27 Oktober 2012

Kembali Lagi pada Jolicloud


Sebenarnya sih tidak keberatan untuk menggunakan Jolicloud selamanya. Tapi sayangnya setelah sekian bulan menunggu, ternyata pihak pengembang Jolicloud sendiri tak juga membuat versi terbaru Jolicloud atau memperbaharui bagiannya. Terutama untuk resolusi monitor. Seperti yang teman-teman ketahui saya masih menulis dengan netbook yang resolusinya hanya sampai di 800x600 padahal seharusnya saya menggunakan 1024x600. Sehingga tampilan di monitor sangat mengganggu. Kadang-kadang saya memutuskan untuk tidak melihat layarnya saat menulis. Jadilah tulisan saya banyak sekali salah ketiknya.

Kemarin ditawari teman di twitter untuk menggunakan bodhilinux. Setelah mendapatkan file mentahnya saya langsung membakarnya ke CD kosong. Menambah koleksi puluhan distro yang gagal mengisi netbook saya. Banyak yang bilang karena teknologi lenovo masih baru itu sebabnya tidak didukung oleh semua distro linux. Hanya beberapa di antaranya di samping mendukung juga menimbulkan masalah yang lain. Dari banyak distro memang yang paling minim masalah hanyalah Jolicloud.

Dua hari ini saya merasa mengalami masalah pengendalian emosi disebabkan oleh bodhilinux yang gagal saya gunakan di netbook saya. Akhirnya lagi-lagi saya kembali pada Jolicloud yang membuat mata saya lama-lama minus saya rasa. Minus resolusi karena dipaksa memperhatikan layar yang resolusinya 800x600. Tampilannya jadi gendut ke samping. Jadi layar utuh saya hanya bisa menampilkan lebarnya sekitar 2/3 bagian dari layar 100%. Aneh? Banget!

Saya merasa jadi orang yang sangat tidak berguna karena gagal membuat lenovo saya bekerja secara maksimal. Saya sendirilah yang merasakan dampak negatifnya. Kemarahan saya yang meledak akhirnya membuat saya memutuskan untuk membuang semua CD yang berisi distro yang telah gagal itu. Saya tak ingin mencobanya lagi, saya rasa sudah cukup bereksperimen dengan banyak distro linux. Mungkin saya harus menabung untuk menggunakan windows versi terbaru yang asli sehingga tak mengalami banyak masalah lagi. Walaupun sebenarnya saya tidak begitu suka dengan tampilan windows yang membosankan.

Padahal menulis itu seperti detak jantung bagi saya. Tidak bisa menulis rasanya tak memiliki detak jantung. Dengan banyak masalah yang netbook saya alami, membuat keinginan menulis saya hilang, tapi kebutuhan menulis saya mendesak. Saya rasa saya benar-benar sakit hati sekarang ini. Saya bahkan ingin mematahkan semua CD distro yang saya miliki. Sayangnya tenaga saya terlalu lemah untuk melakukan itu.


Seharian ini saya memutuskan untuk mengurung diri saya di dalam kamar dan tak ingin bertemu siapa pun. Apalagi berbicara dengan siapa pun karena saat ini saya sedang ingin menumpahkan amarah saya.

Related Posts

Kembali Lagi pada Jolicloud
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).