8 Oktober 2012

Menikah Denganmu 4


Cerita sebelumnya...

Selama ini hubungan kami tak pernah serius, kami hanya dekat, tak lebih dari itu. - Clarissya, mulai berbohong pada keluarganya sendiri.

Bcnmubclq_q_large
Aku mencoba tersenyum saat melihat Rama mendatangi pesta yang sedang diadakan di rumah keluarga besar kami. Diana terlihat berdandan lebih cantik dari biasa. Semua mata tertuju pada mereka berdua saat lengan Rama digamit Diana. Aku perlahan mundur dan menyelinap ke kamar mandi. Aku tak ingin melihat mereka tertawa bahagia di atas kesedihanku. Di atas luka hati yang mereka buat. Pengkhianatan. Kepercayaan penuh yang aku berikan ternyata digunakan untuk menikamku dari belakang.

“Sya, Clarissya,” terdengar suara bunda dan ketukannya di kamar mandi yang aku gunakan untuk bersembunyi.

“Iya Bunda, ada apa?” aku berusaha menyembunyikan suaraku yang bergetar karena tangisan. Menghapus pipiku yang basah dengan sapu tangan.

“Keluarlah, apa kamu tidak ingin menjelaskan ada apa sebenarnya dengan kalian? Sejak kapan Rama dan Diana merencanakan pernikahan?”

Aku menarik napas dalam-dalam. Setelah mengeringkan air mataku, aku membuka pintu kamar mandi. Mencoba untuk tersenyum. Tak tahu harus menjelaskannya seperti apa.

Tumblr_lzwoqlzyuy1r8rwfdo1_500_large
Aku berdiri di ujung meja besar yang digunakan untuk menampung semua makanan pesta yang diadakan keluargaku. Bunga putih yang menghiasinya tak terlihat indah lagi. Rama menatapku penuh arti. Aku tak akan lagi jatuh dengan tatapan itu. Tatapan yang sama yang telah meluluhlantakkan semua perasaanku.

“Rama akan menikah dengan Diana, apakah itu terlihat belum jelas?” aku menahan air mata yang akan jatuh dari kelopak mataku.

581028_113371655483989_712870318_n_large

Diana, sekarang terlihat warna yang kamu bawa selama ini. Tak pernah ada niat di dalam hatimu untuk melihatku bahagia. Kamu mendekatiku karena Rama. Kamu baik selama ini ternyata menyimpan iri yang tak ada habisnya. Aku tahu, karena kamu tak mendapatkan apa yang aku dapatkan.

“Lantas kita buat pesta ini buat siapa? Ayah mengira kamu yang akan menikah dengan Rama.” Ayah yang tak banyak bicara terdengar kesal.

“Selama ini hubungan kami tak pernah serius, kami hanya dekat, tak lebih dari itu, lagi pula mana mungkin Clarissya merebut orang yang dicintai oleh sepupu sendiri? Diana mencintainya, Clarissya tak pernah mencintai Rama. Kami hanya teman.”

“Jadi kamu akan menikah dengan siapa?” saudara keduaku mengangkat alisnya.

“Maaf aku terlambat, kamu terlihat cantik Sya,” Awan muncul di hadapanku. Berkemeja, rapi, dan wangi. Menggandengku erat.

“Terlambat untuk apa?” aku berbisik di telinganya.

“Awan?” Rama terbelalak.

Tumblr_mbj1mlhz2v1rixpfdo1_500_large
Awan turun ke lantai. Berlutut dan menyodorkan cincin padaku.

“Menikahlah denganku.”

Dunia rasanya tak lagi berputar di putaran yang sebenarnya. Jungkir balik. Semua mata menunggu jawabanku. Aku menarik napas. Seandainya memang ini pilihan satu-satunya untukku. Aku akan menerimanya. Menikah dengan Awan jauh lebih baik dibandingkan dengan lelaki yang akan dipilihkan orang tuaku. Tapi bukankah dia sendiri menolak untuk terlibat dalam permainan ini?

“Sya?” Awan menyadarkanku. Aku masih belum menjawabnya.

“Kami tak akan menolak Awan jika itu yang Clarissya khawatirkan,” nenek mencoba mendesakku untuk menjawab.

“Tentu saja, tentu saja Clarissya menerima lamaran ini.”


Tumblr_m8ym5kcbmb1rq754fo1_500_large

Awan berdiri memasangkan cincin di jari manis tangan kananku. Cincinnya pas. Kebetulan yang menarik. Sejak kapan dia beli cincin ini? Imitasikah? Awan memelukku. Berbisik pelan.

“Cincinnya emas asli, bahkan itu berlian, lebih bagus dari yang diberikan Rama pada Diana. Puas?”

14144186300473936_lz5bkydl_f_large
Aku tertawa dan memeluknya lebih erat. Dari bahu Awan aku melihat dua wajah yang terlihat tak senang dengan kebahagiaan yang sedang aku sandiwarakan. Diana menggigit bibirnya dan meninggalkan pesta. Rama mengejar. Aku terbahak.

Related Posts

Menikah Denganmu 4
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).