17 Oktober 2012

Menikah Denganmu 13




Di dalam selimut aku menggenggam tangan kirinya.  - Clarissya.


Aku membiarkan Awan memperhatikan pakaian dalamku yang membayang dari balik lingeri yang berwarna hitam ini. Aku tahu dia memasang wajah mesumnya dan aku sengaja melakukannya. Dia tak bisa menyentuhku. Biarkan dia tersiksa seharian ini melihatku mondar-mandir pamer bodi. Aku melihat dia menelan ludah beberapa kali saat aku sengaja lewat di depannya.


“Kamu sengaja melakukan ini?” Awan akhirnya angkat suara, tak tahan melihatku.

“Melakukan apa?”

“Kemarin kamu malu terlihat dengan pakaian itu. Mengapa sekarang malah santai saja pamer di depanku.”

“Memangnya kamu terganggu?”

“Kamu tidak mau kan aku menerkammu?”

“Kamu sudah janji, tepati saja.”

I_large
Awan menarik napas panjang dan bergerak ke kamar mandi. Mungkin dengan mandi dia berharap pikiran kotornya bisa segera menghilang. Semoga saja. Amien!

Beberapa menit kemudian dia keluar dengan tubuh seksinya yang masih basah. Perutnya yang berkotak-kotak itu membuat aku yang sekarang menelan ludah. Dia seakan tak akan mengenakan pakaiannya. Dia berniat menggodaku? Aku tak akan menggigit umpan yang sedang ia ulurkan.

“Kita seharusnya tidak merasa canggung begini, bukankah kita sudah saling kenal sejak kecil.” Awan menegurku yang menunduk dengan sebuah majalah yang tadi aku temukan di bawah dekat televisi.

“Sekarang semuanya berbeda, Wan.”

“Apa bedanya? Selalu kamu yang merasakan perubahan itu. Padahal aku tak merasa banyak yang berubah dari kita.”

5156-1280_large

“Aku yang tak melihat perubahanmu dalam beberapa tahun ini. Aku bahkan tak tahu kamu memiliki perut yang bentuknya indah seperti itu.”

“Indah?”
Tumblr_m6z126pjlw1rpg12oo1_250_large

Aku menggigit bibirku. Awan pasti kege-eran. Soalnya dia langsung memperhatikan tubuhnya sendiri. Harusnya aku tahu dia akan melambung mendengar pujian dariku. Meskipun sebenarnya tak ada maksud itu memuji. Tapi apakah aku memang tidak berniat untuk memuji? Entahlah, semuanya membingungkan.

“Kamu boleh menyentuhnya jika kamu mau?” Awan menawarkan perutnya yang indah itu padaku.

“Siapa yang mau menyentuhnya?”

Tumblr_mbxxir1ico1rrv387o1_500_large

“Baiklah aku memang tidak serius. Tapi aku merasa benar-benar kehilangan sahabatku beberapa hari ini. Bolehkah aku memintanya kembali?”

“Aku tetap sahabatmu, Wan.”

“Aku merasa lebih nyaman kamu tidak memperlakukanku seperti lelaki. Sekarang terlalu besar jarak antara kita. Seakan-akan kamu menganggapku orang asing.”

“Aku memang merasa sangat tak mengenalmu Awan. Semuanya berubah terlalu cepat. Tiba-tiba kamu sudah menjadi seseorang yang tak pernah aku bayangkan.”

“Kalau begitu kita bisa berkenalan lagi.”

“Berkenalan lagi?”

“Hai, aku Awan, aku sudah sah menjadi suamimu lho!”

“Perkenalan macam apa itu?”

Tumblr_m1m46gqtrr1qhzv6oo1_500_large
“Kamu maunya bagaimana?”

“Aku mau tidur.”

“Masih awal, Sya.”

“Memangnya ada hal lain yang bisa kita lakukan? Selain apa yang kamu pikirkan saat ini?”

“Aku punya kejutan untuk bidadariku. Mau lihat?”

“Kejutan apa?”

“Berbaringlah dan pejamkan matamu.”

“Kamu tidak akan menjalankan aksi mesummu kan?”

“Kamu tidak percaya dengan sahabatmu sendiri, Sya?”

“Baiklah, aku akan menutup mataku. Tapi kamu jangan macam-macam.”

“Pejamkan saja.”

Beberapa detik berlalu. Aku tak merasa Awan menyentuhku. Hanya terdengar sedikit gerakan di sampingku. Mungkin dia ikut berbaring di sebelahku.

Tumblr_mbzoaxmr6e1rng5k3o1_500_large

“Sekarang buka matamu.”

Kamar kami yang tadinya benderang sekarang gelap. Tetapi ketika mataku melihat titik-titik cahaya di langit-langit aku terpesona. Ada bintang-bintang buatan di sana. Seperti yang dulu aku inginkan ada di langit-langit kamarku. Tempelan bintang-bintang yang akan menyala dalam gelap.

“Kamu senang?”

“Iya, kamu menyiapkan ini untukku?”

“Tentu saja, kamu kan sahabat baikku, Sya.”

Di dalam selimut aku menggenggam tangan kirinya. Aku menatapnya sambil tersenyum. Menyandarkan kepalaku di bahunya dan menikmati pemandangan indah yang tersaji di atas sana.


251254_432035906844692_1282260843_n_large

Related Posts

Menikah Denganmu 13
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).