7 Oktober 2012

Menikah Denganmu 3


Cerita sebelumnya....
“Kamu pikir menikah soal gampang?” - Awan, 27 tahun, sahabat Clarissya dari kecil.Tumblr_lq1luhehd61qdf3vmo1_500_large

Awan membiarkan aku masuk melalui jendela kamarnya. Wajahnya yang selalu tenang membuatku tertekan. Mengapa selalu aku yang tertimpa masalah? Bukannya dia. Hidupnya begitu aman dan tentram. Tak pernah aku melihat air mata di pipinya. Ah, mungkin karena dia laki-laki jadi dia berhasil menyembunyikan dukanya dengan senyuman.

“Sudah saatnya kamu berhenti masuk ke sini melalui jendela. Masuklah melalui pintu depan, orang tuaku tak akan menggigitmu.” Awan bangkit dari ranjang. Meletakkan majalah yang sejak tadi dia baca.

“Kamu sahabatku kan?”

“Selamanya Clarissya. Apa ada yang kamu ragukan dariku?”

45360_10151247321123659_1915852601_n_large
Aku mendekatinya dan menyusup ke dadanya. Memeluknya erat-erat. Hanya dia yang bisa kupercaya. Kali ini aku harus merahasiakan banyak hal dari semua orang. Hanya Awan yang akan tahu segalanya.

“Kamu butuh bantuanku? Kamu mau aku mendatangi Rama dan memintanya untuk bertanggung jawab terhadap perasaanmu?”

“Kamu benar-benar akan melakukannya Wan?”

“Jika kamu yang minta, aku akan mendatanginya.”

“Terus?”

“Aku akan bilang, jauhi Clarissya, jangan pernah ganggu hidupnya. Menikahlah dengan Diana.”

Tumblr_mahv5znadw1rescylo1_1280_large
“Katanya kamu akan mendatanginya untuk meminta tanggung jawabnya terhadap perasaanku. Bagaimana sih?”

“Tanggung jawabnya ya begitu. Aku tak akan membiarkanmu menikah dengan orang seperti dia. Cukuplah kamu jadi kekasihnya selama tujuh tahun ini.”

“Tujuh tahun ini kamu membiarkan sahabatmu sendiri dengan bodohnya mencintai lelaki seperti Rama.”

“Tapi aku melihat kamu selama tujuh tahun itu sangat bahagia Clarissya. Apa yang kamu inginkan lagi dariku?”

Aku mendengar detak jantungnya dengan telinga kiriku. Apakah dadanya berdebar lebih kencang? Aku melepasnya dengan salah tingkah. Aku lupa. Kami bukan anak kecil lagi. Bukan Awan yang berusia 8 tahun dipeluk oleh seorang Clarissya berusia 5 tahun.

“Sekarang kamu mau apa ke sini?” Awan meraih majalah yang tadi ia baca.

“Menikah denganmu.”

“Menikah denganku? Apa kamu gila?”

“Orang tuaku ingin mengadakan pesta sebelum aku menentukan tanggal pernikahan. Aku tak mau menikah dengan Rama. Aku juga tak ingin Diana merasa menang karena sekarang aku tak akan menikah dengan siapa pun.”

556465_10151084583278659_1909801630_n_large
Aku ikut berbaring di samping Awan yang sibuk membalik halaman majalah dengan tangan kirinya. Dia tak menyahut. Kurampas majalahnya dan kulempar ke lantai. Dia malah sibuk begitu padahal aku meminta sesuatu yang paling penting dalam hidupnya.

“Kamu pikir menikah soal gampang?”

“Tolong bantu aku Awan. Aku tak mungkin sembarangan mencari lelaki sebagai tandingan Rama. Aku tak mau Diana tertawa di atas kekalahanku. Aku juga tak mau dia menikah di atas air mataku.”

“Sekarang kamu percaya mereka berdua mengkhianatimu?”

“Aku memang tak ingin percaya, tapi tadi malam aku melihatnya. Aku melihat semua foto Diana dan Rama di ponsel Diana.”

“Kamu mencari tahu?”

“Menurutmu aku bisa dibohongi lagi sekarang?”

“Terus sekarang kamu mau apa?”

“Menikah denganmu.”

“Serius?”

“Yakin.”

8466_e215_large
“Clarissya, menikah bukan sesuatu yang bisa dikompromi. Jika kamu melakukan ini untuk mengalahkan mereka, kamu salah. Kamu seharusnya melakukan sesuatu yang lain. Hidup lebih baik dari sebelumnya. Cintai dirimu. Aku tak akan menikah denganmu.”

“Tolong Wan, satu kali ini saja lagi. Aku hanya tak ingin menikah dengan orang lain. Orang tuaku akan mencarikan laki-laki yang sesuai pilihan mereka seandainya mereka tahu Rama tak akan menikahiku.”

“Kamu sudah besar Clarissya, dewasalah. Ini bukan permainan anak-anak. Aku punya perasaan. Aku tak akan menikah dengan cara seperti itu.”

Aku kecewa. Benar-benar kecewa. Tanpa mengulangi permintaanku aku meloncati jendela, menuju jendela yang di seberang pagar. Masuk dan menutup jendela kamarku. Awan jahat!

540080180283145886_8ivhk3kx_c_large

Related Posts

Menikah Denganmu 3
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).