31 Oktober 2012

Menikah Denganmu 24


 Menikah Denganmu 21

“Aku mau kamu.” - Clarissya.

weheartit.com

Awan membuka kaos yang dia kenakan dan melemparnya ke lantai. Menarikku berhadapan dengannya. Jemarinya meraih kancing bajuku dan mulai melepaskannya dari diriku.

“Kamu mau apa?”

“Kamu tidak hanya membutuhkan sebuah ciuman. Kamu membutuhkanku.”

“Hentikan Awan!”

“Kamu istriku.”

“Kamu kalau tidak mesum sehari saja tidak bisa.”

“Mesum-mesum begini aku suamimu, ayolah.”

“Ayolah apanya?”

Aku mengancingkan pakaianku kembali. Meraih kaos Awan dan menyerahkan padanya.

“Pakai lagi.”

“Kamu tidak mau?”

“Awan bukan itu yang aku mau sekarang ini.”

“Lantas kamu mau apa?”

“Aku mau dirimu yang lain, tanpa otak mesummu itu.”

“Memangnya kamu tidak mesum?”

“Setidaknya aku tak semesum dirimu, Wan.”

“Kamu lupa kejadian di hotel kemarin? Siapa duluan yang mesum?”

“Iya, aku yang mesum. Sudahlah. Mungkin kamu lebih baik pulang.”

“Kamu tak ingin cerita apa-apa denganku?”

“Tidak yang perlu aku ceritakan padamu.”

“Yakin?”

“Wan!”

“Iya aku pulang. Tapi buka dulu pintunya.”

Awan mengenakan kaosnya. Aku membuka pintu dan memberikan isyarat agar dia keluar. Tanpa aku sadari Awan ternyata telah bersiap untuk menciumku. Tangannya menekan pintu kembali. Pintu tertutup. Aku di dalam pelukannya. Perlahan Awan membawaku ke tempat tidur. Aku berbaring. Dia di atasku masih menekan bibirku dengan bibirnya. Beberapa saat berlalu tanpa kata. Aku membiarkannya.

weheartit.com

“Aku sudah menciummu. Sekarang aku mau pulang.”

Awan bangkit dan meninggalkanku. Jantungku yang berdebar tak menentu. Selalu saja begini yang aku rasakan. Mungkin Awan benar. Aku memang menginginkan Rama. Tapi dibandingkan semua itu aku jauh lebih menginginkan dirinya. Mengapa dia hanya menciumku? Mengapa dia tak memintaku pulang?

Aku berlari keluar dari kamar. Menuruni tangga dan mencari pintu depan. Aku melihat sosok Awan yang masuk ke rumahnya. Terburu-buru aku berlari ke arah yang sama. Belum sempat dia menutup pintu aku telah menerobos masuk.

“Hey, ada apa?”

“Aku mau kamu.”

“Mau, mau? Atau mau, 'mau'?”

weheartit.com

Aku tak melanjutkan ucapanku dan menariknya ke kamarnya. Mengunci pintunya dari dalam. Berdua tenggelam dalam cinta.


NB: Udah selesai belum ya ini? Ayo yang pengen ini sebagai episode terakhir silakan komentar atau ada yang punya saran lain?

Related Posts

Menikah Denganmu 24
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).