31 Agustus 2012

Cerita Panjang 1

Cerita Panjang 1




Akhirnya setelah perjuangan panjang, saya berhasil memiliki OS Linux yang sesuai dengan yang saya butuhkan. Sekarang saya menggunakan Kubuntu. Ubuntu dan Jolicloud tak mampu menampilkan resolusi yang maksimal di Lenovo Ideapad S10-2 yang katanya terlampau canggih ini. Entah saya yang tak mengerti atau bagaimana, yang jelas saya sendiri puas meskipun harus belajar lagi dari awal cara menggunakan semua programnya. Terutama cara menggunakan program 'Calligra Words'.

Sekarang memang bisa mengetik buat blog tetapi ternyata masih gagal menemukan tombol untuk memisahkan spasi atas dan bawah. Sehingga rapat sekali tulisannya dengan atas dan bawah.

Hari ini saya simpan dulu cerita perjalanan saya Sabtu-Selasa kemarin ya?

Saya sekarang sudah sehat kembali. Sudah keluar dari rumah sakit, setelah menghabiskan dua botol infus.

Sampai ketemu dibulan September. Selamat bulan baru.

30 Agustus 2012

28 Agustus 2012

Foto Profil Baru

Foto Profil Baru

Perjalanan yang melelahkan.

Saya sangat kelelahan, nanti saya cerita selengkapnya ya. Ini foto saat naik bis dari Singkawang ke Pontianak. Sempat melantai sebentar baru dapat kursi yang nyaman. Dengerin musik biar tak terganggu dengan orang yang ribut minta ampun dan musik yang tak karuan.

27 Agustus 2012

26 Agustus 2012

Pernikahan: Ini Bukanlah Sebuah Akhir, Ini Baru Dimulai



Biasanya apabila kita menonton film, banyak cerita diakhiri dengan 'happy ending' yang mempersatukan dua insan, baik itu dalam pernikahan atau tidak. Untuk kisah cinta yang diakhiri dengan pernikahan itu seperti 'fairytale' bahkan dalam disney kita sering menemukan dongeng yang ditutup dengan kalimat: 'Akhirnya mereka pun menikah dan hidup bahagia selama-lamanya.'

Banyak yang bilang kami mirip, mirip nggak sih?

Apakah memang kebahagiaan harus diukur dengan sebuah pernikahan baru benar-benar lengkap?

Sebenarnya tadi pengen menyampaikan sesuatu buat kedua pengantin yang memang teman saya semasa SMA. Tidak banyak sebenarnya. Hanya butuh tak lebih dari lima menit. Sayangnya, saya masih saja seperti dulu. Pemalu untuk tampil di muka umum. Makanya saya lebih berani menjadi penyiar radio dibandingkan dengan pembawa acara televisi. *memangnya ada yang mau membayar saya jadi presenter televisi? Ahihihihihihi*
Numpang kursi pelaminan pengantin bukan dosa dong ya? :D

Ingin bilang bahwa pernikahan bukanlah akhir dari sebuah cinta sejati. Karena sesungguhnya cinta sejati tidak pernah berakhir dan pernikahan adalah sebuah awal perjalanan cinta yang panjang. Cinta hingga akhir usia. Diwujudkan dengan menjalaninya bersama sampai ajal menjemput. But, tahu apa saya tentang cinta dan pernikahan? Cinta saya gagal berkali-kali dan berat untuk mencoba dari awal. Pernikahan belum saya jalani dan saya masih berharap untuk memulai sebuah hidup di dalam perkawinan dengan seorang lelaki yang memperlakukan saya seperti seorang Tuan Puteri.

Baiklah, liburan saya hari kedua lumayan melelahkan. Senang karena saya seakan-akan bukan hanya berada dalam sebuah pernikahan, melainkan di dalam reuni besar-besaran di waktu yang sama. Banyak teman SMA saya yang datang. Ada yang masih saya ingat namanya tapi banyak pula yang saya lupa. Hanya ingat wajahnya. Maklum sudah 8 tahun yang lalu sejak saya terakhir kali bertemu mereka pada perpisahan kelulusan.

Hidup saya masih belum baru layaknya sahabat baik saya yang tak bisa saya ajak tidur bersama kayak dulu. Malam tadi adalah malam terakhir.

Pengantinnya lapar, sekilas saat menunduk pengantin perempuan mirip dengan saya, ada yang setuju?

Tetapi hari-hari yang saya jalani selalu baru. Begitu pula besok, besok adalah hari terbaru dalam hidup saya sebelum lusa dan selanjutnya. Hey, besok saya masih akan berpetualang menjajal dua rumah teman baik saya yang lain. Satu sudah menikah dan punya anak. Satunya lagi, sepertinya sama seperti saya, belum menemukan orang yang cocok untuk ia berikan segenap kehidupannya.


