel itu aku lempar ke pangkuan Awan. Aku tak percaya dia menyimpan semua itu di sana. Sudah belasan tahun berlalu dan dia mengingatnya. Membuatnya menjadi nyata. Masa anak-anak, aku mana tahu apa-apa soal pernikahan.

Tumblr_lqwwi3vd7u1qf4et1o1_500_large_large
“Kita masih kecil, Wan. Aku masih enam tahun waktu itu.”

“Janji tetaplah janji, aku harus menepatinya.”

“Kita bisa berteman baik selama ini, tapi kita tidak akan tahu apa yang harus kita hadapi di dalam pernikahan.”

“Memangnya kamu maunya pernikahan kita seperti apa? Tak ada bedanya aku yang sekarang dan aku yang akan menikahimu. Kita teman baik selamanya. Ingat?”

“Apa pun maumu, Wan. Aku hanya minta pernikahan kita tidak akan ada hubungan suami istri. Kita tidak akan tidur di ranjang yang sama. Jangan menyentuhku sembarangan. Bisa kamu lakukan itu?”

249595_395498673856636_605659582_n_large

Awan mengangguk dan tersenyum.

“Tentu saja bisa. Teman baik tak akan pernah mengecewakan sahabatnya bukan?”

Aku menghela napas lega. Setidaknya aku sekamar dengan Awan yang tidak menyimpan keinginan mesum padaku. Dia tetap sahabatku. Selamanya. Aku percaya dia tak akan mengkhianati kepercayaan yang aku letakkan di dadanya.

“Kamu tidak akan merusak hari pernikahan kita kan, Sya? Semuanya akan berjalan baik-baik saja?”

“Iya, kita akan menikah sesuai janji masa kecil kita. Kamu harus ingat bahwa aku tak pernah berjanji akan melakukan hubungan suami istri denganmu setelah pernikahan nanti.”

“Baiklah, kalau kamu tidak menginginkannya kita tak akan melakukannya. Tapi bagaimana jika kamu yang mau?”

“Awan?!”

“Hanya bercanda, kamu tegang sekali akhir-akhir ini, Sya.”

“Bagaimana aku tidak tegang. Aku akan menikah denganmu.”

“Memangnya ada yang salah denganku?”

“Kamu bukan gay, Wan. Itu masalahnya. Itu.”

“Masalah?”

“Besar.”

“Kamu harus percaya padaku, Sya. Aku sahabatmu selama ini.”

76876_378553132220445_752186172_n_large

Selama ini aku memang berpikir begitu. Sayangnya, kedewasaan membuat kita tak lagi sama seperti dulu. Aku merasa tak bisa memperlakukanmu layaknya dulu aku memperlakukanmu. Kamu laki-laki. Aku baru menyadari itu. Aku tak bisa membiarkan semuanya berjalan terlalu lama.

Related Posts

Menikah Denganmu 7
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).