19 Oktober 2012

Menikah Denganmu 15


559628_384811148262515_1495902311_n_large

“Apa kamu tidak bosan dengan laki-laki sepertiku?” - Awan

254496_374239532656062_1956740341_n_large

Awan maju dan memelukku. Hangat. Kali ini aku hanya bisa memejamkan mata saat dia memberikan kecupan di bibirku. Aku membiarkan dia menyentuhku. Senti demi senti. Di dalam kamar yang terkunci. Awan menghentikan jemariku yang bergerak membuka kancing pakaianku.

Tumblr_mc4gk8cvwe1qkh9pxo1_500_large

“Apa tidak terlalu cepat?”

“Bukankah kamu yang bilang, kamu menginginkanku? Ingin menjadi suamiku seutuhnya?”

“Tapi bukan seperti ini, Sya. Kita bisa pelan-pelan. Aku tak ingin memaksa.”

“Aku tidak merasa terpaksa, bukankah seharusnya kita sudah melakukannya sejak beberapa hari yang lalu.”

“Aku hanya tak ingin kamu menyesalinya, aku takut setelah semuanya kamu ternyata belum yakin dengan perasaanmu sendiri.”

“Tadi kamu sendiri yang bilang menginginkanku, sekarang kamu menolakku. Maumu apa sih?”

Aku mengerutkan keningku.

“Nanti wajahnya penuh kerutan kalau marah terus.”

Aku mendorong Awan ke ranjang. Mengunci pintu dan melepaskan semuanya. Aku sudah tak perduli lagi. Ini pernikahanku. Bukan saatnya untuk berpikir. Awan mencintaiku. Aku rasa aku bisa belajar untuk mencintainya. Kami tenggelam dalam selimut dan aku membiarkan semuanya terjadi.

Tumblr_m9bdqhfwvq1rznuy3o1_500_large

***

“Kamu menyesal?”

“Bisakah berhenti menanyakan pertanyaan yang tidak masuk akal?”

Tumblr_m6njujz8b71rqtllno1_500_large

“Tapi kamu jadinya terlihat beda, Sya.”

“Beda bagaimana?”

“Kamu memperkosaku, Sya.”

Aku memukul dada Awan yang memasang muka meledekku.

“Bodoh!”

“Kamu yang bodoh mau pacaran dengan Rama sampai tujuh tahun.”

“Kamu jangan bahas itu lagi, aku ingin memulai babak baru hidupku bersamamu.”

“Apa kamu tidak bosan dengan laki-laki sepertiku?”

“Mengapa aku harus bosan?”

Aku membetulkan kepalaku yang masih bersandar di dada Awan. Hangat. Sehangat hatiku sekarang.

“Kita sudah kenal belasan tahun, apakah kamu masih mau melanjutkan kehidupanmu hingga akhir bersamaku?”

“Awan, kita teman baik, selamanya.”

Awan mengecup dahiku lama sekali. Aku memejamkan mataku perlahan.

Dream_inlove_with_you_draw_enjoy_him-612ae50627e7c0ee39a1f21127ab618f_h_large
“Kita akan berada di hotel ini sampai kapan?” Awan membuatku membuka mataku kembali.

“Sampai aku hamil.” Aku merasa pipiku panas saat mengatakan kalimat itu.

“Jadi kamu akan memperkosaku terus sampai kamu hamil? You are a bad girl.”

“Kamu yang meminta nenek menulis surat seperti itu. Aku akan membuatnya terwujud. Kamu tidak akan bisa lari dariku, Wan.”

“Apa pun akan aku berikan untuk Tuan Putri Clarissya.”

Lagi-lagi aku menenggelamkan diriku dalam pelukan Awan. Pelukan yang ternyata ingin aku miliki sendirian. Tak ingin ada perempuan lain yang berteduh di sana. Sama seperti rasa yang ada untukku dari Awan. Aku tak akan memberikannya untuk perempuan lain. Cinta Awan hanya untukku. Entah mengapa aku tak menyadari perasaanku sejak awal. Apakah karena selama ini Awan selalu menjadi milikku sehingga aku tak pernah merasa akan kehilangannya. Tetapi berbeda saat melihatnya memeluk orang lain selain diriku. Hatiku sakit. Lebih sakit dari saat aku mendengar Rama akan menikahi Diana.  

Tumblr_mbzpdi8dym1ql40fgo1_500_large

 Kemudian dering ponsel Awan membuat semuanya harus berbeda dari yang aku bayangkan.

Related Posts

Menikah Denganmu 15
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).