Menikah adalah pertaruhan masa depan. Kita tentu tak mau menikah dengan sembarangan orang yang akan membuat hidup kita selanjutnya tak menyenangkan dan malah berisi penderitaan. Anyway tak perlu berpanjang lebar, silakan lihat-lihat lagi foto-foto yang saya hadirkan malam ini. Tak banyak karena masih menggunakan jaringan yang seadanya dari ponsel.

Sampai besok! Daaaaa... Eh iya, hari ini hari ulang tahun saya di bulan Syawal. Ada yang pengen ngucapin sesuatu? Syukur-syukur kirim kado. *aih

25 Agustus 2012

Setelah Sekian Lama, Akhirnya Mereka Menikah



Jika ada kisah cinta yang paling sabar yang pernah saya lihat pastinya itu adalah cinta Daniel pada Titin. Sejak duduk di kelas 1 bangku SMA, dia sepertinya sudah menyimpan perasaan yang istimewa pada teman sebangku saya. Titin Julia Sari. 

Jarang-jarang ya lihat pengantin memotret pengantinnya. :D

Sejak kelas 1 SMA, tahun 2001/2002 tepatnya, sekarang tahun 2012. Hitung saja sendiri. Berapa banyak cinta yang hadir sepanjang tahun-tahun mereka belum bersama.  

Habis akad pasang cincin.

Tadi pagi saya tidak tidur karena takut ketiduran menunggu taksi yang akan mengantarkan saya dari Pontianak ke Semparuk. Tidak butuh waktu lebih dari 4 jam untuk tiba di Semparuk. Sangat pagi karena Titin bahkan belum didandani. Saya memotret banyak hal yang ada di sana. Tetapi karena jaringan internet yang saya miliki tidak begitu mumpuni saya hadirkan beberapa foto saja ya?

Makan di tarup.

Enjoy!

24 Agustus 2012

Jalan Kehidupan

Jalan Kehidupan


Tumblr_m99csciudm1r0lmr8o1_500_large

Terkadang di dalam kehidupan kita tidak bisa memilih skenario hidup untuk kita. Hal yang paling mudah hanyalah menjalani apa yang telah dituliskan dengan cara yang kita bisa. Begitu juga saya hari ini. Selama beberapa tahun belakangan ini saya merasa semakin bermetamorfosa dari kehidupan saya yang sebelumnya. Banyak perubahan drastis yang saya rasakan. Suka atau tidak suka.

Tumblr_m99jjp0rkr1rvjp5so1_500_large

Besok, saya akan menjalani liburan pendek untuk menghadari pernikahan teman baik saya. Saya telah membuat pigura untuknya. Pukul 4 pagi berangkat dan semoga pukul 8.30 sudah tiba di sana. Karena dia mengabarkan dia akan diijab kabul pukul 9.


Tumblr_m99jgemeuz1rvjp5so1_500_large



Jalan hidup terkadang kita tangisi, terkadang pula kita tertawai, tak jarang pula kita marahi. Padahal hidup itu sendiri tak pernah salah. Sama seperti kita memakan buah mangga, kita tak bisa menyalahkan rasa yang ada pada buah mangga. Bisa jadi terasa manis, bisa pula asam. Apabila kita ingin menikmatinya, cobalah membuat cara yang paling cocok untuk ‘rasa’ tersebut. Asam? Tambah susu, gula, es, dan silakan di blender. Asam itu akan berganti menjadi segelas jus yang nikmat.

398273_312783882121118_1524418095_n_large


Hidup terasa lucu, ketika kita akhirnya berada pada hari yang bertahun-tahun lalu kita sebut dengan masa depan. Sepuluh tahun yang lalu, diri saya yang sekarang belum ada. Belum menjalani ribuan hari untuk tiba di detik yang ada sekarang. Mengetikkan tulisan ini untuk mengisi blog.

Tumblr_m99j2nt5nh1qh0ibto1_500_large

Tak pernah terpikirkan bagi saya, akan memiliki blog yang sekarang saya isi ini. Dulu saya masih menulis dengan pulpen yang kadang suka macet dan akhirnya menggunakan pensil untuk menuangkan segala ide yang ada di kepala saya. Saya masih ingat dengan jelas warna kertas buram bekas yang saya kumpulkan dari amplop yang dibawa bibi saya. Dia seorang guru dan sering membawa lembaran jawaban ulangan yang tak terpakai setelah nilainya dia catat.

Tumblr_m80oqfoey11r66rplo1_400_large

Kertas-kertas itu yang dulu saya jilid rapi, sekarang berubah menjadi sebuah blog dengan bermacam rupa. Apa pun saya tuliskan di sini. Tak hanya menjadi catatan harian, ini juga menjadi catatan kehidupan saya.

430176_513637695320175_22129264_n_large

Apa pun yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi saya rasa saya masih bahagia dan bersyukur menjadi diri saya yang sekarang.

23 Agustus 2012

Menang Lomba Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta!

