Langsung ke konten utama

Lebih Indah Itu Kamu


Awan berlutut di hadapanku. Menyodorkan sebuah cincin. Aku yakin ini bukan adegan film atau dia sedang menggangguku. Wajahnya serius.

“Menikahlah denganku.”

“Awan, kamu bicara apa?”

“Belum jelas?”

“Menikahlah denganku.”

Sahabat yang kukenal dan aku tahu selama ini tak pernah memacari siapa pun sekarang melamarku?

“Jangan main-main. Ini tempat umum, Wan.”

Tumblr_maz203unip1rxmaupo1_500_large
Semua orang yang berada di pusat perbelanjaan tersebut mulai memperhatikan kami berdua. Awan tak bergeming.

“Jawab dulu.”

“Mengapa harus melamarku? Bukannya kamu sendiri yang bilang kamu tak akan pernah percaya dengan cinta lagi? Kamu sendiri juga yang bilang kamu tidak yakin dengan lawan jenis.”

“Itu sebelum ada kamu. Kamulah alasan mengapa selama ini aku selalu kecewa dalam percintaan. Karena Tuhan ingin kamu menjadi istriku. Tuhan ingin kamu jadi orang yang mencintaiku.”

“Sejak kapan aku bilang aku mencintaimu?”

“Sejak kamu hadir dalam hidupku untuk pertama kali. Kamu yang selalu ada di sisiku dalam keadaan apa pun. Kamu ada sampai sekarang karena kamu mencintaiku kan?”

“Kapan kamu tahu?”

Awan tahu tentang perasaanku?

“Aku hanya tahu. Begitu melihatmu setiap hari. Tanganmu yang seharusnya selama ini aku genggam. Kamu tahu bahwa setiap manusia tak ada yang sempurna, begitu juga aku. Kamulah pasangan yang akan menyempurnakan diriku. Menikahlah denganku, Sya.”

Aku hanya bisa tersenyum malu dan mengangguk.


NB: Buat pembaca Menikah Denganmu, tentu saja ini bukanlah lanjutan dari episode hari ini, ini hanya Flash Fiction dan saya tidak bisa memikirkan nama lain lagi selain nama mereka.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan