23 Oktober 2012

Bulan Tua, Makan Enak Tetap Jalan



Biasanya bulan tua mulai memeriksa dompet dan takut kehabisan uang buat makan hingga akhir bulan. Tapi bukan berarti dengan uang yang semakin menipis harus memilih makan makanan yang itu-itu saja atau malah lari makan mie install. Jauh dari itu, kalau bulan tua yang penting adalah jeli dalam memperhatikan rumah makan yang mematok harga tidak lebih dari 10.000.





Malam yang dingin dan melelahkan sebenarnya malam itu. Beberapa malam yang lalu. Saya kelelahan dan lapar. Dalam kepala saya hanya ingin makan sesegera mungkin. Di tempat yang terdekat. Belum 10 menit menyusuri Jalan Sumatera, jadi tidak jauh dari tempat tinggal saya Radio Volare, saya menemukan warung makanan yang baru. Karena beberapa hari sebelumnya saya tidak melihat adanya warung ini. 
Warung Bakul Betawi. Serba 8.000.
Pas melihat harga yang mereka pasang, saya langsung meminta Bang Acan untuk berhenti, sesegera mungkin. Lapar, capek, dan menemukan warung murah yang sepertinya menyediakan banyak menu. Seperti biasanya kegiatan saya tidak jauh-jauh dari mengabadikan kuliner yang baru saya santap. Tidak ketinggalan sang koki pamer keahliannya di dapur.


Apinya asli gede banget.

Semua makanan yang dijual dihargai 8.000 perak. Harga yang sangat bersahabat. Mungkin karena lokasinya yang berada di dekat SMPN 3 Pontianak, IPDN, dan Poltabes.

Saya sudah makan empat menu yang mereka sediakan.

  1. Nasi Goreng
    Nasi gorengnya enak tapi tidak bisa dikatakan istimewa. Maaf saya lupa menjepretnya.
    Ini bihun goreng :D
  2. Empek-empek
    Empek-empeknya rasanya sama dengan empek-empek yang saya makan di tempat lain dengan harga lebih mahal. Empat kali lipat. Jadi bisa dikatakan saya puas nih makan empek-empeknya.

    Kapal selamnya 5.000 perak, lenjernya 2.000 total sepiring ini hanya 7.000.

  3. Bihun Goreng
    Bihun gorengnya enak banget, tidak kering tapi tidak juga lembek. Lembutnya pas.

    Sebelum
    Sesudah
  4. Mie Goreng Hongkong
    Menu ini yang paling saya suka. Jadi menu ini adalah mie yang digoreng garing terlebih dahulu dan disiram dengan kuah. Saya memang pecinta kuliner tapi itu adalah kali pertama saya makan mie yang renyah dengan kuah kentalnya. Taburan bakso yang dipotong-potong semakin menambah cita rasa mie ini.
Mie goreng hongkong 8.000 perak.

Saya ingat pertama kali mampir ke sini, mereka tersenyum melihat saya sibuk jeprat-jepret tempatnya. Sang koki, abang betawi, bertanya saya memotret buat apa. Saya sih langsung aja bilang, buat dipromosiin. Saat saya bilang akan dipromosikan ke seluruh dunia dia sepertinya tidak percaya.

Mie goreng hongkong belum disiram kuah.
Sempat mampir ke sini lewat dari pukul 8 malam dan mereka sudah mau tutup karena dagangannya ludes. Laris banget ternyata. Buat teman-teman yang kebetulan mampir ke Pontianak, susuri saja Jalan Sumatera, pas dekat persimpangan menuju SMPN 3, dekat Jalan Kalimantan, warung ini bisa ditemukan kok. Pas di perut, pas di kantong.

Related Posts

Bulan Tua, Makan Enak Tetap Jalan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).