Menang Lomba Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta!


Setiap orang punya impian, begitu juga dengan saya. Ketika kita tidak memiliki impian, sulit rasanya untuk membangun motivasi saat melakukan sesuatu. Sering saya menuliskan impian saya di blog ini dan beberapa di antaranya terwujud. Entah karena saya menjadi lebih termotivasi dengan mengabadikannya dalam bentuk tulisan atau memang keinginan yang benar-benar lekat untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

Pernah baca tulisan saya yang berjudul ‘Dapat Job Review’, saya waktu itu tidak pernah membayangkan job review seperti apa yang akan saya dapatkan. Saya juga tidak memperkirakan berapa nominal yang akan saya dapatkan. Ternyata untuk pertama kalinya mendapatkan uang dari job review itu adalah dari Telkomsel. Nominal mendekati 1juta rupiah. Senang sekali saat itu. Saya bahkan menyelesaikan draft yang diminta dalam waktu kurang dari dua jam untuk tulisan tersebut.

Tumblr_m4wd6bdekq1r9s66so1_500_large

Kemudian saya juga suka menuliskan impian saya di kertas kemudian menempelkannya di dinding kamar.

Peace-ukh1ialhx-88849-475-354_large

Sekarang saya ingin menuliskan impian saya yang lainnya di sini. Memenangkan lomba menulis novel di Dewan Kesenian Jakarta. Juara berapa pun saya sangat senang. Tetapi tentu saja menjadi juara pertama adalah yang paling menyenangkan karena saya ingin membeli sepeda motor baru. Apabila Tuhan memang merasa saya butuh sepeda motor baru berarti saya akan memenangakan lomba tersebut. Sekarang saya sedang dikejar deadline untuk menyelesaikan novel yang akan saya ikutkan dilomba tersebut.

Tumblr_m959l8ieqi1rrextwo1_500_large

Beberapa minggu sebelumnya saya memang sangat banyak berpikir dibanding menulis karena saya pikir saya harus menulis yang bagus untuk memenangkan lomba tersebut. Padahal sebenarnya sebelum menulis yang bagus, saya harus menulis dulu. Kelamaan mikir tentang novel yang sensasional akhirnya saya malah membuang banyak waktu.
Harusnya saya tidak perlu terbebani dengan banyak hal. Menulis saja. Harapan menang tentu saja ada, tapi tidak sampai memikirkan membuat sesuatu yang rasanya hanya ada dalam pikiran dan tak mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan bukan?

Saya pikir saya hanya butuh ‘rasa’ untuk membuat sebuah novel. Entah itu sesuatu yang sederhana, yang penting saya melakukan yang terbaik yang saya mampu untuk menyelesaikannya dan saya bisa ikut masuk dalam jajaran peserta lomba tersebut.

Kamu sudah tahu ada lomba menulis novel di Dewan Kesenian Jakarta? Yuk buruan ikutan.

Tumblr_m4666vvrbm1r86we0o1_500_large

22 Agustus 2012

Wisata Kuliner: Red Bean

Wisata Kuliner: Red Bean

Berkeliling jalan hanya untuk mencari makanan yang belum pernah dicicipi sebelumnya jadi rutinitas sendiri bagi kami. Setiap malam akan kebingungan untuk mencoba makanan baru. Kemudian memutuskan untuk singgah di Red Bean yang ada di A. Yani Mega Mall. Here we go!

1.      Tempat

Tempatnya sangat nyaman. Lampu yang tidak begitu terang tetapi tidak juga remang-remang. Terletak di mall tetapi tidak di bagian yang akan dilewati banyak orang sehingga suasananya lebih tenang.

 
Kursinya nyaman meskipun kurang luas untuk Bang Acan. Saya berikan 9 bintang dari 10.

2.      Pelayanan

Sekarang susah banget menemukan pelayan yang mau ramah dan murah senyum dengan pelanggannya meskipun di restoran ternama. Tetapi tidak di Red Bean. Pelayanannya sangat ramah dan selalu menebar senyum. Sehingga pelanggan akan merasa dilayani dengan maksimal. Bahkan pelayan yang cuma lewat pun akan memberikan senyuman apabila bertatap mata dengan kita.

 
Makanan dibawa dengan nampan. Pelayannya berdiri tegak dengan jarak yang tidak mengganggu wilayah privasi kita. Saya berikan 9 bintang dari 10.

3.      Rasa

Rasa makanannya ternyata lebih enak dari yang saya bayangkan. Kami memesan paket makanan untuk dua orang. Awalnya ingin pesan paket B. Tetapi tidak tersedia. Memilih paket A sebagai alternatif. Isinya tiga menu. Dua lauk dan satu sayur. Ada pula dua piring nasi.

 
Menu pertama ayam yang dimasak dengan kecap manis dan kacang mete. Saya tidak tahu namanya. Asin dan manisnya pas untuk lidah saya. Kacang metenya menambah enaknya makanan ini. 

