21 Oktober 2012

Mengaktifkan Moderasi Komentar




Sebelumnya mohon maaf lanjutan cerbung Menikah Denganmu belum bisa tayang hari ini, saya sangat kelelahan, postingan ini hanya postingan yang sudah saya tulis dua minggu yang lalu sebagai persiapan jika saya tak sanggup berpikir untuk menulis atau kelelahan karena kegiatan luar.


Dulunya saya berpikir blogger yang mengaktifkan moderasi komentar di blognya adalah orang-orang yang rajin banget buat memilah-milah komentar yang layak dipublikasikan atau tidak. Soalnya kalau masalah spammer saya pikir, blogger sudah memiliki tingkat kepedulian yang tinggi sehingga semua komentar yang menjadi spam akan masuk ke kotak spam. Termasuk beberapa komentar yang terkadang bukan spam. Saking ketatnya dia menyaring komentar spam ini.

Setelah beberapa kali menerima komentar tidak sedap. Sejak dipostingan beberapa bulan yang lalu, tetapi tidak berlanjut karena saya menutup kotak komentar di postingan tersebut. Komentarnya selalu dari orang yang sama sih. Begitu juga dengan bulan Oktober ini, saya menerima beberapa komentar yang tidak menyenangkan dan menyudutkan.

Akhirnya saya mengerti perasaan teman-teman blogger yang mengaktifkan moderasi komentar di blognya. Bisa jadi mereka mengalami hal yang lebih buruk lagi. Lebih buruk dari yang saya alami. Dituduh plagiat ternyata juga pernah lo di sebuah postingan yang jelas-jelas saya tulis sendiri.

Jadi, saya juga mengikuti langkah teman-teman blogger yang lain untuk mengaktifkan moderasi komentar, karena saya tidak ingin ada komentator yang menghina blog ini dan pemiliknya kemudian menggunakan kloningannya untuk mendukung komentar pertamanya. Bukankah itu sesuatu yang sangat memalukan? Menggunakan banyak ID blogger untuk mendukung diri sendiri karena tak mendapatkan dukungan dari orang lain?

Saya tidak ingin memperpanjang masalah dengan menyebutkan nama blogger tersebut di sini karena itu sama saja saya mendukung niatnya menghina di blog ini. Supaya dia dibahas dan pengen blognya terkenal. Mengapa harus menggunakan cara yang buruk kalau masih banyak cara lainnya yang bisa digunakan? Saya hanya menuliskan ini karena ingin teman-teman yang sering mampir ke sini tahu, saya membuat blog ini karena saya ingin mengarsipkan kehidupan saya untuk orang-orang yang akan menjadi keluarga saya nantinya. Anak-anak, cucu-cucu, dan selanjutnya. Bukan untuk menampung makian atau hinaan. Kalau anda tidak terima komentar anda dihapus, dianggap spam, atau tidak ditayangkan di blog ini, saya hanya ingin menegaskan, saya bayar domain ini sendiri dengan uang saya. Jadi, saya pemilik blog ini seutuhnya dan tidak ada satu orang pun yang berhak untuk membuka pintu 'rumah' saya tanpa seizin saya. Bahkan seakan mendesak saya untuk menyebutkan 'perabotan' apa yang ada di dalamnya dan mengubah 'warna' yang saya suka.

Intinya sih, kalau tidak suka jangan memaksakan diri untuk menjatuhkan saya, karena saya tahu semua orang yang berada di atas saya tidak akan pernah berniat untuk mengganggu saya. Berbeda dengan orang yang pada dasarnya di bawah. Sibuk mencari kesalahan orang lain, sibuk pula mencerca. Apakah kamu membayar untuk membaca blog ini? Apakah saya pernah minta uang pada kamu sehingga kamu merasa berhak untuk mengatur saya?

Dulu mungkin saya sangat memikirkan apa yang orang katakan tentang saya. Itu dulu. Sekarang, jika ada yang berpikir bahwa saya akan berhenti menulis. Berhenti membuat sejarah tentang diri saya gara-gara beberapa komentar yang dalam satu detik bisa saya hapus. Kamu salah besar. Sejak di blog ini saya bukan lagi Rohani Syawaliah yang dulu. Yang bisa nangis hanya dengan hinaan.

Blog ini akan tetap hidup. Apalagi sekarang sayalah orang yang akan menentukan komentarmu layak tayang atau tidak. Karena saya pikir kamu mengotori halaman 'rumah' saya.  

Related Posts

Mengaktifkan Moderasi Komentar
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).