30 Oktober 2012

Lebih Indah Itu Kamu


Awan berlutut di hadapanku. Menyodorkan sebuah cincin. Aku yakin ini bukan adegan film atau dia sedang menggangguku. Wajahnya serius.

“Menikahlah denganku.”

“Awan, kamu bicara apa?”

“Belum jelas?”

“Menikahlah denganku.”

Sahabat yang kukenal dan aku tahu selama ini tak pernah memacari siapa pun sekarang melamarku?

“Jangan main-main. Ini tempat umum, Wan.”

Tumblr_maz203unip1rxmaupo1_500_large
Semua orang yang berada di pusat perbelanjaan tersebut mulai memperhatikan kami berdua. Awan tak bergeming.

“Jawab dulu.”

“Mengapa harus melamarku? Bukannya kamu sendiri yang bilang kamu tak akan pernah percaya dengan cinta lagi? Kamu sendiri juga yang bilang kamu tidak yakin dengan lawan jenis.”

“Itu sebelum ada kamu. Kamulah alasan mengapa selama ini aku selalu kecewa dalam percintaan. Karena Tuhan ingin kamu menjadi istriku. Tuhan ingin kamu jadi orang yang mencintaiku.”

“Sejak kapan aku bilang aku mencintaimu?”

“Sejak kamu hadir dalam hidupku untuk pertama kali. Kamu yang selalu ada di sisiku dalam keadaan apa pun. Kamu ada sampai sekarang karena kamu mencintaiku kan?”

“Kapan kamu tahu?”

Awan tahu tentang perasaanku?

“Aku hanya tahu. Begitu melihatmu setiap hari. Tanganmu yang seharusnya selama ini aku genggam. Kamu tahu bahwa setiap manusia tak ada yang sempurna, begitu juga aku. Kamulah pasangan yang akan menyempurnakan diriku. Menikahlah denganku, Sya.”

Aku hanya bisa tersenyum malu dan mengangguk.


NB: Buat pembaca Menikah Denganmu, tentu saja ini bukanlah lanjutan dari episode hari ini, ini hanya Flash Fiction dan saya tidak bisa memikirkan nama lain lagi selain nama mereka.  

Related Posts

Lebih Indah Itu Kamu
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).