Ayo berburu kacang mete
Menu kedua ada ayam lagi dengan tahu yang dimasak bersama cabai. Ada kacang lagi di sini. Kacang merah. Yummy! 

Kacang merahnya kecil-kecil dan gurih
Sayurnya siomak yang dimasak dengan bawang putih. Tampilannya memang biasa tetapi sayurnya segar dan enak sekali.

 
Nasinya tidak begitu keras, tidak pula begitu lembut. Saya suka dengan nasi yang pas seperti ini. Porsinya memang kurang buat saya karena kemudian saya mengambil jatah setengah piring nasi Bang Acan yang sedang berdiet.

 
Kami kekenyangan menghabiskan lauk yang disediakn. Harga yang dipatok untuk paket A ini 116.900IDR tidak termasuk minum.
 
Saya memilih teh leci yang dihargai 17.900IDR. Bang Acan memilih Innocent, 19.900IDR. 

Minuman Bang Acan terbuat dari nanas, leci, dan apel *seingat saya sih ini isinya*. Dua-duanya segar dan tentu saja saya suka dengan teh lecinya yang tidak terlampau manis dan ukurannya sangat besar. Jadi tidak kehausan. Buah lecinya juga banyak sekali. Saya berikan 9 bintang dari 10.


Selain Mie Tiaw Apollo, Red Bean masuk daftar tempat yang akan kami kunjungi kembali apabila bingung mau kemana. Meskipun lebih sering Mie Tiaw Apollo yang menjadi sasaran, sebab Mie Apollo bukanya hingga tengah malam. Berbeda dengan Red Bean yang akan menolak pelanggan pada pukul 9.

 
Saya sangat puas dengan semuanya. Jika memang bingung mau makan di mana pas di A. Yani Mega Mall, ke Red Bean aja!

21 Agustus 2012

Wisata Kuliner: Ayam Dower

Wisata Kuliner: Ayam Dower


Singgah lagi ke Warung Sotong Pangling karena pelayanannya yang sangat memuaskan dan rasa sotongnya yang enak.

Awalnya tertarik dengan kuliner yang satu ini karena banyak yang ngetwit tentangnya. Ayam Dower dengan tagline: ‘Keringat anda kepuasan kami’. Tetapi sedikit menciut gara-gara pertanyaan saya di twitter yang dicuekin. Saya memang menanyakan sesuatu yang bisa jadi tak semua tempat makan berani jawab. Tetapi saya yakin setiap koki pasti akan menjawab iya, jika dia yakin dengan apa yang dia jual.

Pertanyaan saya: “Yakin nggak makanannya enak nih?”

Tidak dijawab. Sebelum menuliskan pertanyaan tersebut yang ditujukan pada akun @ayam_dower, sudah yakin 90% tidak akan dijawab. Banyak yang bilang pertanyaan seperti ini sesuatu yang absurd. Tidak pantas ditanyakan. Nah, kalau mau tahu makanannya enak atau tidak ya tinggal mampir dan makan di sana.

But, hey, setiap pertanyaan yang saya ajukan tentu saja ada maksudnya. Saya hanya ingin menguji keberanian seseorang untuk menghargai makanan yang mereka jual. Beranikah mereka mengakui makanan yang mereka jual adalah sesuatu yang enak? Mampukah mereka membuat orang lain datang karena penghargaan makanan mereka terhadap apa yang akan mereka sajikan di meja pelanggan.

Lantas bagaimana kalau seorang pedagang berani mengatakan makanan yang mereka jual enak, ternyata menurut pembeli tidak enak.

Penilaian setiap orang akan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namanya juga selera makan. Pasti bergantung pada siapa yang makan. Apa yang disukai dan tidak disukai oleh pelanggan yang datang dipengaruhi pada seleranya. Seenak apa pun, kalau tidak sesuai selera, tentu saja akan menjadi sesuatu yang tidak enak.

Jadi, setidaknya, anda yang menjual makanan di rumah makan anda sekarang memiliki keyakinan bahwa makanan anda enak, anda sedang memberikan ‘kekuatan’ pada makanan tersebut.

Saya pikir saya akan menghargai makanan yang dihargai oleh penjualnya, bahkan kokinya sendiri.

Lantas bagaimana dengan @ayam_dower? Mereka tidak menjawab pertanyaan saya sehingga di dalam kepala saya terbayang makanannya pasti TIDAK enak. Sehingga saat datang ke sana, saya menjadi sangat teliti dengan apa yang ada. Inilah penilaian saya.

1. Tempat

Tempatnya sederhana, lebih ke arah warung lamongan. Hanya ada satu deret meja yang rapat antara satu dengan yang lainnya. Jadi, apabila berharap dapat privasi, anda harusnya tidak memilih makan di sini.



Mejanya empat.

