11 Oktober 2012

BATIK: DI MANA PUN, KAPAN PUN



Fiuh akhirnya berhasil mendapatkan foto yang saya bagi menjadi delapan topik berbeda. Sebelumnya selamat Hari Batik Nasional ya, sudah lewat beberapa hari, tapi karena masih di bulan yang sama dan ingin ikut merayakannya sambil ikutan Liga Blogger Indonesia tak masalah kan?

“Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.”
Sumber di sini.

Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional karena pada hari itulah UNESCO menetapkan batik sebagai ‘Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi’ milik Indonesia. Tepatnya 2 Oktober 2009.

Batik yang berkembang sekarang ini memang semakin indah saja ya, karena awalnya batik itu dilukis pada daun lontar dan lukisannya hewan dan tanaman. Lama kelamaan lukisan pada batik mengalami perkembangan hingga muncul batik yang kita lihat seperti sekarang. Motifnya banyak sekali sehingga tidak bisa saya ingat semuanya. Tapi tentu saja saya tahu corak khas Kalimantan Barat, yaitu corak insang.

Siapa bilang mengenakan batik harus dalam acara formal saja? Buktinya banyak orang yang saya temukan mengenakan batik di saat mereka melakukan sesuatu yang jauh dari formal. Ada juga sih yang formal. Yuk kita cek sama-sama.
  1. Bekerja 1 (bersiaran)

    Penyiar Radio Primadona

      Saya baru berkenalan dengannya saat melintasi studio Radio Primadona yang saudaraan sama Radio Volare (tempat saya bekerja). Sebenarnya saya bisa saja mengambil foto saat dia on air tapi karena diharuskan di luar ruangan. Mau tidak mau saya harus mengambilnya di luar. Rubi ini siarannya sore hingga malam. Tetapi bukan berarti tak boleh mengenakan batik bukan saat bersiaran. Rubi malah terlihat sangat manis dengan batik yang dia pilih malam ini dan tidak mengesankan kaku.

  2. Bekerja 2 (teknisi komputer)

    FotoFotoFotoFoto
    Ini adalah foto karyawan sebuah toko komputer 
    yang cukup besar di Pontianak.

      Cowok yang berada di foto di atas adalah seorang teknisi komputer. Karena saya sering harus ke sini jadi saya lumayan mengenal mereka walaupun hanya beberapa nama yang saya ingat. Selama ini mungkin kita berpikir bahwa teknisi pastinya orang yang akan mengenakan pakaian kaos dan jeans. Bekas membongkar mesin dan sedikit kucel. Tapi teknisi yang satu ini wajib mengenakan batik dari Senin hingga Jumat. Satu di antaranya berwarna merah hati ini.


  3. Di jalanan
    FotoFoto
    FotoFoto
    Tetap mengenakan batik setelah rutinitas dan mengendarai kendaraan, nyaman kok.

      Sebenarnya banyak yang mengenakan batik selama di jalanan tetapi karena sulit memotret pengendara motor apalagi mobil yang mengenakan batik maka ini hasilnya. Nyaman kok pakai batik saat pulang dari tempat bekerja. Tetap gaya juga.


  4. Sekolah
    Sekolah pakai batik, keren ya!

      Dua pakaian yang berbeda warna tersebut sama-sama bercorak insang. Khas Kalimantan Barat. Di sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta sekarang memiliki seragam batik tersendiri. Sehingga saat melihat siswa yang lewat dengan motif tertentu dan warna tertentu orang bisa langsung menebak dia siswa sekolah yang mana.


  5. PPL
    Calon guru nih, lagi PPL.

    Dulu sering kita mengidentikan batik dengan guru atau PNS, sekarang juga masih sih. Tapi bukan mereka saja yang mengenakan batik. Ini dua sahabat saya yang lagi PPL. Senang mengenakan batik karena memang terlihat lebih 'guru' ya! Semangat buat Sella dan Yuyun.

  6. Kuliah
    Analisa, seneng pake batik saat kuliah

    Analisa, teman satu studio. Sama-sama penyiar Radio Volare senang mengenakan batik saat ke kampus untuk kuliah. Kadang kompak dengan teman-temannya mengenakan batik pada hari yang sama. Cantik kan?

  7. Nongkrong

    Bapak-bapak itu mengenakan batik lo...

    Mungkin gambarnya tidak begitu jelas, tapi gerombolan bapak-bapak yang sore itu saya potret semuanya mengenakan batik saat nongkrong di warung kopi. Tenang, sudah bukan jam kerja karena hampir magrib ketika mereka minum kopi di sana sambil mengobrol. Siapa bilang nongkrong tidak asyik dengan batik? Tetap asyik kok.

  8. Di pasar

    Belanja ke pasar mengenakan batik? Tak masalah

    Ibu-ibu yang sedang membawa kantong belanjaannya terlihat tidak canggung saat berkeliling berbelanja di pasar yang dekat dengan Rumah Sakit Sudarso tersebut. Bahkan di sampingnya ada siswa yang mengenakan batik dengan motif yang berbeda. 

    Apa yang ingin saya tekankan di sini adalah batik bisa menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Tidak hanya pada saat-saat tertentu. Mengapa saya beranggapan demikian, karena batik begitu istimewa, alangkah indahnya bisa kita kenakan kapan pun kita mau. Tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. 



Related Posts

BATIK: DI MANA PUN, KAPAN PUN
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).