Tetapi saya tidak keberatan untuk makan dengan kelengkapan seperti ini. Rata-rata warung lamongan juga seperti ini. Saya berikan 6 bintang dari 10.







2. Pelayanan

Lihat kertasnya yang disobek seenaknya dan meninggalkan
sisa yang cukup merusak pandangan.
Pelayanannya saya pikir harus ditingkatkan lagi. Mulai dari kami datang hingga membayar dan 
pulang, saya tidak merasakan mereka berusaha untuk melayani sebaik mungkin. Saya pernah nongkrong di warung minum sederhana dengan sebuah gerobak bersih, tetapi pelayanannya sangat memuaskan.

Kita akan disambut dengan senyuman dan langsung ditanya dengan keramahan yang luar biasa.

Tetapi di warung ini, jangankan senyum, cara mereka menyajikan makanan yang dijual juga kurang layak. Nasinya memang ditaroh di atas kertas nasi yang ditempatkan di atas piring anyaman rotan, menarik konsepnya, tetapi mereka tidak membawakannya dengan nampan ke meja anda. Sayang sekali bukan, padahal dengan membawa makanan di atas nampan akan memberi nilai jual lebih pada makanan tersebut.

Belum lagi minumannya yang disajikan dengan gelas plastik. Mengapa harus gelas plastik? Apakah karena memang tidak ada gelas kaca? Padahal gelas kaca yang biasanya digunakan oleh pedagang bukanlah sesuatu yang harganya sangat mahal. Membeli selusin atau dua sepertinya bukan sesuatu yang memberatkan. Setidaknya ini akan membuat minuman yang anda jual terlihat lebih baik.

Baiklah, pelayanan dan penyajiannya buruk, wajar mereka tidak berani mengatakan makanan mereka ‘enak’ dengan yakin saat ditanya. Penghargaan mereka terhadap dagangan memang kurang. Saya hanya bisa beri 5 bintang dari 10.








3. Rasa

Sebenarnya rasa masalah selera, bukan sebuah kemutlakan seperti kopi yang memang pahit dan gula yang manis. Sejak awal saya memang mengingat mereka kurang respek dengan makanan yang mereka jual sehingga saya tidak berharap banyak. Jujur, apabila saat itu mereka mengatakan makanan mereka memang ‘enak’ saya akan menilai makanannya dari sisi mencari enaknya.

Sayang, mereka tidak menjawab, sehingga saya tetap memegang nilai ketidakenakan.



Lalu? Apakah enak? Sebenarnya bisa diterima rasa ayam yang disajikan. Tidak buruk tapi juga tidak begitu sesuai selera saya. Sambalnya kurang pedas. Saya masih memegang pada Ayam Penyet Bu Nina untuk sambal ayam yang enak dan pedas. Padahal saya sudah siap-siap kepedasan dan berkeringat saat melihat sambalnya. Jangankan kepedasan berkeringan saja tidak. Apakah sambalnya mengandung lada lebih banyak bukan cabai? Saya tidak tahu. Ayamnya digoreng dengan bumbu ketumbar, jelas sekali, bukan selera saya, meskipun masih bisa saya terima. Lapar mungkin.

Nilai tambah yang membuat saya menikmati ayam bumbu ketumbar ini adalah terong yang dipotong bundar dan digoreng tepung. Renyah, terongnya enak. Kolny juga digoreng, jadi tidak ada kol yang berwarna putih dan renyah, melainkan kol yang lembek dan matang. Kolnya enak.

Kobokan



Saya berikan 7 bintang dari 10 untuk rasa.

Penilaian yang saya lakukan ini setelah mencoba satu kali. Sayang saya tidak punya alasan untuk kembali makan di sini. Pedagangnya tidak yakin dengan rasa makanan yang dijualnya sih, coba dia lebih percaya diri untuk mengatakan ayamnya enak. Toh, saya yang tidak suka ayam ketumbar saja bisa menghabiskan ayam gorengnya.

Buat teman-teman yang ingin makan ayam goreng dengan varian yang berbeda dari warung lamongan boleh mencoba menu ini. Setidaknya tidak semembosankan nasi warung lamongan yang banyak sekali tersebar di Pontianak.

Akhirnya malah singgah ke warung Sotong Pangling
Pesan buat yang dagang, kalau mau memberikan uang kembalian pembeli sebaiknya bukan mengeluarkan dompet dari saku. Itu kasar menurut saya. Biasanya pedagang punya laci uang di sebuah meja kasir, setidaknya jika tidak punya, memberikan jarak antara pedagang dan pembeli itu lebih baik. Menunggu seseorang mengeluarkan uang kembalian dari dompetnya dengan jarak sangat dekat kesannya tidak enak banget.

20 Agustus 2012

Wisata Kuliner: Bebek Merindu

Wisata Kuliner: Bebek Merindu





Namanya dari awal memang sudah menarik. Temanya ‘rindu’. Bisa jadi supaya orang yang pernah makan di sana datang lagi karena ‘merindu’. Entahlah apa filosofi dari namanya. Baiklah kita mulai dari pemesanan hingga selesai makan.

1. Tempat

Bagi saya kekuatan pandangan pertama pelanggan tentu saja dari tempat. Namanya juga belum pernah berkunjung. Melihat dari tempat sebenarnya pertaruhan pelanggan akan memutuskan untuk singgah atau tidak sedang dimulai.

Saat melihat tempat ‘Bebek Bakar Merindu’ saya pikir tempatnya tidak buruk meskipun tidak dapat pula dikatakan bagus. Satu hal yang pasti, pelayan sangat rajin membereskan dan membersihkan meja sehingga tidak ada meja kotor setelah ditinggal lebih dari 5 menit pelanggan.

Tempat bersih merupakan nilai jual yang sangat tinggi untuk sebuah rumah makan. Saya pikir saya boleh menyebut tempat makan ini sebagai rumah makan. Meskipun bukan warung nasi pada umumnya yang kita lihat dengan keterangan nasi padang. 

Jejeran meja yang membuat saya merasa kehilangan privasi saat itu. Karena interiornya membuat saya merasa seakan berada di kantin sekolah jaman SD dulu. Beberapa meja memanjang menempel dengan meja yang disusun dengan posisi sama.

Tak terbayangkan jika saat saya makan ada orang di dekat saya yang sebenarnya menghadapi meja yang berbeda sedang makan juga. Dikarenakan meja yang berhimpitan membuat kami seakan satu rombongan. Malam itu sih tidak ada.

Saya berikan 7 bintang dari 10 bintang. Setidaknya tempatnya terjaga kebersihannya terjaga bukan?

2. Pelayanan

Nah, pelayanannya sedikit buruk menurut saya. Bukan masalah keramahan atau tidak. Pelayan yang melayani kami ternyata tidak memahami dengan cepat apa yang kami maksudkan. Padahal malam itu tidak begitu ramai. Saya hanya memesan paket bebek bakar, sedangkan Bang Acan pesan sate telur dan hati tanpa nasi.

Entah bagaimana pikiran pelayan tersebut malam itu, dia sama sekali tidak mengerti apa yang kami pesan. Akhirnya mengulangnya tiga sampai empat kali dia kemudian mengangguk-angguk.

Pakaian pelayannya memang seragam, kaos ungu dengan tulisan rumah makannya, tetapi entah mengapa saya merasa pakaiannya terlampau kusut. Apa karena bahan atau memang sudah dikenakan beberapa hari? Yakh!

Belum lagi paket saya yang kelengkapannya ada yang belakangan diberikan. Paket saya termasuk tempe dan tahu goreng, tetapi ketika nasi sudah setengah menghilang dari piring barulah kelengkapannya itu datang. Lupa? Tidak tahu!

Pelayanannya saya pikir 6 bintang sudah cukup beruntung dari 10 bintang.

3. Rasa

Di mana-mana memang rasa enak yang menjadi alasan pertama orang kembali ke rumah makan tertentu. Tetapi apabila rumah makan tersebut belum pernah dikunjungi, rasa adalah hal terakhir yang diketahui seorang pelanggan baru.

Saya termasuk penggemar bebek. Bahkan saya pernah makan bebek goreng saos telor asin delivery dari Surabaya dan juga Bebek Goreng H. Slamet sambal korek. Dari ketiga bebek ini memang tidak ada yang sama. Bebek goreng saos telor asin lebih khas pada saos telor asinnya. Bebek goreng H. Slamet pada bebek krispinya. Kemudian bebek bakar merindu ini pada bumbu yang digunakan saat memanggang daging bebek.


Tetapi semestinya setiap masakan punya sebuah senjata pamungkas untuk membuat seseorang itu kembali lagi. Saya belum menemukannya di Bebek Bakar Merindu. Enak sih, tetapi bukan sesuatu yang istimewa menurut saya. Tapi saya tidak kecewa dengan makan malam saya di sini. Anda yang suka dengan bebek boleh mencoba, siapa tahu jatuh cinta dengan bebek merindu ini.

Meskipun demikian saya mau memberikan 8 dari 10 bintang yang saya punya untuk rasa. Saya hanya tidak suka dengan rasanya yang lebih ke arah manis. Saya berharap bebeknya lebih gurih. Tempe dan tahunya apalagi. Sangat manis menurut saya.

Sekali lagi, makan apa pun hanya masalah selera. Penilaian tidak ada yang mutlak. Ketika suka, mau bagaimana pun rasanya pasti orang akan bilang enak. Saya hanya salut dengan admin twitternya yang lebih aktif ngetwit, baik menjawab atau sekadar meretweet twit dari pelanggannya. Berbeda dengan beberapa akun makanan yang lainnya yang ada di Pontianak.

Banyak orang sebenarnya membeli sesuatu karena cara pemasarannya.

Ketika anda menjadi ujung tombak pemasaran, yang harus anda ingat adalah kebanyakan orang membeli bukan karena apa yang anda jual, bukan pula di mana anda menjualnya, tetapi karena penjual barang tersebut adalah ANDA.

Anda yang sedang membaca ini sekarang mungkin juga sedang memasarkan sesuatu. Saat anda tidak bisa melakukan gebrakan untuk mendongkrak dagangan anda, padahal sudah berusaha keras membuat sesuatu itu semakin sempurna, mencari tempat yang paling sesuai untuk memasarkannya. Baik online maupun offline. Anda harusnya melihat ke dalam diri anda, bagaimana cara anda memasarkannya? Diri anda sendirilah yang akan membuat semuanya menjadi nyata. Bukan karena bendanya apalagi tempatnya.

Banyak orang di dunia ini yang memiliki dagangan yang sama. Bahkan berdagang di lokasi yang berdekatan, tapi pernahkah terpikir oleh kita mengapa ada sebagian orang yang lebih memilih dagangan si A dan ada pula yang lebih memilih dagangan si B? Coba lihat perbedaan keduanya, cari tahu kelebihan masing-masing. Kelebihan manakah yang paling mudah membuat pelanggan datang lagi dan akhirnya menjadi langganan tetap?

Pelanggan lebih banyak membeli karena siapa yang menjualnya. Siapa pemasarnya. Jadilah pemasar yang baik dan biarkan pembeli yang mengejar anda.

Semoga sukses buat anda yang lebih memilih jalur perdagangan untuk menghidupi keluarga anda.


19 Agustus 2012

Memberi Sebanyak-banyaknya di Kehidupan

Memberi Sebanyak-banyaknya di Kehidupan



Pernahkah merasa lega saat memberikan sesuatu yang kita miliki untuk keluarga? Tahun ini adalah tahun yang sangat indah meskipun saya tidak pulang kampung. Untuk pertama kali di dalam kehidupan saya, saya tidak pulang ke tanah kelahiran. Tidak perlu lagi saya ceritakan alasan-yang-teman-teman-rata-rata-tahu.

Saya tidak menangis lo. Pagi tadi saya bangun dengan tenang dan mandi. Siap-siap buat ke mesjid.

Ketika ada yang berpikir saya telah kehilangan segalanya dengan meninggalkan apa yang seharusnya menjadi milik saya. Mereka salah besar. Karena sekarang, saya memiliki pengganti yang lebih baik.

Tolak ukur bahagia ada pada keikhlasan kita untuk menerima. Mengikhlaskan apa yang tak ada dan mensyukuri apa yang ada. Memaafkan yang rasanya sulit untuk dimaafkan.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Bukan malah sebaliknya, memberikan mudarat dan menyusahkan sesama.

Minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin.

18 Agustus 2012

It’s Sexy Time


Menonton video di Youtube menjadi sesuatu yang sering saya lakukan. Mulai dari mencari video klip yang memang dibuat oleh label musik atau yang sekadar video milik artis Youtube. Nonton punya nonton nih ya, saya membuka video yang sedikit membuat ketagihan. Pengunggahnya seorang pemuda berusia 18 tahun yang memang suka iseng. Jadi dia suka chatting di Chatroulette yang mirip dengan Omegle. Random chat gitu. Saya suka mikir apa asyiknya juga coba chatting dengan orang asing yang diberikan secara acak oleh server. Cih! Mendingan saya buka whatsapp dan ngobrol dengan orang yang saya kenal di sana.

Eh tapi ternyata seorang Dominic berhasil membuat Chatroulette itu jadi sesuatu yang unik.

Pemuda ini orangnya memang sangat lucu dan suka iseng. Dia suka berbicara dengan logat yang berbeda dan kadang-kadang menyamar menjadi orang lain. Setiap kali dia chatting di Chatroulette dia akan merekamnya kemudian mengunggahnya di Youtube.

Uniknya, video hasil chatting tersebut mendapat banyak sekali penonton. Saya satu di antara banyak orang yang menelusuri video tersebut satu demi satu. Hasilnya saya suka dengan video yang diberi judul ‘Sexy Time’. Sexy time sendiri ada beberapa seri. Setiap seri memiliki bagian favorit saya yang sama. Ketika Dominic bertanya pada teman chatting acaknya tersebut: ‘Jam berapa sekarang?’. Biasanya Dominic akan memilih untuk memberikan ‘Sexy Time’ ini pada perempuan. Meskipun terkadang ada beberapa lelaki yang beruntung juga mendapatkannya.




Saat teman chattingnya menjawab: “Jam XX:XX’. Dominic dengan wajah lucunya yang tampan akan bilang: ‘Bukan, bukan, sekarang tuh Sexy Time’. Setelah itu dia akan mulai memutar lagu yang menurut dia cocok untuk jadi lagu tema ‘Sexy Time’ ini. Bergoyang sexy ala dia. Tak jarang baru saja dia mendapatkan teman chatting, orang yang bertemu dengannya tersebut mengenali dirinya sebagai orang yang mengunggah video di Youtube. Rata-rata anak-anak berusia di bawah 15 tahun meskipun ada beberapa yang berusia di atas 15.

Saya hingga hari ini belum mengkhatamkan total 61 video miliknya. Tetapi yang jelas, setiap kali saya menontonnya saya akan terbahak. Kemarin saya bahkan mencoba mencarinya di Chatroulette. Sayang, kemungkinan untuk bertemu dengannya sangat kecil. Hanya orang-orang yang beruntung yang akan bertemu dengannya. Berharap bisa bertemu di Chatroulette suatu hari dengan pemuda lucu ini.

17 Agustus 2012

Patah Hati dengan Ubuntu, Pilih Windows?



Tanggal 14 Agustus kemarin saya membeli sebuah netbook yang lebih baik dari netbook saya sebelumnya. Ini adalah tulisan pertama yang saya ketik dengan netbook ini. Tiga hari saya dibuat pusing dengan kenyataan bahwa netbook saya terlampau baru untuk bisa dikawinkan dengan Ubuntu 12.04. Ada beberapa driver yang tidak sesuai dengan hardware yang disediakan oleh netbook saya ini, sehingga ada ‘keyboard function’ yang tidak bisa digunakan. Fungsi tersebut mungkin terasa sederhana tetapi sangat penting penggunaannya bagi saya. Fungsi meredupkan dan menerangkan cahaya layar netbook ini.

Mengapa?

Tentu saja karena saya suka menulis dan apabila terlalu lama menulis dengan layar yang terlampau terang, mata saya jadi perih karena silau.

Panjang sekali punya cerita ya anak muda, ngomong-ngomong sebenarnya saya menggunakan netbook apa sih?


Eng ing eng, saya menggunakan Lenovo Ideapad S10-2. Nah kalau penguna notebooknya sih tidak mengalami masalah seperti yang saya alami dengan netbook ini apabila dikawinkan dengan Ubuntu. Selain mengalami masalah pada penerangan yang tidak bisa diatur, netbook saya juga tidak bisa mendeteksi headset yang saya pasang. Padahal tanpa headset, suara dari netbook ini terdengar.

Setelah tiga hari menggalau dan garuk-garuk dinding, belum sampai tahap ‘hentak my head’. Ubuntu yang bolak-balik diinstall dan dihapus, kemudian mencari OS yang masih sejenis dengan Ubuntu. Mulai dari Fedora, Kubuntu, Linux Mint, Lupu, Archlinux, sampai Jolicloud.




Hampir menangis dan akhirnya tersenyum kembali saat berhasil menginstall Jolicloud. Bahkan saya rasa ini jauh lebih mudah daripada Ubuntu, meskipun tidak banyak yang menulis tutorialnya. Saya bahkan punya program untuk menulis yang sangat serupa dengan Microsoft Word yaitu Abiword. Keyboardnya bisa digunakan dengan ‘control’ yang sama dan menghasilkan seperti yang ada pada Microsoft Word. 


Sedikit aneh ya, saya mati-matian tidak menginginkan Windows, tetapi masih ingin menggunakan program word yang serupa dengan miliknya Windows. Ini tak lain tak bukan karena untuk karya tulis yang dilombakan selalu menggunakan standar Times New Roman. Nah di Ubuntu yang saya install sebelumnya tidak menemukan Times New Roman, berbeda dengan Abiword yang langsung menggunakan font ini di pengaturan standarnya.


Belum lagi tampilan OS-nya yang sangat sempurna di mata saya. Soalnya mirip dengan tampilan pada ponsel saya. Bahkan mirip dengan menu pada tablet. Sekilas saya merasa memiliki tablet bukannya netbook. Tetapi tentu saja dengan tambahan keyboard luar. Hahahaha...


Netbook saya yang baru ini saya beli dengan uang kemenangan lomba LakuBGT.com yang mendapatkan hadiah 2juta. Lumayan, tinggal nambah beberapa ratus ribu sudah mendapatkan netbook Lenovo ideapad S10-2 berwarna putih. Keyboardnya benar-benar nyaman. Sangat cocok digunakan tukang ketik seperti saya yang tidak mahir mengetik dengan sepuluh jari. Keyboardnya membuat pengetikan lebih jarang salah. Tidak perlu menekan terlalu keras seperti keyboard sebelumnya. Dapat bonus pelindung keyboard pulak yang memang asli dari Lenovo. Pelindungnya itu berbentuk seperti keyboardnya sehingga tidak dikhawatirkan untuk geser dan melenceng.

Nanti deh saya cerita-cerita soal pengalaman saya bersama Lenovo Ideapad S10-2 yang saya install Jolicloud.